Breaking News
dark_mode
Trending

Usung Semangat Kemandirian, PCNU Kabupaten Probolinggo Siap Dilantik

  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO– Pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 akan dilantik Ahad (7/6/2026) di Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Kecamatan Tegalsiwalan. Kabupaten setempat.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif. Ia adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang. Mengusung tema besar “Menguatkan Barisan, Menumbuhkan Kaderisasi, Menegaskan Kemandirian Jam’iyah,” kepengurusan ini hadir sebagai lanjutan dari semangat Konfercab X tahun lalu yang fokus pada sinergi dan kemandirian organisasi.

Ketua Steering Committee (SC) Pelantikan, Babussalam mengatakan, tema ini adalah ruh atau semangat baru bagi seluruh pengurus. Menurutnya, komposisi pengurus yang mencapai 32 orang unsur Syuriyah dan Tanfidziyah, ditambah kekuatan dari 18 Lembaga dan 8 Badan Otonom (Banom), adalah mesin penggerak yang harus disinergikan.

“Barisan ini bukan sekadar kumpulan nama. Dengan komposisi personil yang lengkap sesuai keahliannya, ini menjadi kekuatan kita untuk bergerak bersama, memberikan pelayanan, edukasi, dan kasih sayang bagi masyarakat Nahdliyin di tengah kompleksitas masalah umat,” ujar Babussalam.

Babussalam menekankan bahwa penguatan barisan di lingkungan PCNU, Lembaga, hingga Banom, secara otomatis akan melahirkan sistem kaderisasi yang masif. Fokusnya jelas: peningkatan kualitas SDM yang memberikan kemanfaatan nyata bagi umat.

“Barisan yang kuat adalah barisan yang bermanfaat. Kita tidak ingin organisasi ini stagnan. Program-program wajib akan diarahkan untuk mengasah kualitas kader agar mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada basis kemaslahatan warga NU,” tambahnya.

Menegaskan Kemandirian di Atas Prinsip Aswaja

Salah satu poin penting dalam tema pelantikan adalah penegasan kemandirian jam’iyah. Dalam pandangan pengurus, kemandirian bukanlah bentuk isolasi atau menutup diri dari sinergi.

Sebaliknya, kemandirian adalah keberanian organisasi dalam mempertahankan sikap tawazun (seimbang), tawasuth (moderat), dan i’tidal (tegak lurus) berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah.

Kemandirian ini juga menjadi filter agar organisasi tetap memiliki marwah dalam berpikir, bersikap, dan bersosial, serta tidak mudah tergelincir ke arah pragmatisme politik praktis semata.

“Aset warga NU, baik secara struktural maupun kultural, adalah kekuatan besar yang tidak terbendung. Kita akan implementasikan kemandirian ini sebagai jati diri, agar NU di Probolinggo tetap menjadi pilar penyangga umat yang kokoh, mandiri, dan berwibawa,” katanya.

Diketahui, Konfercab X PCNU Kabupaten Probolinggo pada September 2025 lalu, menetapkan Kiai Abdul Hamid sebagai Rais Syuriyah dan Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan sebagai Ketua Tanfidziyah.

Tak lama berselang, pengurus disusun oleh formatur. Kemudian pada 7 April 2026, 32 pengurus PCNU masa khidmat 2026-2031 ini mendapatkan SK dari PBNU dan diamanahi untuk segela menggelar pelantikan.

Mari kita sambut pelantikan ini dengan spirit baru. Persiapkan diri, satukan langkah, dan terus berkontribusi untuk kemajuan Nahdlatul Ulama. (*)

  • Penulis: M Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2

    JQH Probolinggo Kenalkan Metode Tartila: Cara Asyik Santri Belajar Tajwid

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO— Menghadapi tantangan zaman modern, metode pengajaran mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dituntut untuk bertransformasi menjadi lebih sistematis, efektif, namun tetap menyenangkan bagi anak-anak tanpa mengabaikan kaidah ilmu tajwid. Menjawab tantangan tersebut, JQH PCNU Kabupaten Probolinggo menggelar Diklat Guru Al-Qur’an Metode Tartila yang diikuti oleh sekitar 50 guru TPQ utusan dari berbagai kecamatan se-Kabupaten […]

  • WhatsApp Image 2026 05 19 at 12.43.39

    Kisah Jenaka Jemaah Haji Probolinggo: Mengira Madu Hitam, Sekalinya Petis Madura!

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle H. Ahmad Zaini
    • 0Komentar

    Oleh: H. Ahmad Zaini dari Makkah MAKKAH– Menjalankan ibadah haji selama kurang lebih 40 hari di Arab Saudi ternyata bukan hanya perihal ketahanan fisik dan spiritual. Bagi sebagian besar jemaah asal Indonesia, ada satu ujian senyap yang kerap kali menguji ketangguhan mereka: ujian lidah. Setelah tinggal hampir 30 hari di tanah suci, setelah melewati fase […]

  • Haul Non Kalim

    Uswah Non Kalim Genggong, Cucu KH Hasan Sepuh yang Diberi Nama Nabi Musa AS

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Tak banyak yang tahu bahwa nama besar Almaghfurlah KH Sholeh Nahrawi atau Non Kalim Genggong, memiliki ikatan spiritual yang mendalam dengan Nabi Musa AS (Kalimullah). Sebuah pengalaman batin di tanah suci mempertemukan sang kiai dengan Nabi Musa AS yang menaruh simpati karena mendapati hati cucu KH Moh. Hasan Sepuh Genggong ini begitu bersih. Melalui […]

  • IMG 20260524 WA0037

    Menembus Kabut Lereng Tengger, Kisah IPNU IPPNU Kuripan Turba ke Resongo

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Deru mesin sepeda motor meraung memecah keheningan lereng utara Pegunungan Tengger, Ahad (24/05/2026). Di atas aspal yang mulai berganti batu-batu lepas, belasan pemuda-pemudi berseragam batik hijau khas IPNU dan IPPNU tampak berkonsentrasi penuh. Jalur menuju Desa Resongo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, memang bukan untuk pengendara yang ragu-ragu. Berada di ketinggian di atas 500 […]

  • 1273281

    LP Ma’arif NU Probolinggo Dukung Penuh Sekolah Ramah Anak

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan atau LP Ma’arif NU Kabupaten Probolinggo menyatakan dukungan penuh terhadap Surat Himbauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo mengenai penegasan implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) serta pencegahan pornografi dan pornoaksi di lingkungan satuan pendidikan. Sikap resmi ini diambil sebagai langkah taktis merespons surat edaran bernomor 400.3/123/426.101/2026 yang dikeluarkan oleh […]

expand_less