Ketua PCNU di Musran Kropak: Program NU Harus Hidup di Akar Rumput
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KROPAK – Musyawarah Ranting (Musran) Nahdlatul Ulama (NU) Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo yang digelar pada Senin (28/5/2026) malam, resmi menetapkan nahkoda baru untuk masa khidmah 2026-2031.
Dalam musyawarah yang berlangsung khidmat di Musala Al-Barokah, Dusun Pasar Sambek tersebut, Kiai Bakir Kholil terpilih sebagai Rais Syuriah, sementara Ustadz Syahid secara aklamasi mandat amanah sebagai Ketua Tanfidziyah.
Musran Kropak ini memiliki nilai strategis karena menjadi pembuka (kick-off) bagi rangkaian musyawarah ranting di 10 desa lainnya di wilayah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bantaran.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, Sekretaris PCNU Muhammad Nawawi, serta jajaran pengurus MWCNU Bantaran. Tak hanya struktural, ratusan kader NU, tokoh agama, dan tokoh masyarakat desa setempat turut memadati lokasi acara.
Menghidupkan NU di Akar Rumput
Dalam pengarahannya, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menekankan pentingnya penguatan struktur NU di tingkat paling bawah. Ia menegaskan bahwa PCNU berkomitmen agar geliat program dan kegiatan kemasyarakatan tidak boleh menumpuk di tingkat kecamatan (MWCNU) saja.
“Seperti apa ranting NU ke depan, kita tentukan lewat musyawarah malam ini. Apakah akan semakin tajam dan kuat, atau biasa-biasa saja,” ujar Kiai Teguh di hadapan para musyawirin.
Kiai Teguh menaruh harapan besar agar kepengurusan Ranting NU Kropak yang baru segera merumuskan program kerja yang konkret dan menyentuh langsung kebutuhan warga. Menurutnya, kehadiran jam’iyah NU harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di akar rumput, bahkan hingga tingkat anak ranting (dusun).
Pemilihan Guyub dan Aklamasi
Proses regenerasi kepemimpinan berjalan dengan sejuk khas pesantren. Tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) menetapkan Kiai Bakir Kholil untuk menjaga gawang spiritual dan hukum penataan organisasi sebagai Rais Syuriah.
Sementara itu, untuk posisi pelaksana harian atau Tanfidziyah, seluruh kader dan peserta musyawarah secara aklamasi menetapkan Ustadz Syahid sebagai Ketua Ranting NU Kropak lima tahun ke depan.
Dengan terbentuknya duet kepemimpinan Kiai Bakir Kholil dan Ustadz Syahid ini, Ranting NU Kropak diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi 10 ranting lain di Kecamatan Bantaran yang akan segera menyusul melaksanakan musyawarah serupa. (*)
- Penulis: M Iqbal

Saat ini belum ada komentar