Breaking News
dark_mode
Trending

Catatan Perjalanan Haji: ‘Drama’ Aplikasi Nusuk dan Tangis di Madinah

  • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: H. Ahmad Zaini

MADINAH – Menjadi pelayan tamu Allah (Dhuyufurrahman) memang penuh warna. Bukan hanya soal membimbing ibadah, tapi juga harus siap menjadi teknisi dadakan hingga penengah urusan rumah tangga jemaah.

Pengalaman unik ini saya alami sendiri saat mendampingi rombongan jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo di bawah payung Masjid Nabawi, Kota Madinah, yang megah.

Hingga Selasa, 28 April 2026, suasana di Kota Rasul ini memang sangat padat. Tercatat sebanyak 36.483 jemaah haji asal Indonesia telah tiba di Madinah, termasuk di dalamnya 1.204 jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo.

Kami dijadwalkan menginap selama 8-9 hari di sini sebelum bergeser ke Makkah. Fokus utama kami adalah menjalani ibadah Arbain, yaitu melaksanakan salat fardhu berjamaah selama 40 waktu berturut-turut di Masjid Nabawi tanpa terputus.

Namun, di sela kekhusyukan Arbain, ada satu tantangan besar bagi jemaah masa kini: aplikasi Nusuk.

Bagi jemaah haji, Nusuk adalah kunci utama. Ini adalah aplikasi resmi Pemerintah Arab Saudi untuk mengatur izin masuk ke Raudah, taman surga di dalam Masjid Nabawi yang menjadi tempat paling mustajab untuk berdoa. Tanpa jadwal di aplikasi ini, jangan harap bisa melewati penjagaan ketat askar.

Masalahnya, banyak jemaah kita yang sudah sepuh dan tidak akrab dengan dunia digital. Mereka datang dengan niat suci yang besar, namun terbentur administrasi aplikasi yang memerlukan verifikasi email hingga jaringan internet.

Sebagai ketua rombongan, saya merasa niser (kasihan). Akhirnya, saya putuskan meminjamkan ponsel saya agar mereka bisa masuk ke area mustajab itu secara bergantian.

Salah satu jemaah, sebut saja Pak Miskun, ponselnya tidak mendukung aplikasi Nusuk. Karena jadwal miliknya sudah keluar di HP saya, akhirnya saya ajak dia “tukar nasib” sementara.

“Ini Pak, Bapak pakai HP saya, HP Bapak saya pegang dulu,” kata saya saat itu.

Perlu dipahami, di Masjid Nabawi, aturan pemisahan antara jemaah pria dan wanita diterapkan sangat ketat, baik untuk area shalat harian maupun akses masuk menuju Raudah.

Karena perbedaan jadwal dan jalur masuk inilah, Pak Miskun harus berjuang sendirian terpisah dari istrinya demi mengejar impian bersujud di Raudah.

Setelah Pak Miskun masuk ke antrean Raudah, saya kembali ke hotel.

Tangis dan Kepanikan di Madinah

Sebelum ke kamar sendiri, saya mampir ke kamar istri saya untuk membantu memasang hanger dan memperbaiku stopkontak. Begitu selesai, saya pindah ke kamar sebelah. Ngobrol tentang aplikasi Nusuk.

Hingga beberapa saat kemudian, teman istri saya menyerahkan HP milik Pak Mikun kepada saya. Seraya mengabarkan bahwa HP tersebut berkali-kali menerima panggilan.

Sampeyan serah, Bu?” (Anda siapa, Bu) tanya saya ke wanita di ujung telepon.

Kaule bininah Pak Miskun.” (Saya istinya Pak Miskun), jawab itu itu.

Dari gagang HP, istri Pak Miskun terdengar menangis tersedu-sedu yang membuat saya bingung.

Anapah, Bu?” (Kenapa, Bu)

“Pak Miskun tadek mole molaen gellek.” (Pak Miskun belum pulang mulai tadi), jawabnya.

Melalui sambungan telepon itu, akhirnya saya jelaskan kepada istri Pak Miskun bahwa suaminya sedang ziarah ke Raudah. Saya sampaikan juga bahwa kami bertukar HP, karena HP Pak Miskun tidak support ke Aplikasi Nusuk.

Awal Mula Kepanikan

Sebelumnya, begitu saya selesai memperbaiki hanger dan stopkontak serta mengobrol dengan jemaah lain di kamar yang berbeda, HP Pak Miskun yang saya pegang tertinggal. Saat itulah, HP tersebut beberapa kali menerima panggilan dari istri Pak Miskun.

Istri saya yang tak mengetahui riwayat pertukaran HP antara saya dan Pak Miskun, menjawab panggilan tersebut. Dikira HP saya.

Mendengar suara perempuan asing yang menjawab telepon suaminya, seketika suasana menjadi kacau.

Istri Pak Miskun langsung syok. Dia menangis sesenggukan. Dia mengira suaminya sedang bermain api di tanah suci.

Saking paniknya, ia langsung mencari bantuan jemaah lain untuk melacak suaminya. Dia merasa kehilangan suaminya di tengah ibadah. Beruntung, informasi itu segera sampai ke saya. Saya langsung mengambil alih ponsel tersebut dan memberikan penjelasan.

Setelah mendengar penjelasan itu, barulah tangis cemburunya mereda. Istri Pak Miskun akhirnya menyadari bahwa perempuan yang mengangkat telepon tadi adalah istri saya. Suasana yang tadinya tegang, seketika berubah menjadi tawa haru saat mereka bertemu kembali di lobi hotel.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kami. Di tengah ribuan jemaah yang memadati Madinah, ujian bisa datang dari mana saja, bahkan dari sebuah miskomunikasi ponsel.

Alhamdulillah, setelah drama tersebut, Pak Miskun dan istrinya bisa kembali melanjutkan ibadah Arbain dengan tenang.

Salam dari Madinah Al-Munawwarah. (*)

  • Penulis: H. Ahmad Zaini
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2026 06 07 at 18.53.49

    Ketua PCNU Probolinggo: Pelantikan Jadi Momentum Penguatan Khidmat dan Sinergi

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN – Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menyampaikan pesan penting dalam sambutannya saat pelantikan di Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Ahad (7/6/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan ritme organisasi untuk menjawab tantangan umat. Berikut adalah pokok-pokok pikiran dari sambutan lengkap Kiai Teguh: Pelantikan sebagai Momentum Kebersamaan Pertemuan hari […]

  • IMG 20260822 WA0045

    Sinergi Ulama-Umara, Rois Syuriah dan Wabup Probolinggo Jalan Sehat Bareng

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    WONOMERTO– Wujud nyata sinergi ulama dan umara terpancar dalam peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Wonomerto. Rois Syuriah MWCNU Wonomerto, H. Malik Damanhuri, tampak padu berjalan berdampingan bersama Wakil Bupati Probolinggo, H. Fahmi Abdul Haq Zaini (Ra Fahmi), saat membuka dan mengikuti jalan sehat bersama ribuan warga di Lapangan Wonomerto, Sabtu (22/8/2026). Kebersamaan tokoh agama […]

  • Sij87qk6x9fsvvg

    Medsos Gempur Remaja dengan Konten LGBT, Orang Tua Harus Apa?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Ruang digital hari ini menyuguhkan tantangan pengasuhan yang luar biasa berat bagi para orang tua. Salah satu fenomena yang kian mengkhawatirkan adalah maraknya tren dan masifnya eksposur konten terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di berbagai platform media sosial. Konten terkait LGBT di berbagai platform media sosial itu, teridentifikasi menyasar kalangan anak-anak […]

  • 618c6417 8f94 4181 9971 f8f15b1a8f56

    Fatayat NU Probolinggo Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Fokus Tingkatkan IPM 2026

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Probolinggo – Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia, menegaskan komitmen organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2026. Rabu (14/01/2026) Fatayat NU hadir tidak hanya sebagai organisasi sosial-keagamaan, tetapi juga sebagai pelaksana program pemberdayaan masyarakat secara nyata, khususnya perempuan, anak, dan keluarga. Dalam berbagai kegiatan, Fatayat NU […]

  • Perda pesantren

    Bedah Perda Pesantren Probolinggo: Menakar Fungsi Tim Khusus dan Sinergi Dinas

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Setelah pada serial perdana kita mengupas jati diri dan tiga pilar besar fasilitasi pesantren, muncul sebuah tanda tanya besar berikutnya di ruang publik: bagaimana semua komitmen regulasi ini dieksekusi agar tidak macet di atas kertas? Siapa aktor birokrasi yang memegang kendali teknis, dan bagaimana jaminan agar aliran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah […]

  • IMG 20260217 WA0019

    LDNU Probolinggo Luncurkan Sentra Syiar Ramadan, Sasar Daerah Blank Spot

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 1Komentar

    BANTARAN– Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama atau LDNU Kabupaten Probolinggo meluncurkan Sentra Syiar Ramadan NU sekaligus melepas Dai Muda Ramadhan di Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin, Desa Kropak, Bantaran, Selasa (17/2/2025). Program ini dicanangkan untuk memperkuat dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah-wilayah pelosok yang minim kegiatan keagamaan. Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, yang […]

expand_less