Breaking News
dark_mode
Trending

Bolehkah Jemaah Haji Qashar Salat di Arafah? Ini Penjelasan LBM PCNU Probolinggo

  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO– Ribuan jemaah haji gelombang pertama saat ini tengah khusyuk menjalankan ibadah Arbain di Madinah. Sembari menanti jadwal pergeseran menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan puncak haji, sebuah diskusi fikih penting muncul.

“Jika nanti sudah menetap beberapa hari di hotel Makkah, apakah saat wukuf di Arafah masih boleh menjamak dan mengqashar salat?”

Persoalan ini menjadi bahasan utama dalam Bahtsul Masail yang digelar Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Kabupaten Probolinggo di Ponpes Miftahul Ulum, Kropak, Kecamatan Bantaran, kabupaten setempat.

Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diketahui jemaah agar ibadahnya tetap tenang dan sah.

Dilema Status Musafir

Banyak jemaah mendapat instruksi dari pembimbing bahwa mereka tetap musafir selama di tanah suci, sehingga boleh meringkas salat. Namun, secara fiqih Madzhab Syafi’i, status ini perlu diteliti ulang.

Bagi jemaah yang sudah menetap di hotel Makkah selama 4 hari atau lebih (tidak menghitung hari masuk dan keluar), mereka secara otomatis berstatus sebagai Mukim.

Ketika berangkat ke Arafah yang jaraknya hanya sekitar 20-25 kilometer, jarak tersebut tidak cukup syarat untuk melakukan qashar salat.

Keputusan Hukum: Syafi’iyah vs Madzhab Lain

Dalam forum Bahtsul Masail tersebut, para kiai merumuskan dua sudut pandang penting

Pertama, pandangan Madzhab Syafi’i (Mayoritas di Indonesia). Karena jarak Makkah ke Arafah tidak mencapai batas minimal perjalanan jauh (sekitar 81 km), maka jemaah yang sudah mukim di hotel tidak diperbolehkan meng-qashar salat. Salat harus dilakukan secara sempurna (tamam/itmam) empat rakaat.

Kedua, Pintu Keluar (Makhraj): Bagaimana jika rombongan tetap melakukan jamak-qashar? Keputusan LBM PCNU Probolinggo menyebutkan bahwa hal tersebut bisa dibenarkan jika jemaah melakukan taqlid (mengikuti) pendapat Imam Hanafi atau Imam Malik.

Dalam kedua madzhab ini, jamak-qashar di Arafah bukan karena faktor perjalanan (safar), melainkan karena bagian dari ritual ibadah haji itu sendiri (li ajlin nusuk).

Tips untuk Jemaah di Lapangan

Agar tidak bingung di tenda Arafah nanti, jemaah disarankan tiga hal. Pertama, memahami niat. Jika mengikuti madzhab Syafi’i, kerjakan salat dengan sempurna (4 rakaat). Jika mengikuti instruksi rombongan yang melakukan qashar, mantapkan hati untuk mengikuti (taqlid) madzhab Hanafi atau Maliki.

Kedua, tanya pembimbing. Pastikan pembimbing haji Anda menjelaskan dasar madzhab yang digunakan agar jemaah tidak ragu-ragu.

Ketiga, fokus ibadah. Perdebatan fiqih adalah rahmat. Yang terpenting adalah kekhusyukan saat wukuf di Arafah sebagai inti dari ibadah haji.

Keputusan Bahtsul Masail ini merujuk pada kitab-kitab otoritatif seperti Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab dan Raudhatut Thalibin.

Keputusan Bahtsul Masail diambil melalui proses verifikasi ketat oleh dewan Musohhih yang terdiri dari KH. Safrijal Subadar, KH. Syuhada’ Nasrullah, KH. Ghazali Misnawar, dan Kiyai Umar Faruq. (*)

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup

    Raperda Fasilitasi Pesantren Probolinggo Disepakati, Simak Serialnya di Sini!

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi NUProbolinggo
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Sebuah langkah bersejarah yang menyejukkan hati kaum sarungan baru saja ditorehkan di Kabupaten Probolinggo. Senin (6/7/2026), DPRD bersama Pemkab Probolinggo secara resmi telah menetapkan kesepakatan bersama Raperda tentang Fasilitasi Pesantren. Regulasi ini menjadi angin segar sekaligus payung hukum yang kokoh bagi urat nadi pendidikan Islam tradisional di daerah yang dikenal kaya dengan lembaga pesantren […]

  • IMG 20260703 WA0035

    PCNU Probolinggo Dorong Pengurus Muda Bangun Ranting NU Mandiri

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Moch Sulaiman
    • 0Komentar

    WONOMERTO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo mendorong seluruh pengurus ranting agar mampu berdaya dan mandiri dalam menjalankan roda organisasi. Harapan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Ranting (Musran) Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, masa khidmat 2026-2031, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang digelar di kediaman Ustaz Sulaiman, Desa Tunggak Cerme, […]

  • IMG 20260524 WA0037

    Menembus Kabut Lereng Tengger, Kisah IPNU IPPNU Kuripan Turba ke Resongo

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Deru mesin sepeda motor meraung memecah keheningan lereng utara Pegunungan Tengger, Ahad (24/05/2026). Di atas aspal yang mulai berganti batu-batu lepas, belasan pemuda-pemudi berseragam batik hijau khas IPNU dan IPPNU tampak berkonsentrasi penuh. Jalur menuju Desa Resongo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, memang bukan untuk pengendara yang ragu-ragu. Berada di ketinggian di atas 500 […]

  • IMG 20260513 WA0014

    Sinergi Dakwah LD PCNU-MUI di Lapas Kraksaan: Menebar Syiar di Balik Jeruji

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    KRAKSAAN – Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIA Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (13/5/2026) pagi. Sebanyak 300 warga binaan tampak larut dalam lantunan sholawat nabi yang dibawakan oleh grup hadroh DKM setempat, mengawali kegiatan syiar dakwah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LD PCNU) Kabupaten Probolinggo bersama […]

  • IMG

    Harlah PMII Ke-66, Gus Haris Ajak Kader Berkolaborasi Wujudkan Probolinggo SAE

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Agus Sholeh
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Probolinggo menjadi momentum konsolidasi kader dan alumni untuk memperkuat peran organisasi dalam pembangunan daerah. Puncak peringatan digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Senin (27/4/2026), mengusung tema “Merawat Gerakan, Menguatkan Peradaban.” Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris menegaskan pentingnya sinergi antara kader PMII dan pemerintah […]

  • Perda pesantren

    Bedah Perda Pesantren Probolinggo: Menakar Fungsi Tim Khusus dan Sinergi Dinas

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Setelah pada serial perdana kita mengupas jati diri dan tiga pilar besar fasilitasi pesantren, muncul sebuah tanda tanya besar berikutnya di ruang publik: bagaimana semua komitmen regulasi ini dieksekusi agar tidak macet di atas kertas? Siapa aktor birokrasi yang memegang kendali teknis, dan bagaimana jaminan agar aliran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah […]

expand_less