Breaking News
dark_mode
Trending

Gerakan Urun Daya: Menghimpun Memori Kolektif PCNU Probolinggo

  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENJELANG momentum sakral pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 di Ponpes Darul Muklashin, Tegalsiwalan, pada 7 Juni 2026, sebuah pertanyaan sederhana muncul di notifikasi pesan saya:

“Ustadz, punya tulisan sejarah PCNU Kabupaten Probolinggo? Atau kaleidoskop kemarin isinya tentang apa ya? Butuh konten untuk video pelantikan.”

Pertanyaan ini bukan sekadar permintaan data teknis, melainkan cermin dari kerinduan kita akan akar. Rekan saya itu menanyakan kaleidoskop karena ia tahu, pengurus LTN NU masa khidmat 2020-2025 pernah penyusunan jejak organisasi.

Namun, yang ia tidak tahu, upaya besar itu sempat terhenti karena satu kendala klasik: minimnya partisipasi dan data yang terserak.

Pada kesempatan lain, seorang sahabat mengirimkan usulan yang menggugah agar mulai memublikasikan pengurus PCNU dari masa ke masa. Sehari berselang, ia mengirimkan foto-foto dokumen lawas berupa Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) tahun 1980 dan 1989.

Di sana, tertulis nama-nama besar yang menjadi saksi sejarah. Kartanu tahun 1980 ditandatangani oleh Rois Am PBNU KH Bisri Syansuri, Ketua PBNU KH Idham Chalid, serta Rais PCNU KH Bustami dan Ketua PCNU KH Mashud.

Sementara Kartanu tahun 1989 memuat tanda tangan Rois Am KH Ahmad Siddiq, Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid, serta Rais PCNU KH Saifouridzal dan Ketua PCNU Sabaja Atmadja.

Foto-foto ini bukan sekadar kartu lama. Ini adalah mozaik sejarah yang otentik.

Saat melihatnya, satu ide muncul: Bagaimana jika sejarah PCNU Kabupaten Probolinggo kita susun bersama melalui gerakan urun daya atau crowdsourcing?

Urun daya secara sederhana adalah metode penghimpunan data dengan cara melibatkan banyak orang secara sukarela.

Dalam konteks sejarah, ini bukan tentang menunggu satu atau dua orang menulis buku. Melainkan tentang mengumpulkan kepingan memori dari ribuan warga Nahdliyin di tingkat ranting, MWC, hingga cabang.

Bayangkan, sejarah PCNU Kabupaten Probolinggo sebagai sebuah teka-teki raksasa yang kepingannya tersebar di lemari-lemari tua, laci meja pengurus lama, hingga ingatan para sesepuh di pelosok desa.

Urun daya adalah ajakan bagi kita semua untuk ‘menyerahkan’ kepingan yang kita miliki agar gambaran besar sejarah organisasi kita menjadi utuh.

Metode urun daya ini sebenarnya bukan hal asing bagi tradisi Nahdliyin. Kita bisa melihat keberhasilan luar biasa dalam upaya pendokumentasian sejarah melalui gerakan serupa, seperti yang dilakukan oleh tim Nahdlatul Ulama Online atau komunitas pegiat sejarah NU di berbagai daerah.

Mereka berhasil menyusun biografi kiai dan sejarah berdirinya cabang-cabang NU dengan menghimpun narasi dari ribuan santri dan alumni yang tersebar di pelosok Nusantara. Kepingan kesaksian yang awalnya berserakan di buku harian pribadi atau ingatan para alumni, ketika disatukan, mampu melahirkan potret sejarah yang utuh dan mendalam.

Keberhasilan mereka membuktikan bahwa sejarah organisasi sebesar NU tidak cukup ditulis di balik meja, melainkan harus digerakkan oleh tangan-tangan warga di akar rumput yang memiliki kesadaran kolektif untuk merawat sanad sejarahnya sendiri.

Sesuai namanya, pelaksanaan gerakan ini akan berjalan secara inklusif dan partisipatif. Segenap pengurus dan warga NU diundang untuk melakukan digitalisasi kolektif dengan memotret atau memindai dokumen lawas, seperti surat keputusan, foto kegiatan, atau kartu anggota milik keluarga atau organisasi di tingkat MWC dan Ranting.

Sesepuh atau saksi sejarah juga diberi ruang seluas-luasnya untuk berbagi kisah melalui sejarah lisan.  Seluruh data yang terkumpul, akan dikurasi dan diverifikasi oleh tim ahli, sebelum dikontekstualisasikan menjadi narasi sejarah yang rapi, akurat, dan inspiratif.

Kita tidak bisa membiarkan sejarah organisasi yang sudah melewati sepuluh kali Konfercab ini hilang begitu saja.

Jika PCNU lain bisa, PCNU Kabupaten Probolinggo—dengan kekuatan jam’iyah dan jamaahnya—pasti bisa melakukannya lebih baik.

Jika Anda memiliki dokumen, foto, atau cerita tentang perjalanan PCNU Kabupaten Probolinggo, jangan biarkan ia tersimpan sendiri. Mari kita rangkai menjadi sejarah yang akan dibaca oleh anak cucu kita kelak. (*)

Oleh: Muhammad Iqbal, S. Sos. I, M. Pd

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (1)

  • MUSHTHOFAMUSHTHOFA

    Keluarga Kyai Mugi sebagai Rais Syuriah pertama dan selanjutnya Keluarga Besar Alm. Kyai Abdul Ghani Beberan sebagai mantan Rais Syuriah pada jamannya, dan saksi hidup Kyai H. Madhari Sidiq Cokro yang menjabat sebagai Katib (periode belum diketahui) perlu didalami dan diverifikasi sejarahnya.

    Balas2 Juni 2026 22:21

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260712 WA0029

    MWCNU Bantaran Gelar Istighosah dan Santunan Sambut Muktamar NU

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Jamaluddin
    • 0Komentar

    BANTARAN- Menjelang perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, berbagai PCNU dan MWCNU mulai bergerak menyemarakkan syiar. Salah satunya ditunjukkan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Bantaran, Kabupaten Probolinggo, yang menggelar kegiatan istighosah dan santunan anak yatim pada Ahad, 12 […]

  • Sij87qk6x9fsvvg

    Medsos Gempur Remaja dengan Konten LGBT, Orang Tua Harus Apa?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Ruang digital hari ini menyuguhkan tantangan pengasuhan yang luar biasa berat bagi para orang tua. Salah satu fenomena yang kian mengkhawatirkan adalah maraknya tren dan masifnya eksposur konten terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di berbagai platform media sosial. Konten terkait LGBT di berbagai platform media sosial itu, teridentifikasi menyasar kalangan anak-anak […]

  • IMG 20260527 WA0022

    Kisah Heroisme Sunyi Petugas Haji Probolinggo di Terik Mina

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    MINA– Terik matahari di atas hamparan tenda putih Mina seolah membakar apa saja yang menyentuh bumi. Angka di termometer merangkak naik, menembus batas cuaca ekstrem yang menguras fisik. Di luar sana, jutaan manusia bergerak laksana lautan putih, bergemuruh melangkah menuju jembatan Jamarat untuk melontarkan batu-batu kerikil, sebuah simbol perlawanan terhadap kebatilan. Namun, di dalam sebuah […]

  • 667fd755 8f65 4c61 b56c cdc837d91304

    Dalam Haul KH. Utsman Husein, KH. Tuhfatul Ghani Ingatkan Besarnya Jasa Guru

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Agus Sholeh
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Situbondo, KH. Tuhfatul Ghani Mufaddhal menyampaikan tausiah penuh hikmah dalam acara Haul ke-32 KH. Utsman Husein, Pendiri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kamis (21/5/2026). Dalam tausiahnya, menantu KHR. Mohammad Kholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Walisongo Situbondo itu mengingatkan jamaah tentang besarnya hak dan jasa guru dalam kehidupan manusia. […]

  • IMG 20260728

    MWCNU Wonomerto: Restu Orang Tua ke IPNU-IPPNU Adalah Investasi Kader

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Sulaiman
    • 0Komentar

    WONOMERTO– Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto, Muhammad Muhsin, M.Pd., mengimbau para orang tua warga Nahdliyin agar memberikan dukungan dan restu penuh kepada putra-putri mereka yang aktif di badan otonom (Banom) NU, khususnya IPNU dan IPPNU. Menurut Muhsin, keterlibatan generasi muda dalam wadah organisasi Nahdlatul Ulama merupakan bentuk investasi penting jangka panjang […]

  • WhatsApp Image 2026 04 25 at 16.34.04

    Harlah Fatayat NU Ke-76, Sofia Dorong Peran Perempuan Berdaya dan Berdampak Nyata di Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Dalam momentum peringatan Harlah Fatayat NU, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menghadirkan gerakan perempuan yang tidak hanya berdaya, tetapi juga berdampak nyata di tengah masyarakat. Semangat “Fatayat NU Berdaya dan Berdampak” diwujudkan melalui berbagai program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Salah satu program unggulan […]

expand_less