Breaking News
dark_mode
Trending

Menembus Kabut Lereng Tengger, Kisah IPNU IPPNU Kuripan Turba ke Resongo

  • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO – Deru mesin sepeda motor meraung memecah keheningan lereng utara Pegunungan Tengger, Ahad (24/05/2026). Di atas aspal yang mulai berganti batu-batu lepas, belasan pemuda-pemudi berseragam batik hijau khas IPNU dan IPPNU tampak berkonsentrasi penuh.

Jalur menuju Desa Resongo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, memang bukan untuk pengendara yang ragu-ragu. Berada di ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut (mdpl), desa ini membentang di atas kontur perbukitan yang curam. Sudut tanjakan yang tajam, tikungan yang memotong tebing, hingga kepulan kabut tipis yang mulai turun menyelimuti jalur sempit berbatu, menjadi “menu pembuka” bagi pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kuripan hari itu.

Sore itu, mereka sedang menjalankan misi organisasi bertajuk Turun ke Bawah (Turba). Tujuannya satu: menyambangi Pimpinan Ranting (PR) Desa Resongo yang berpusat di Dusun Watuewuh, tepatnya di kediaman salah satu kader bernama Rekan Adit.

Ketua PAC IPNU Kuripan, Rekan Malik Fajar, mengakui bahwa perjalanan menuju Resongo kali ini benar-benar menguji nyali sekaligus fisik jajarannya. Di beberapa titik, ban motor sempat selip di atas jalur tanah yang licin dan bebatuan makadam yang rawan.

“Perjalanan menuju Resongo ini benar-benar penuh tantangan. Kami harus melewati jalanan berbatu, tanjakan yang sangat curam, hingga akses jalan yang sempit. Bagian paling ekstrem ada di area tanjakan berbatu yang rawan, apalagi jika cuaca tidak mendukung,” kenang Malik sembari menyeka peluh.

Namun bagi Malik, ekstremnya medan geografis Kuripan justru melahirkan romantisme tersendiri dalam berorganisasi. “Di situlah letak seninya. Kebersamaan dan kekompakan antara kader PAC dan ranting selama perjalanan hingga kegiatan berlangsung justru membuat lelah itu tidak terasa,” imbuhnya tersenyum.

Rasa was-was dan pegal di pundak para pengurus PAC seketika luruh begitu roda motor mereka memasuki pelataran Dusun Watuewuh. Sambutan hangat, senyuman khas warga pegunungan, serta secangkir kopi hangat khas lereng Tengger langsung menyambut mereka. Suasana dinginnya Resongo mendadak berubah menjadi hangat penuh kekeluargaan.

Di tempat yang sederhana namun penuh khidmah, forum diskusi mengalir renyah. Tidak ada sekat. Lintas generasi pelajar NU ini membaur mematangkan program kerja, membedah dinamika organisasi, hingga memantik kembali semangat juang di akar rumput.

Ketua PAC IPPNU Kuripan, Rekanita Yulia Riski, memandang perjalanan menembus batas geografis ini sebagai sebuah tamparan sekaligus pelajaran spiritual yang mahal tentang arti khidmah yang sesungguhnya.

“Dari perjalanan ekstrem ini, kami belajar banyak tentang arti penting perjuangan, kekompakan, dan pengorbanan. Lebih dari itu, kegiatan ini menyadarkan kami semua bahwa semangat rekan dan rekanita di daerah pelosok tetap luar biasa membara, meskipun mereka dihadapkan pada keterbatasan akses mobilitas maupun fasilitas,” tutur Yulia dengan mata berbinar penuh apresiasi.

Kendati misi mengobarkan syiar Nahdlatul Ulama di pelosok Resongo sukses ditunaikan, PAC Kuripan tidak ingin jemawa. Medan berat lereng Tengger ini menjadi catatan evaluasi berharga bagi manajemen internal organisasi. Ke depan, untuk turba ke wilayah terpencil, kesiapan armada, pengecekan kelaikan kendaraan, koordinasi rute, hingga logistik keselamatan akan diperketat.

Ketika malam mulai turun dan suhu udara Resongo kian menusuk tulang, rombongan pelajar NU ini bersiap pulang. Mereka kembali menembus jalanan gelap berbukit, namun kali ini dengan dada yang lebih lapang dan semangat yang kian menebal—membuktikan bahwa benteng Ahlussunnah wal Jamaah di Kuripan akan tetap kokoh merawat zaman, sejauh apa pun jalurnya terpencil.(*)

  • Penulis: Agus Budi Cahyono
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260519 WA0014

    Ketua PCNU di Musran Kropak: Program NU Harus Hidup di Akar Rumput

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    KROPAK – Musyawarah Ranting (Musran) Nahdlatul Ulama (NU) Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo yang digelar pada Senin (28/5/2026) malam, resmi menetapkan nahkoda baru untuk masa khidmah 2026-2031. Dalam musyawarah yang berlangsung khidmat di Musala Al-Barokah, Dusun Pasar Sambek tersebut, Kiai Bakir Kholil terpilih sebagai Rais Syuriah, sementara Ustadz Syahid secara aklamasi mandat amanah sebagai […]

  • Wonomerto

    Lantik MWCNU Wonomerto, PCNU Probolinggo Tekankan 4 Instruksi dan Isu Gen-Z

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle M. Syamsuli Akbar
    • 0Komentar

    WONOMERTO— Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto dan Pengurus Ranting NU (PRNU) se-Kecamatan Wonomerto Masa Khidmah 2026–2031 berlangsung khidmat dan penuh semangat di Yayasan Miftahul Ulum Nurul Hasan Tunggak Cerme, Sabtu (5/9/2026). Dipadukan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, gelaran ini sekaligus menjadi titik awal (kick-off) dari rangkaian pelantikan MWCNU dan PRNU […]

  • 1778878275126 photo_camera 1

    Pesan Tegas Rais Syuriah MWCNU Dringu: Saatnya NU Bangkit Lebih Kuat dan Lebih Maju

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    DRINGU – Rais Syuriah MWCNU Dringu PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiyai Mustamir, menyampaikan harapannya agar Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Kecamatan Dringu terus berkembang pesat dan semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, perkembangan organisasi tidak hanya diukur dari jumlah anggota, tetapi juga dari kekuatan dalam menjaga persatuan umat, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta meningkatkan kepedulian sosial […]

  • 2

    JQH Probolinggo Kenalkan Metode Tartila: Cara Asyik Santri Belajar Tajwid

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO— Menghadapi tantangan zaman modern, metode pengajaran mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dituntut untuk bertransformasi menjadi lebih sistematis, efektif, namun tetap menyenangkan bagi anak-anak tanpa mengabaikan kaidah ilmu tajwid. Menjawab tantangan tersebut, JQH PCNU Kabupaten Probolinggo menggelar Diklat Guru Al-Qur’an Metode Tartila yang diikuti oleh sekitar 50 guru TPQ utusan dari berbagai kecamatan se-Kabupaten […]

  • WhatsApp Image 2025 07 07 at 10.17.23 bb7537d2

    Dzahin Alaisa, Yatim Cilik dari Probolinggo Hafal Juz 30 di Usia 7 Tahun: Bukti bahwa Cinta Al-Qur’an Bisa Menguatkan Segalanya

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Probolinggo, Jawa Timur – Di pelosok Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, seorang anak perempuan bernama Dzahin Alaisa tumbuh menjadi inspirasi bagi banyak orang. Lahir pada 26 Agustus 2016, Dzahin kini berusia 7 tahun dan telah menghafal Juz 30 Al-Qur’an, serta bercita-cita menjadi seorang Hafidzoh. Dzahin adalah siswi aktif di MI Tarbiyatul Ula Desa Sumberkare, […]

  • Suasana Proses Pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo.

    Anggota DPRD Probolinggo Junaedi, Dilantik Jadi Pengurus ASWAJA NU Center PCNU

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN– Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Junaedi dari Fraksi PPP, resmi dilantik sebagai Bendahara ASWAJA NU Center dalam pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo periode 2026–2031. Pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo digelar di Halaman Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Kecamatan Tegalsiwalan, pada Minggu, 7 Juni 2026. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dan […]

expand_less