Konsolidasi Filantropi LAZISNU Probolinggo Rapikan Data Umat
- calendar_month Senin, 17 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONGAS – Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Kabupaten Probolinggo bersama UPZIS Ranting NU se-Kecamatan Tongas menggelar Konsolidasi Filantropi di Desa Tanjungrejo, Tongas, Ahad (16/8/2026).
Forum ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat profesionalisme amil, membenahi tata kelola kelembagaan, serta memastikan kevalidan data muzakki dan mustahik secara terintegrasi.
Rangkaian kegiatan yang bertepatan dengan momentum Refleksi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia tersebut diisi dengan agenda peningkatan kapasitas (upgrading skill) bagi para pengurus.
Langkah strategis ini diambil guna mendorong transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pengelolaan dana sosial keagamaan di seluruh lini kepengurusan, mulai dari tingkat kabupaten hingga ranting.
Koordinator Bidang Sosial Kemasyarakatan PCNU Kabupaten Probolinggo, Herman Hidayat, menyoroti pentingnya pembenahan mendasar dalam tata kelola lembaga filantropi NU.
Dalam pengarahannya, ia menggarisbawahi bahwa LAZISNU harus memiliki basis data penerima manfaat (mustahik) dan pembayar zakat maupun sedekah (muzakki) yang presisi berbasis nama dan alamat (by name by address).
Selain itu, ia menegaskan bahwa setiap pelaksanaan program kerja wajib mengedepankan kolaborasi terstruktur dengan melibatkan jajaran LAZISNU tingkat MWC dan Ranting, sehingga lembaga tidak berjalan sendiri-sendiri.
Semangat perbaikan tata kelola tersebut diperkuat oleh pesan spiritual dari Rais MWCNU Tongas, Kiai Masyhuri. Ia menegaskan bahwa gerakan LAZISNU merupakan jalan dakwah kebaikan yang patut didukung sepenuhnya oleh warga Nahdliyin.
Menurutnya, berderma melalui lembaga resmi NU bukan sekadar aksi sosial, melainkan sarana mengajak umat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sifat dermawan, katanya, mendekatkan manusia kepada Allah. Sementara sifat kikir justru menjauhkannya, sehingga warga diajak untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui LAZISNU.
Pada penghujung acara, Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo, Dewi Puspa, mengimbau seluruh pengurus UPZIS MWC dan Ranting untuk senantiasa taat serta konsisten menjalankan setiap instruksi dan regulasi yang diterbitkan oleh PBNU.
Kepatuhan terhadap aturan dan ketentuan organisasi dinilai menjadi kunci utama dalam memelihara kesatuan langkah gerakan filantropi Nahdlatul Ulama.
Rangkaian Konsolidasi Filantropi ini ditutup dengan penyerahan bantuan 22 paket Al-Qur’an secara simbolis, yang diharapkan dapat menunjang kegiatan syiar dakwah dan pembinaan keagamaan masyarakat di wilayah Kecamatan Tongas. (*)
- Penulis: Dewi Puspa
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar