PCNU Probolinggo Dorong Pengurus Muda Bangun Ranting NU Mandiri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
WONOMERTO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo mendorong seluruh pengurus ranting agar mampu berdaya dan mandiri dalam menjalankan roda organisasi.
Harapan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Ranting (Musran) Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, masa khidmat 2026-2031, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang digelar di kediaman Ustaz Sulaiman, Desa Tunggak Cerme, itu berlangsung secara musyawarah dengan menggunakan hak suara para pengurus yang hadir. Musran dipimpin Saifuddin, S.Pd. sebagai pimpinan sidang dan Farid Abdullah sebagai sekretaris sidang.
Musran tersebut dihadiri jajaran Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru ZA, Bendahara PCNU Kabupaten Probolinggo, KH Muhammad Hasan, Kepala Desa Tunggak Cerme, Musta’in, serta sejumlah badan otonom NU, di antaranya Ansor, Banser, dan IPNU Wonomerto.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru menegaskan, badan otonom (Banom) merupakan garda terdepan Nahdlatul Ulama dalam menjalankan program organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.
“Badan otonom adalah garda terdepan NU. Ranting harus memiliki program, berdaya, dan mandiri tanpa bergantung pada PCNU. Harapan kami besar karena pengurus yang terpilih masih didominasi generasi muda,” ujarnya.
Upaya penguatan di tingkat akar rumput ini menjadi agenda penting bagi PCNU Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan data internal organisasi, saat ini tercatat ada sebanyak 118 pengurus ranting NU yang aktif bergerak melayani jemaah, di mana seluruh ranting tersebut tersebar di bawah naungan 11 Majelis Wakil Cabang (MWCNU) se-Kabupaten Probolinggo.
Sementara itu, Rois Syuriah MWCNU Wonomerto, KH Abdul Malik Damanhuri, berharap kepengurusan baru dapat lebih aktif dibandingkan periode sebelumnya.
“Kami berharap kepengurusan yang baru lebih aktif dan mampu menjalankan program organisasi dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Tunggak Cerme, Musta’in, mengapresiasi pelaksanaan Musyawarah Ranting NU dan menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh kegiatan Nahdlatul Ulama di desanya. Menurutnya, NU memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Hasil musyawarah menetapkan Ustaz Abdul Hasan sebagai Rois Syuriah PRNU Tunggak Cerme dan Ustaz Ilham sebagai Ketua Tanfidziyah PRNU Tunggak Cerme periode 2026-2031. Keduanya menggantikan kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Ustaz Sulaiman sebagai Rois Syuriah dan Ustaz As’ad sebagai Ketua Tanfidziyah.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, PRNU Tunggak Cerme diharapkan mampu memperkuat program keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat serta menjadi ranting yang mandiri dan berdaya dalam melayani umat. (*)
- Penulis: Moch Sulaiman
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar