Breaking News
dark_mode
Trending

LDNU Probolinggo Tolak Normalisasi LGBT, Larang Kekerasan dan Diskriminasi

  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO– Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama atau LDNU Kabupaten Probolinggo menerbitkan surat pernyataan sikap terkait maraknya tren dan eksposur konten bermuatan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di media sosial yang menyasar kalangan remaja.

Dalam dokumen bernomor 17/PC.05/A.L.01.49/1638/07/2026 tersebut, LDNU Probolinggo mengambil posisi tegas untuk menolak normalisasi perilaku tersebut di ruang publik. Namun di saat yang sama, melarang segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap kelompok terkait.

Ketua LDNU Kabupaten Probolinggo, Jamaluddin Al Ghozi menegaskan, sikap keagamaan ini berpijak pada Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’, dan Qiyas, serta koridor manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama.

Kendati memandang perilaku tersebut bertentangan dengan fitrah manusia dan kemaslahatan keluarga, LDNU Probolinggo menggarisbawahi bahwa penanganan persoalan sosial-keagamaan ini harus dilakukan tanpa ujaran kebencian.

“Islam mengajarkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar yang wajib dijalankan dengan penuh hikmah serta nasihat yang baik (mau’idzah hasanah),” begitu salah satu kutipan pernyataan sikap tersebut.

Dokumen itu juga menyoroti keprihatinan mendalam atas krisis identitas dan tantangan pergaulan yang dihadapi generasi muda akibat masifnya arus informasi digital.

Menurut pandangan lembaga, remaja merupakan generasi penerus perjuangan bangsa dan NU yang membutuhkan bimbingan, kasih sayang, serta perlindungan yang tepat dari lingkungan sekitar. Alih-alih mendapatkan stigma negatif yang menyudutkan.

Guna mengantisipasi dampak negatif arus informasi di media sosial, LDNU Probolinggo mendorong penguatan sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, ulama, tokoh masyarakat, dan orang tua.

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter, literasi digital, serta pemahaman kesehatan reproduksi yang berbasis di lingkungan keluarga, madrasah, hingga pondok pesantren.

Keluarga diposisikan sebagai madrasah pertama dan utama untuk memfilter konsumsi media digital anak-anak.

Sebagai solusi konkret dan inklusif, pernyataan sikap yang dirilis pada Jumat, 10 Juli 2026 ini juga merekomendasikan penyediaan layanan bimbingan konseling serta model dakwah yang ramah remaja.

Melalui pendekatan berbasis ilmu dan pendampingan yang komprehensif, LDNU Probolinggo berharap generasi muda dapat terjaga dengan baik, sekaligus mampu mewujudkan tatanan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang aman, sehat, dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. (*)

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAMEX

    Khidmah Abadi Pak M: Dari Meja TU hingga Mimbar Akademik UNUJA

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 3Komentar

    SIANG itu, Jum’at Legi, 13 Februari 2026, aspal jalan raya Probolinggo tampak memantulkan panas yang samar. Saya memacu kendaraan meninggalkan Dringu dengan Karimun, bergerak ke arah timur menyisir jalur Pantura. Perjalanan ini bukanlah perjalanan biasa. Di kursi samping, seolah ada tumpukan kenangan tahun 2006/2007 yang ikut serta. Tujuan saya satu: Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton. Sebuah […]

  • WhatsApp Image 2026 01 12 at 12.30.51 41d3c10e (1)

    Fatayat NU Probolinggo Luncurkan Program “Fatayat NU Peduli”

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Probolinggo resmi meluncurkan program Fatayat NU Peduli pada Sabtu (10/01/2026). Program ini dirancang sebagai gerakan sosial untuk memperkuat kepedulian, meningkatkan solidaritas, serta memperluas layanan kemanusiaan bagi masyarakat. Sofia, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo menyampaikan bahwa “Fatayat NU Peduli” diharapkan menjadi wadah keterlibatan aktif kader perempuan muda NU dalam […]

  • WhatsApp Image 2025 07 07 at 10.17.23 bb7537d2

    Dzahin Alaisa, Yatim Cilik dari Probolinggo Hafal Juz 30 di Usia 7 Tahun: Bukti bahwa Cinta Al-Qur’an Bisa Menguatkan Segalanya

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Probolinggo, Jawa Timur – Di pelosok Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, seorang anak perempuan bernama Dzahin Alaisa tumbuh menjadi inspirasi bagi banyak orang. Lahir pada 26 Agustus 2016, Dzahin kini berusia 7 tahun dan telah menghafal Juz 30 Al-Qur’an, serta bercita-cita menjadi seorang Hafidzoh. Dzahin adalah siswi aktif di MI Tarbiyatul Ula Desa Sumberkare, […]

  • IMG 20260621 WA0005

    Musran NU Resongo, PCNU Minta Lailatul Ijtima’ Diperkuat Kajian Kitab

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    KURIPAN- Wakil Rais Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo, KH Sholehuddin, meminta Lailatul Ijtima’ di tingkat ranting diperkaya dengan kajian kitab-kitab Aswaja dan Fikih klasik. Langkah ini dinilai krusial agar kebermanfaatan organisasi semakin terasa sekaligus memperkokoh basis ideologi warga Nahdliyyin di akar rumput. Arahan itu disampaikan KH. Sholehuddin saat menghadiri Musyawarah Ranting (Musran) Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama […]

  • Pelantikan

    Usung Semangat Kemandirian, PCNU Kabupaten Probolinggo Siap Dilantik

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 akan dilantik Ahad (7/6/2026) di Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Kecamatan Tegalsiwalan. Kabupaten setempat. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif. Ia adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang. Mengusung tema besar “Menguatkan Barisan, Menumbuhkan Kaderisasi, Menegaskan Kemandirian Jam’iyah,” kepengurusan ini hadir sebagai lanjutan dari semangat Konfercab X tahun […]

  • Zakat

    Menelusuri Akar Kewajiban Zakat sebagai Pilar Kedaulatan Ekonomi Islam

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    Dalam memahami zakat sebagai sebuah sistem yang bersifat wajib atau obligatory system, kita harus menarik garis tegas antara konsep kedermawanan sukarela dan mandat hukum yang mengikat. Berdasarkan kajian dalam kitab Tafsir Ekonomi Kontemporer, fondasi utama dari sistem ini berpijak pada Surah at-Taubah ayat 103, di mana Allah SWT memulai instruksinya dengan lafaz khudz yang berarti […]

expand_less