Breaking News
dark_mode
Trending

Dilema 2 Masjid dan Najis Mualaf Jadi Bahasan LBM PCNU Probolinggo

  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO– Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo kembali bersiap menggelar forum kajian hukum Islam (Bahtsul Masail) berkala.

Kali ini, forum tertinggi dalam merespons persoalan umat di lingkungan NU tersebut akan diselenggarakan di kawasan lereng, tepatnya di TPQ Nurul Islam (Nuris), Desa Rambaan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Ahad (5/7/2026).

Forum keilmuan yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB ini diprediksi berjalan dinamis. Pasalnya, tim perumus dan sa’il (penanya) dari LBM MWCNU Kecamatan Sumber dan LBM PCNU telah menyiapkan sejumlah persoalan (as’ilah) yang sangat krusial dan bersinggungan langsung dengan dinamika sosial keagamaan masyarakat.

Ketua LBM PCNU Kabupaten Probolinggo, Akhmat Fauzi menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Melainkan sebuah ikhtiar jam’iyyah untuk menghadirkan solusi hukum yang otoritatif (mu’tabarah) atas problematika yang dihadapi warga di akar rumput.

“Menghadiri kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi nyata dalam syi’ar keilmuan, sekaligus upaya penguatan pemahaman fikih di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kami mengharap kehadiran para kiai, asatidz, pengasuh pesantren, pengurus NU, serta para simpatisan LBM untuk bersamasama menghidupkan forum ini,” ujar Akhmat Fauzi dalam keterangannya.

Mengurai Sengketa Dua Masjid di Lahan Perhutani

Salah satu masalah utama yang akan dibedah adalah fenomena berdirinya dua masjid dalam jarak yang sangat berdekatan—kurang dari 100 meter—di sebuah dusun terpencil.

Kasus ini kian pelik karena dipicu oleh perselisihan internal keluarga antara seorang kiai pengelola masjid pertama dan anaknya.

Sang anak bersama sebagian warga kemudian mendirikan masjid baru di atas lahan milik pemerintah (Perhutani) tanpa status perizinan yang jelas. Imbasnya, pelaksanaan salat Jumat terpecah dan jumlah jemaah di kedua masjid tersebut masing-masing tidak mencapai kuorum 40 orang (minimal keabsahan salat Jumat menurut mazhab Syafii).

“Para kiai dan muhabithin (pecinta) Bahtsul Masail nanti akan merumuskan bagaimana status dan hukum salat Jumat di kedua tempat tersebut. Lebih jauh, forum juga akan mengkaji aspek fikih dari mendirikan bangunan ibadah di lahan negara tanpa izin, serta bagaimana opsi solutifnya: apakah harus dibongkar atau ada jalan keluar lain yang dibenarkan syariat,” tulis deskripsi masalah yang diajukan oleh LBM MWCNU Sumber tersebut.

Fikih Mualaf: Status Najis Anjing Masa Lalu

Selain persoalan fasilitas ibadah, LBM PCNU Kabupaten Probolinggo juga akan mengupas persoalan personal yang kerap dihadapi oleh para mualaf. Kali ini, sebuah kasus diajukan mengenai seorang non-Muslim yang dulunya hidup berdampingan dengan anjing, sehingga tubuhnya kerap terkena najis mughalladhah (najis berat).

Setelah mendapatkan hidayah dan memeluk Islam, ia dihadapkan pada keraguan karena tidak ingat lagi bagian tubuh mana saja yang pernah terkena najis tersebut selama masa lalunya.

Forum akan menjawab apakah mualaf tersebut tetap wajib menyucikan bekas najis masa lalunya setelah bersyahadat, serta bagaimana tata cara basuhan yang sah (tathhir) di tengah ketidaktahuan posisi najis tersebut.

Sekretaris LBM PCNU Kabupaten Probolinggo, Ainul Yaqin menambahkan, forum ini bersifat terbuka bagi para pencinta ilmu fikih. Kehadiran para pakar hukum Islam dari berbagai pesantren di Probolinggo diharapkan mampu memberikan kepastian hukum yang menyejukkan sekaligus edukatif bagi umat.

Acara ini turut mengundang Pengurus Cabang NU Kabupaten Probolinggo, lembaga-lembaga di bawah PCNU, LBM MWCNU se-Kabupaten Probolinggo, LBM Kota Kraksaan, LBM Kota Probolinggo, pimpinan pondok pesantren, serta masyarakat umum yang menaruh minat pada kajian hukum Islam. (*)

  • Penulis: M Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260217 WA0019

    LDNU Probolinggo Luncurkan Sentra Syiar Ramadan, Sasar Daerah Blank Spot

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 1Komentar

    BANTARAN– Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama atau LDNU Kabupaten Probolinggo meluncurkan Sentra Syiar Ramadan NU sekaligus melepas Dai Muda Ramadhan di Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin, Desa Kropak, Bantaran, Selasa (17/2/2025). Program ini dicanangkan untuk memperkuat dakwah Ahlussunnah wal Jamaah di wilayah-wilayah pelosok yang minim kegiatan keagamaan. Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, yang […]

  • Gili

    Ansor Jatim dan Sumberasih Tembus Gili Ketapang: Aksi Sosial-Wisata Bahari

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Abdul Jalal
    • 0Komentar

    SUMBERASIH– Menembus batas kepulauan, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur bersama PAC GP Ansor Sumberasih menggelar pembinaan kader pesisir, bakti sosial khitan massal, serta promosi potensi wisata bahari melalui ajang Snorkling Kebangsaan di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/9/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Sahabat […]

  • 1710077244 (1)

    Jati Diri dan Tiga Pilar Fasilitasi dalam Perda Pesantren Probolinggo

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pasca kesepakatan antara DPRD dan Pemkab Probolinggo mengenai Perda tentang Fasilitasi Pesantren pada Senin (6/7/2026), muncul pertanyaan mendasar di tengah umat: apa sebenarnya isi dari regulasi ini? Bagaimana aturan ini memandang jati diri pesantren, dan dalam bentuk apa saja komitmen nyata yang akan diberikan oleh pemerintah daerah? Melalui ulasan serial perdana ini, redaksi […]

  • WhatsApp Image 2026 04 19 at 18.10.55

    Terima SK PBNU, PCNU Probolinggo Susun Dua Jadwal Krusial Ini

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Gerak cepat langsung ditunjukkan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo setelah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dari PBNU. Tak ingin membuang waktu, nakhoda baru PCNU Probolinggo mulai menyusun jadwal krusial, mulai dari pelantikan massal hingga pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab). Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menegaskan bahwa […]

  • Photo 6296061309207908682 y

    Songsong Muktamar NU 2026, Ansor-Ishari Probolinggo ‘Ketuk Pintu Langit’

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Abdul Jalal
    • 0Komentar

    TONGAS — Menyongsong Muktamar NU 2026, PC GP Ansor bersama PC Ishari NU Kabupaten Probolinggo menggelar majelis “Mengetuk Pintu Langit” di Halaman Kantor Kecamatan Tongas, Kamis (30/7/2026) malam. Majelis ini digelar untuk memohon kesuksesan Muktamar di Jombang, sekaligus keberkahan terwujudnya Probolinggo Tamba Sae. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, ini diselimuti […]

  • Cuplikan layar 2026 06 02

    Gerakan Urun Daya: Menghimpun Memori Kolektif PCNU Probolinggo

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 1Komentar

    MENJELANG momentum sakral pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 di Ponpes Darul Muklashin, Tegalsiwalan, pada 7 Juni 2026, sebuah pertanyaan sederhana muncul di notifikasi pesan saya: “Ustadz, punya tulisan sejarah PCNU Kabupaten Probolinggo? Atau kaleidoskop kemarin isinya tentang apa ya? Butuh konten untuk video pelantikan.” Pertanyaan ini bukan sekadar permintaan data teknis, melainkan […]

expand_less