MWCNU Wonomerto: Restu Orang Tua ke IPNU-IPPNU Adalah Investasi Kader
- calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WONOMERTO– Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto, Muhammad Muhsin, M.Pd., mengimbau para orang tua warga Nahdliyin agar memberikan dukungan dan restu penuh kepada putra-putri mereka yang aktif di badan otonom (Banom) NU, khususnya IPNU dan IPPNU.
Menurut Muhsin, keterlibatan generasi muda dalam wadah organisasi Nahdlatul Ulama merupakan bentuk investasi penting jangka panjang untuk mencetak kader penerus yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah.
“Dukungan orang tua kepada anak-anak yang aktif di badan otonom Nahdlatul Ulama sangat penting. Keterlibatan generasi muda di organisasi menjadi investasi penting dalam mencetak kader penerus yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” tegas Muhsin.
Pesan strategis terkait kaderisasi tersebut disampaikan Muhsin saat memberikan arahan dalam agenda rutin Lailatul Ijtima’ MWCNU Wonomerto yang dipadukan dengan rutinan sholawat di Mushola Al-Barokah, kediaman Ustaz Satir selaku Ketua Ranting NU Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Ahad (26/7/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung khidmat dan diikuti sekitar 100 jamaah. Hadir dalam kesempatan itu jajaran pengurus MWCNU Wonomerto, pengurus ranting NU, pengurus Banom NU, guru ngaji, warga NU, kader IPNU-IPPNU Wonomerto, PK IPNU-IPPNU MTs Miftahul Ulum Tunggak Cerme, serta jamaah rutinan sholawat.
Selain penekanan pada aspek kaderisasi pemuda, agenda ini juga diisi dengan seruan penguatan kemandirian organisasi oleh Rais Syuriyah MWCNU Wonomerto, KH. Malik Damanhuri. Dalam sambutannya, Kiai Malik menegaskan pentingnya memperkuat kemaslahatan umat melalui kebersamaan warga Nahdliyin.
Secara khusus, Kiai Malik mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk menyokong dan mendukug Gerakan Koin NU sebagai bentuk gotong royong nyata dalam membangun kemandirian jam’iyah serta memperluas kemanfaatan organisasi bagi masyarakat luas.
Tak hanya itu, aspek literasi dan pemantapan ideologi warga NU juga diperkuat melalui kajian kitab. Pengasuh majelis sekaligus narasumber kegiatan, KH. Syuhada’ Nasrullah, memaparkan materi dari Kitab Risalah Nahdlatul Ulama, karya monumental Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.
Dalam pemaparannya, KH. Syuhada’ mengajak jamaah untuk memahami dan mengamalkan secara sungguh-sungguh nilai-nilai dasar perjuangan Nahdlatul Ulama sebagai pedoman utama dalam menjaga akidah, tradisi, serta persatuan umat.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para jamaah tampak antusias menyimak dan mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari lantunan sholawat hingga materi kajian kitab yang disampaikan narasumber.
Untuk diketahui, kegiatan Lailatul Ijtima’ ini merupakan salah satu program rutin MWCNU Wonomerto yang diselenggarakan secara bergilir dari masjid ke masjid maupun mushola ke mushola di wilayah Kecamatan Wonomerto. Melalui program konsisten ini, MWCNU Wonomerto berharap dapat terus mempererat tali silaturahmi, memperkuat dakwah ke-NU-an di tingkat akar rumput, serta meningkatkan partisipasi aktif warga dalam berbagai program organisasi. (*)
- Penulis: Sulaiman
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar