LP Ma’arif NU Probolinggo Dukung Penuh Sekolah Ramah Anak
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO – Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan atau LP Ma’arif NU Kabupaten Probolinggo menyatakan dukungan penuh terhadap Surat Himbauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo mengenai penegasan implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) serta pencegahan pornografi dan pornoaksi di lingkungan satuan pendidikan.
Sikap resmi ini diambil sebagai langkah taktis merespons surat edaran bernomor 400.3/123/426.101/2026 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan pada Jumat (3/7/2026).
Kebijakan pemerintah daerah tersebut didasarkan pada Tausiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo terkait kewajiban mewujudkan ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari paparan konten digital negatif.
Lima Imbauan Dinas Pendidikan
Dalam surat himbauan tersebut, Dinas Pendidikan menginstruksikan seluruh Kepala Satuan Pendidikan Negeri dan Swasta se-Kabupaten Probolinggo untuk melaksanakan lima poin wajib:
- Wajib menjadi kawasan yang mengedepankan karakter dan sesuai dengan syariat agama.
- Bekerja sama dengan orang tua agar turut berperan aktif dalam membimbing, mengarahkan, dan mendidik anak-anaknya sesuai syariat agama.
- Wajib menjadi kawasan yang terhindar dari kegiatan-kegiatan yang mempertontonkan pornografi dan pornoaksi.
- Meningkatkan pengawasan di area rawan sekolah (seperti toilet, sudut koridor, dan ruang kosong) serta memastikan seluruh warga sekolah berpakaian dan berperilaku sopan sesuai norma yang berlaku.
- Wajib menjaga sekolah menjadi kawasan aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
Dinas Pendidikan juga menegaskan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala guna memastikan hak anak untuk belajar dengan aman terpenuhi secara optimal.
Komitmen Ma’arif NU: Selaras dengan Khittah Perjuangan
Merespons lima poin instruksi di atas, Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Probolinggo, Fathurrozi Amien, menyampaikan apresiasi yang tinggi. Menurutnya, langkah ini sangat krusial dalam melindungi generasi muda Nahdliyin di tengah meningkatnya risiko paparan dunia digital.
“Kami mengapresiasi dan menilai himbauan ini sangat penting untuk melindungi anak didik dan mewujudkan sekolah atau madrasah ramah anak yang berakhlakul karimah,” ujar Fathurrozi Amien dalam keterangannya.
Ia menambahkan, instruksi dari kedinasan tersebut sangat selaras dengan komitmen dan Khittah Perjuangan Ma’arif NU, yaitu “Mendidik dengan Akhlak, Mencerdaskan dengan Ilmu, Mengabdi dengan Ikhlas”.
Sebagai bentuk tindakan nyata di lapangan, LP Ma’arif PCNU Kabupaten Probolinggo langsung mengimbau seluruh kepala madrasah dan sekolah yang berada di bawah koordinasinya untuk memperkuat pendidikan karakter Aswaja, memperketat pengawasan area rawan, dan bersinergi dengan orang tua.
“Mari kita wujudkan madrasah sebagai kawasan yang aman dan nyaman. Kita harus memastikan madrasah menjadi rumah kedua yang paling aman, nyaman, dan ramah bagi anak,” tegasnya. (*)
- Penulis: M Iqbal

Saat ini belum ada komentar