Breaking News
dark_mode
Trending

PERTIN Fatayat Wonomerto, Merawat Ukhuwah Menguatkan Khidmat

  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus menjaga konsolidasi dan kebersamaan kader melalui Pertemuan Rutin (PERTIN) yang digelar setiap bulan.

PERTIN bulan September 2026 berlangsung di kediaman Heni, salah satu anggota Fatayat NU, di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Minggu (13/9/2026).

Ketua PAC Fatayat NU Wonomerto, Badriya Lailatul Izzah, S.Pd., mengatakan bahwa PERTIN menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga semangat anggota dalam berkhidmat di Fatayat NU.

Ia mengajak seluruh kader untuk tetap aktif, kompak, dan saling menguatkan dalam menjalankan kegiatan organisasi.

“Teruslah semangat dalam berkhidmat di Fatayat NU. Kita harus semakin kompak, aktif, dan saling menguatkan. Jangan pernah merasa bahwa apa yang kita lakukan itu kecil atau tidak berarti. Setiap langkah dan waktu yang kita luangkan untuk mengikuti kegiatan organisasi merupakan bagian dari pengabdian yang insyaallah bernilai ibadah,” ujar Badriya.

Menurutnya, keberlangsungan organisasi tidak hanya ditentukan oleh program-program besar, tetapi juga oleh konsistensi anggota dalam menjaga komunikasi, menghadiri kegiatan, serta saling mendukung dalam proses berorganisasi.

PERTIN PAC Fatayat NU Wonomerto biasanya dilaksanakan pada pekan pertama setiap bulan. Namun, pada September ini, pelaksanaannya digeser ke pekan kedua karena bertepatan dengan agenda di tingkat Pimpinan Cabang.

Lokasi kegiatan juga dilaksanakan secara bergiliran di rumah para anggota. Pola tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarkader sekaligus menjaga kedekatan antaranggota.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yalal Wathon, dan Mars Fatayat NU. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan istigasah, pembacaan Maulid Diba’, selawat, doa, serta sambutan Ketua PAC Fatayat NU Wonomerto.

Pada sejumlah pertemuan, kegiatan juga diisi dengan kajian keagamaan. Selain itu, arisan turut menjadi bagian dari agenda sebagai sarana mempererat kebersamaan dan menambah antusiasme kehadiran anggota.

PAC Fatayat NU Wonomerto saat ini memiliki sekitar 50 anggota yang tersebar di berbagai desa di Kecamatan Wonomerto.

Badriya berharap PERTIN dapat terus menjadi ruang konsolidasi yang menjaga ukhuwah, semangat khidmat, kekompakan, dan keaktifan kader Fatayat NU di Kecamatan Wonomerto.

  • Penulis: Moch Sulaiman
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260317

    Puncak Tadarus MWCNU Sumberasih, Jemput Lailatul Qadar, Perkuat Barisan

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Aswandi
    • 0Komentar

    SUMBERASIH – Memanfaatkan momentum mustajab malam ke-27 Ramadhan 1447 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, menggelar “Malam Puncak Tadarus Bersama Ranting dan Banom” pada Senin (16/03/2026). Bertempat di Kantor MWCNU setempat, agenda ini bukan sekadar khataman Al-Qur’an, melainkan menjadi panggung konsolidasi akbar untuk menyatukan visi harakah (gerakan) dan amaliyah (praktik ibadah) […]

  • IMG 20260809 WA0028

    Gandeng RSUD Tongas, LAZISNU Probolinggo Beri Layanan Kesehatan Gratis

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Dewi Puspa
    • 0Komentar

    WONOMERTO- Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Kabupaten Probolinggo menggelar pos pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Ahad (9/8/2026). Bakti sosial ini terselenggara atas kolaborasi erat antara LAZISNU Kabupaten Probolinggo, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas, serta Pemerintah Desa Kedungsupit. Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo, Dewi Puspa […]

  • Ali mas

    Prof Ali Maschan Moesa di Probolinggo: Waspada Setan Gepeng!

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    “Hati-hati bagi yang punya anak usia ini (Generasi Z). Ini (smartphone) setan gepeng”

  • WhatsApp Image 2026 05 04 at 12.33.46

    ISNU Probolinggo Ikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal di Surabaya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Surabaya – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Probolinggo turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang diselenggarakan oleh PW ISNU Jawa Timur pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Suites Hotel Surabaya dan diikuti oleh 35 peserta yang merupakan pengurus PW dan PC ISNU se-Jawa Timur. Pelatihan […]

  • IMG 20261019 WA0044

    Semarak HSN 2026, LDNU Probolinggo Ajak Santri Tahfidz Simaan Al-Qur’an

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Jamaluddin
    • 0Komentar

    BANTARAN– Banyak cara dilakukan untuk memperingati Hari Santri Nasional atau HSN 2026. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Probolinggo misalnya, menggelar kegiatan Simaan dan Khotmil Qur’an bersama para santri Rumah Tahfidz se-Kabupaten Probolinggo. Kegiatan penuh khidmat tersebut bertempat di Rumah Tahfidz Sholeh Mudzakkir, Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, pada Ahad,18 Oktober 2026. Kegiatan ini […]

  • IMG 20260709 WA0038

    Tantangan Setelah Perda Fasilitasi Pesantren Probolinggo Disahkan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Arief Hidayat (Anggota DPRD Kab. Probolinggo)
    • 0Komentar

    SEHARI setelah disahkan pada Senin (6/7/2026), situs resmi PCNU Kabupaten Probolinggo, NUProbolinggo.or.id menyajikan serial edukasi mengenai Perda Fasilitasi Pesantren. Yang mengupas isi regulasi tersebut dengan bahasa yang sederhana. Serial edukasi seperti itu sangat perlu, agar masyarakat bisa tahui bahwa perda ini bukan sekedar membuka peluang bantuan bagi pesantren. Tapi juga menegaskan jati diri pesantren sebagai […]

expand_less