Breaking News
dark_mode
Trending

Adaptif Zaman, Muslimat NU Probolinggo Latih Dakwah Digital dan AI

  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANTARAN – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo terus berikhtiar memperkuat kapasitas para kadernya di era transformasi digital. Langkah strategis ini diwujudkan melalui Pelatihan Dakwah Digital yang digelar di Kantor PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan ini menjadi pijakan penting untuk mendorong pemanfaatan teknologi informasi sebagai media syiar Islam yang lebih luas, responsif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 60 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo serta perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Kabupaten Probolinggo.

Selama pelatihan, para peserta dibekali berbagai materi praktis, mulai dari pembuatan konten dakwah yang menarik, desain flyer digital, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Salah satu materi unggulan yang diperkenalkan adalah penggunaan platform Gemini untuk membantu menyusun materi dakwah yang informatif, kreatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Adaptasi Dakwah Modern

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Hj. Nurayati, menegaskan bahwa perkembangan teknologi menuntut organisasi keagamaan untuk beradaptasi dengan cara berdakwah yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam. Menurutnya, dakwah tidak lagi cukup hanya dilakukan melalui ceramah atau pertemuan tatap muka, tetapi juga harus mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai platform digital.

“Tujuan pelatihan ini adalah melatih ibu-ibu Muslimat NU untuk berdakwah melalui media digital. Dakwah saat ini tidak cukup hanya dilakukan secara lisan, tetapi dakwah digital sudah menjadi kebutuhan di era sekarang. Karena itu kami ingin kader Muslimat NU mampu memanfaatkan teknologi untuk kepentingan umat, bukan sekadar untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Hj. Nurayati menjelaskan, dalam pelatihan ini setiap PAC mengirimkan tiga orang peserta sebagai perwakilan. Skema ini dirancang agar ilmu yang diperoleh dapat diteruskan kepada kader lain di tingkat kecamatan hingga tingkat Ranting di desa-desa.

Melalui pola tersebut, kemampuan membuat konten dakwah digital diharapkan tidak hanya dimiliki pengurus cabang, tetapi juga berkembang hingga tingkat paling bawah. Dengan demikian, kegiatan-kegiatan Muslimat NU dapat terdokumentasi dan dipublikasikan secara lebih luas.

“Kami ingin dakwah digital benar-benar mengakar, bukan hanya di tingkat PC tetapi juga sampai ke ranting. Selama ini banyak kegiatan Muslimat NU yang belum terdokumentasikan dan dipublikasikan secara baik karena keterbatasan kemampuan digital. Melalui pelatihan ini kami berharap para kader mampu membuat konten yang sederhana namun bermanfaat untuk umat,” jelasnya.

Ubah Pola Pikir Pemanfaatan Smartphone

Lebih lanjut, Hj. Nurayati menilai teknologi informasi harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat syiar Islam, menyebarkan nilai-nilai kebaikan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat melalui konten yang positif dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, ia mengajak para kader untuk mengubah pola pikir (mindset) dalam memanfaatkan telepon genggam (smartphone).

Menurutnya, perangkat digital tidak hanya digunakan untuk komunikasi pribadi atau aktivitas media sosial semata, tetapi juga dapat menjadi media dakwah yang efektif.

“Kami ingin mengubah cara pandang bahwa telepon genggam bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau sekadar membuat status. HP harus menjadi media dakwah yang memberikan manfaat bagi umat. Niat utamanya adalah memperkuat dakwah melalui teknologi informasi sehingga Muslimat NU mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, Hj. Nurayati berharap lahir kader-kader yang mampu memproduksi konten dakwah berkualitas, memanfaatkan teknologi digital secara bijak, serta memperluas jangkauan syiar Islam di tengah masyarakat.

“Penguatan kompetensi digital ini diharapkan mendukung peran Muslimat NU sebagai organisasi perempuan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: M Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • E48d3abb 2a52 4d73 b93b b7edd5d370ea

    PC Fatayat NU Probolinggo Audiensi ke DP3AP2KB, Dorong Kolaborasi Pendampingan Perempuan dan Anak

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo menerima audiensi Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo bersama Lembaga Konsultasi dan Perlindungan Perempuan dan Anak (LKP3A), Rabu (7/1/2026). Audiensi tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kabupaten Probolinggo. Rombongan PC Fatayat NU […]

  • IMG 20260317

    Puncak Tadarus MWCNU Sumberasih, Jemput Lailatul Qadar, Perkuat Barisan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Aswandi
    • 0Komentar

    SUMBERASIH – Memanfaatkan momentum mustajab malam ke-27 Ramadhan 1447 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, menggelar “Malam Puncak Tadarus Bersama Ranting dan Banom” pada Senin (16/03/2026). Bertempat di Kantor MWCNU setempat, agenda ini bukan sekadar khataman Al-Qur’an, melainkan menjadi panggung konsolidasi akbar untuk menyatukan visi harakah (gerakan) dan amaliyah (praktik ibadah) […]

  • IMG 20260611 WA0021

    Haflah PP Miftahul Khoir Probolinggo: Stop Nikah Dini dan Stunting

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 1Komentar

    KURIPAN– Momentum kelulusan santri tidak boleh menjadi akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Sebaliknya, pesantren harus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai pernikahan anak di bawah umur yang memicu tingginya angka stunting di tengah masyarakat. Pesan kuat inilah yang menggema dalam acara Haflatul Imtihan madrasah formal di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Desa Menyono, […]

  • IMG 20260418 WA0034

    Ketua PCNU Probolinggo: Halal Bihalal Ini ‘Kick Off’ Khidmah Kita

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menegaskan bahwa momentum halal bihalal tahun ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Ia menyebut pertemuan ini sebagai kick off atau titik mula pengabdian total bagi seluruh jajaran pengurus dalam berkhidmah di Nahdlatul Ulama. “Halal bihalal ini harus menjadi kick off untuk kita […]

  • Arafah

    Bolehkah Jemaah Haji Qashar Salat di Arafah? Ini Penjelasan LBM PCNU Probolinggo

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Ribuan jemaah haji gelombang pertama saat ini tengah khusyuk menjalankan ibadah Arbain di Madinah. Sembari menanti jadwal pergeseran menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan puncak haji, sebuah diskusi fikih penting muncul. “Jika nanti sudah menetap beberapa hari di hotel Makkah, apakah saat wukuf di Arafah masih boleh menjamak dan mengqashar salat?” Persoalan ini […]

  • Pengeras suara masjid

    Aturan Ramadhan 2026 di Probolinggo: Batas Speaker Hingga Larangan Dine-In

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kabupaten Probolinggo menyampaikan seruan untuk menjaga marwah dan kekhusyukan Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Dalam Taushiyah yang diterbitkan pada Rabu (18/02/2026), MUI menekankan pentingnya pembatasan operasional pengeras suara masjid serta pengaturan bagi rumah makan guna memastikan ibadah puasa berjalan tanpa gangguan kemaksiatan maupun kebisingan yang berlebihan. Ketentuan Operasional Warung […]

expand_less