Breaking News
dark_mode
Trending

Jaga Marwah Pendidikan Islam, Kemenag Probolinggo Terbitkan Pedoman Pentas Seni

  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO- Memasuki periode Juni hingga Juli, gelombang pelaksanaan imtihan, tasyakuran kelulusan, hingga wisuda marak digelar oleh berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Mengingat acara tersebut biasanya dimeriahkan dengan panggung pentas seni, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat dengan menerbitkan pedoman resmi penampilan seni Islami.

Kebijakan strategis ini ditujukan kepada seluruh lembaga pendidikan keagamaan di bawah naungan Kemenag Probolinggo, mulai dari Pondok Pesantren, TPQ, Madrasah Diniyah (Madin), RA, MI, MTs, hingga MA.

Langkah ini diambil demi menjaga nilai-nilai kesopanan, syariat Islam, serta marwah institusi pendidikan Islam di mata masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan, ekspresi kreativitas dan seni para santri serta siswa sangat didukung, namun pelaksanaannya harus tetap membingkai nilai-nilai luhur kepesantrenan.

Berdasarkan edaran yang dikeluarkan, terdapat empat poin utama yang wajib dipatuhi oleh seluruh penyelenggara acara.

Standar Berbusana yang Menutup Aurat

Seluruh peserta dan pengisi acara wajib mengenakan pakaian yang menutup aurat, longgar, dan tidak transparan. Bagi peserta putri, diwajibkan menggunakan busana muslimah lengkap dengan jilbab atau kerudung yang menjuntai menutup dada.

Larangan Atribut Non-Islami dan Riasan Berlebihan

Pedoman ini melarang keras penggunaan busana ketat atau pakaian yang menyerupai budaya non-Islami. Selain itu, para pengisi acara dilarang menggunakan tata rias (make-up) secara berlebihan atau berdandan menyerupai lawan jenis (tabarruj).

Materi Pentas Seni Harus Mendidik

Kemenag menegaskan bahwa seluruh materi unjuk bakat—baik berupa tari, drama, vokal, maupun kesenian lainnya—harus bernuansa Islami, bermuatan edukatif (mendidik), serta mencerminkan keluhuran akhlaqul karimah.

Sanksi Diskualifikasi bagi Pelanggar

Untuk memastikan aturan ini berjalan efektif di lapangan, Kemenag memberikan wewenang penuh kepada panitia dan pihak lembaga untuk memberikan sanksi tegas. Panitia berhak melakukan diskualifikasi atau menghentikan langsung penampilan peserta yang terbukti melanggar tata tertib tersebut.

Melalui instruksi ini, Kemenag Probolinggo berharap momentum tasyakuran kelulusan dan imtihan tahun ini dapat berlangsung khidmat, meriah, namun tetap sarat akan nilai ibadah dan edukasi yang menjadi ruh dari pendidikan Islam. (*)

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260709 WA0038

    Tantangan Setelah Perda Fasilitasi Pesantren Probolinggo Disahkan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Arief Hidayat (Anggota DPRD Kab. Probolinggo)
    • 0Komentar

    SEHARI setelah disahkan pada Senin (6/7/2026), situs resmi PCNU Kabupaten Probolinggo, NUProbolinggo.or.id menyajikan serial edukasi mengenai Perda Fasilitasi Pesantren. Yang mengupas isi regulasi tersebut dengan bahasa yang sederhana. Serial edukasi seperti itu sangat perlu, agar masyarakat bisa tahui bahwa perda ini bukan sekedar membuka peluang bantuan bagi pesantren. Tapi juga menegaskan jati diri pesantren sebagai […]

  • Jqh lagiii

    Kemenag Usul MoU dengan PCNU Probolinggo demi Mutu Guru Al-Qur’an

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO— Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Ansori, mengusulkan penguatan sinergi melalui nota kesepahaman atau MoU antara PCNU Kabupaten Probolinggo dengan Kemenag setempat. Langkah ini dinilai perlu untuk memperluas dan memutakhirkan kompetensi guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di seluruh wilayah setempat. Gagasan tersebut dilontarkan Ansori, saat memberikan sambutan mewakili Kepala […]

  • Jqh

    Sehari Dua Agenda, JQH PCNU Probolinggo Geber Diklat Tartila dan Khotmil Qur’an

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO— Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz atau JQH PCNU Kabupaten Probolinggo menunjukkan militansi organisasinya dengan sukses menggelar dua agenda besar sekaligus dalam satu hari di lokasi yang berbeda. JQH PCNU Kabupaten Probolinggo menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Guru Al-Qur’an Metode Tartila yang diikuti oleh 50 ustadz-ustadzah TPQ se-Kabupaten Probolinggo, di Aula Kantor PCNU setempat, […]

  • IMG 20260621 WA0005

    Musran NU Resongo, PCNU Minta Lailatul Ijtima’ Diperkuat Kajian Kitab

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    KURIPAN- Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo, KH Sholehuddin, meminta Lailatul Ijtima’ di tingkat ranting diperkaya dengan kajian kitab-kitab Aswaja dan Fikih klasik. Langkah ini dinilai krusial agar kebermanfaatan organisasi semakin terasa sekaligus memperkokoh basis ideologi warga Nahdliyyin di akar rumput. Arahan itu disampaikan KH. Sholehuddin saat menghadiri Musyawarah Ranting (Musran) Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama […]

  • Ffaef537 866a 4ef5 a1b1 e7e92cec26b5

    Peringati Harlah ke-76, Fatayat NU Wonomerto Teguhkan Peran Perempuan untuk Peradaban

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    WONOMERTO – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU yang dirangkai dengan halal bihalal berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Kantor MWCNU Wonomerto, Minggu (27/04/2026). Mengusung tema “Maju Bersama, Menguat Bersama, untuk Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia,” kegiatan ini diselenggarakan oleh PAC Fatayat NU Kecamatan Wonomerto bersama Ranting Fatayat NU Kareng Kidul, serta dihadiri berbagai […]

  • Haul Non Kalim

    Uswah Non Kalim Genggong, Cucu KH Hasan Sepuh yang Diberi Nama Nabi Musa AS

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Tak banyak yang tahu bahwa nama besar Almaghfurlah KH Sholeh Nahrawi atau Non Kalim Genggong, memiliki ikatan spiritual yang mendalam dengan Nabi Musa AS (Kalimullah). Sebuah pengalaman batin di tanah suci mempertemukan sang kiai dengan Nabi Musa AS yang menaruh simpati karena mendapati hati cucu KH Moh. Hasan Sepuh Genggong ini begitu bersih. Melalui […]

expand_less