Breaking News
dark_mode
Trending

Menembus Kabut Lereng Tengger, Kisah IPNU IPPNU Kuripan Turba ke Resongo

  • calendar_month 17 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO – Deru mesin sepeda motor meraung memecah keheningan lereng utara Pegunungan Tengger, Ahad (24/05/2026). Di atas aspal yang mulai berganti batu-batu lepas, belasan pemuda-pemudi berseragam batik hijau khas IPNU dan IPPNU tampak berkonsentrasi penuh.

Jalur menuju Desa Resongo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, memang bukan untuk pengendara yang ragu-ragu. Berada di ketinggian di atas 500 meter di atas permukaan laut (mdpl), desa ini membentang di atas kontur perbukitan yang curam. Sudut tanjakan yang tajam, tikungan yang memotong tebing, hingga kepulan kabut tipis yang mulai turun menyelimuti jalur sempit berbatu, menjadi “menu pembuka” bagi pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kuripan hari itu.

Sore itu, mereka sedang menjalankan misi organisasi bertajuk Turun ke Bawah (Turba). Tujuannya satu: menyambangi Pimpinan Ranting (PR) Desa Resongo yang berpusat di Dusun Watuewuh, tepatnya di kediaman salah satu kader bernama Rekan Adit.

Ketua PAC IPNU Kuripan, Rekan Malik Fajar, mengakui bahwa perjalanan menuju Resongo kali ini benar-benar menguji nyali sekaligus fisik jajarannya. Di beberapa titik, ban motor sempat selip di atas jalur tanah yang licin dan bebatuan makadam yang rawan.

“Perjalanan menuju Resongo ini benar-benar penuh tantangan. Kami harus melewati jalanan berbatu, tanjakan yang sangat curam, hingga akses jalan yang sempit. Bagian paling ekstrem ada di area tanjakan berbatu yang rawan, apalagi jika cuaca tidak mendukung,” kenang Malik sembari menyeka peluh.

Namun bagi Malik, ekstremnya medan geografis Kuripan justru melahirkan romantisme tersendiri dalam berorganisasi. “Di situlah letak seninya. Kebersamaan dan kekompakan antara kader PAC dan ranting selama perjalanan hingga kegiatan berlangsung justru membuat lelah itu tidak terasa,” imbuhnya tersenyum.

Rasa was-was dan pegal di pundak para pengurus PAC seketika luruh begitu roda motor mereka memasuki pelataran Dusun Watuewuh. Sambutan hangat, senyuman khas warga pegunungan, serta secangkir kopi hangat khas lereng Tengger langsung menyambut mereka. Suasana dinginnya Resongo mendadak berubah menjadi hangat penuh kekeluargaan.

Di tempat yang sederhana namun penuh khidmah, forum diskusi mengalir renyah. Tidak ada sekat. Lintas generasi pelajar NU ini membaur mematangkan program kerja, membedah dinamika organisasi, hingga memantik kembali semangat juang di akar rumput.

Ketua PAC IPPNU Kuripan, Rekanita Yulia Riski, memandang perjalanan menembus batas geografis ini sebagai sebuah tamparan sekaligus pelajaran spiritual yang mahal tentang arti khidmah yang sesungguhnya.

“Dari perjalanan ekstrem ini, kami belajar banyak tentang arti penting perjuangan, kekompakan, dan pengorbanan. Lebih dari itu, kegiatan ini menyadarkan kami semua bahwa semangat rekan dan rekanita di daerah pelosok tetap luar biasa membara, meskipun mereka dihadapkan pada keterbatasan akses mobilitas maupun fasilitas,” tutur Yulia dengan mata berbinar penuh apresiasi.

Kendati misi mengobarkan syiar Nahdlatul Ulama di pelosok Resongo sukses ditunaikan, PAC Kuripan tidak ingin jemawa. Medan berat lereng Tengger ini menjadi catatan evaluasi berharga bagi manajemen internal organisasi. Ke depan, untuk turba ke wilayah terpencil, kesiapan armada, pengecekan kelaikan kendaraan, koordinasi rute, hingga logistik keselamatan akan diperketat.

Ketika malam mulai turun dan suhu udara Resongo kian menusuk tulang, rombongan pelajar NU ini bersiap pulang. Mereka kembali menembus jalanan gelap berbukit, namun kali ini dengan dada yang lebih lapang dan semangat yang kian menebal—membuktikan bahwa benteng Ahlussunnah wal Jamaah di Kuripan akan tetap kokoh merawat zaman, sejauh apa pun jalurnya terpencil.(*)

  • Penulis: Agus Budi Cahyono
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20240501 WA0015

    Peringati Hari Buruh Internasional, Sarbumusi Probolinggo Adakan Halal Bihalal

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    nuprobolinggo.or.id –Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (01/05/204), Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Probolinggo menggelar Halal Bihalal di Kantor PCNU Setempat. Kegiatan ini mengundang seluruh Banom dan Lembaga Se- Kabupaten Probolinggo sekitar 50 peserta. Ketua DPC Sarbumusi, Babul Arifandi mengatakan, sejatinya pihaknya mendapatkan undangan untuk mengikuti aksi turun jalan di […]

  • 1000439921

    Solidaritas Nahdliyyin Dringu Mengalir untuk Korban Banjir Sumatera dan Aceh

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 1Komentar

    DRINGU– Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir di Sumatera dan Aceh. Aksi kemanusiaan ini digelar di sejumlah pasar di Kecamatan Dringu, termasuk Pasar Dringu, Pasar Keldhuk, dan Pasar Bawang pada Rabu 7 Januari 2026. Pantauan di lokasi, para kiai, ustad, serta warga […]

  • IMG 20260318 WA0011

    Memperkuat Poros Pelajar: Menakar Dampak “Kurma Korsa” CBP-KPP Tapal Kuda di Paiton

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO- Solidaritas kader Corps Brigade Pelajar (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) di wilayah Tapal Kuda memasuki babak baru. Pertemuan bertajuk “Kurma Korsa: Kuatkan Rasa Makin Kompak, Optimalkan Raga Semangat Anggota” yang digelar di Villa Saka 9 Pondok Pesantren Nurul Qodim, Paiton beberapa waktu lalu, bukan sekadar seremoni buka puasa bersama, melainkan peletakan batu pertama […]

  • IMG 20260519 WA0014

    Ketua PCNU di Musran Kropak: Program NU Harus Hidup di Akar Rumput

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    KROPAK – Musyawarah Ranting (Musran) Nahdlatul Ulama (NU) Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo yang digelar pada Senin (28/5/2026) malam, resmi menetapkan nahkoda baru untuk masa khidmah 2026-2031. Dalam musyawarah yang berlangsung khidmat di Musala Al-Barokah, Dusun Pasar Sambek tersebut, Kiai Bakir Kholil terpilih sebagai Rais Syuriah, sementara Ustadz Syahid secara aklamasi mandat amanah sebagai […]

  • IMG 20260216 WA0029

    SMK NU Bantaran: Mencetak Teknisi Multimedia Berkarakter Khaira Ummah

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – LP Ma’arif NU Kabupaten Probolinggo terus memperkuat sektor pendidikan vokasi melalui SMK NU Bantaran yang memfokuskan diri pada pencetakan generasi muslim Khaira Ummah. Sekolah yang berlokasi di wilayah strategis Bantaran ini, memadukan keahlian teknologi multimedia dengan fondasi karakter santri guna menjawab tantangan dunia kerja global. Institusi ini mematok visi besar untuk menjadi pusat […]

expand_less