Musker 2026, MWCNU Sumberasih Usung 5 Program Strategis
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMBERASIH – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, resmi membuka babak baru gerak organisasinya. Melalui agenda tahunan Musyawarah Kerja (Musker) 2026 yang digelar pada Rabu (29/7/2026), MWCNU Sumberasih meluncurkan lima pilar program strategis untuk menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat fondasi keumatan di akar rumput.
Dihelat dengan penuh kehangatan dan rasa khidmat, Musker tahun ini mengusung tema besar: “Merajut Perbedaan Menuju Kebersamaan Guna Mewujudkan Organisasi Yang Inovatif, Moderat dan Mandiri”. Tema tersebut menjadi benteng arah kebijakan jam’iyah dalam merawat ukhuwah serta mendorong kemandirian organisasi di wilayah Sumberasih.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Pengurus MWC, Lembaga, serta Badan Otonom (Banom) NU se-Kecamatan Sumberasih. Kegiatan secara resmi dibuka langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru.
Arah Baru: Mandiri, Pengayom, dan Pusat Dakwah
Dalam pemaparan Visi dan Misi organisasi, MWCNU Sumberasih menegaskan komitmennya untuk mentransformasi diri menjadi jam’iyah yang adaptif dan solutif. Tiga misi utama yang dirumuskan secara holistik meliputi:
Membangun tata kelola sumber daya yang profesional dan mandiri.
Menghadirkan organisasi yang aspiratif serta resolutif terhadap dinamika sosial.
Menjadikan MWCNU sebagai episentrum dakwah Islamiyah di Kabupaten Probolinggo.
“Musyawarah Kerja ini bukan sebatas agenda seremonial tahunan. Ini adalah titik berangkat kita bersama untuk merajut potensi, mengikis perbedaan, dan menyatukan energi demi terwujudnya NU yang mandiri, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Nahdliyyin,” ujar perwakilan pengurus dalam pembukaan acara.
Lima Program Strategis Prioritas MWCNU Sumberasih
Guna mengeksekusi visi-misi tersebut ke dalam aksi nyata, MWCNU Sumberasih menetapkan 5 Program Strategis sebagai roadmap perjuangan organisasi ke depan:
Transparansi & Akuntabilitas Tata Kelola Organisasi
Pembenahan total pada sistem manajemen tata kelola sumber daya internal demi menghadirkan organisasi yang bersih, terbuka, dan akuntabel untuk menciptakan kemandirian finansial.
Rekrutmen Masif & Masifisasi Peran Kader
Penjaringan kader muda secara luas dan inklusif, sekaligus mengoptimalisasi peran kader sebagai ujung tombak pengabdian jam’iyah di tingkat desa (ranting).
Agregasi Aspirasi & Pusat Resolusi Konflik Sosial
Menjadikan NU sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat sekaligus juru damai yang menyejukkan di tengah dinamika sosial keagamaan.
Penguatan Tradisi Keilmuan Keagamaan Aswaja
Mengukuhkan kembali fungsi NU sebagai benteng penjaga ajaran dan tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang santun, inklusif, dan tawasuth (moderat).
Optimalisasi Sinergi Jaringan Dakwah Islamiyah
Membangun kolaborasi erat dan terintegrasi antara jajaran ulama, pondok pesantren, madrasah, hingga majelis taklim se-Kecamatan Sumberasih.
Jangkau Nahdliyyin Lewat Kanal Digital
Sebagai bentuk efisiensi dan adaptasi era digital, seluruh rangkaian jalannya Musker dipancarkan secara langsung melalui siaran Live Streaming di kanal resmi MWCNU Sumberasih. Langkah ini diambil agar seluruh warga Nahdliyin, ulama, serta simpatisan yang tidak hadir secara fisik tetap dapat menyimak dan mengawal arah kebijakan organisasi secara transparan.
Langkah berani dan terstruktur ini diharapkan menjadikan MWCNU Sumberasih sebagai contoh nyata bagaimana jam’iyah tingkat kecamatan mampu tampil modern, mandiri, dan berdaya saing tanpa kehilangan identitas tradisinya. (*)
- Penulis: Aswandi
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar