Sinergi Dakwah LD PCNU-MUI di Lapas Kraksaan: Menebar Syiar di Balik Jeruji
- calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KRAKSAAN – Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIA Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (13/5/2026) pagi. Sebanyak 300 warga binaan tampak larut dalam lantunan sholawat nabi yang dibawakan oleh grup hadroh DKM setempat, mengawali kegiatan syiar dakwah.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LD PCNU) Kabupaten Probolinggo bersama Komisi Dakwah MUI Kabupaten Probolinggo.
Ketua LD PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Jamaluddin Al-Ghozi, menyampaikan bahwa kehadiran LDNU di tengah warga binaan adalah bentuk pendampingan spiritual agar mereka tidak merasa sendirian dalam berproses menjadi pribadi yang lebih baik.
“Tugas dakwah itu merangkul, bukan memukul. Kami hadir di Lapas Kraksaan untuk memberikan semangat bahwa pintu taubat dan jalan menuju kemuliaan di sisi Allah selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh, tanpa melihat masa lalunya,” ujar Kiai Jamaluddin di sela-sela kegiatan.
Dalam materi bertema “Kemuliaan di Sisi Allah”, ditegaskan bahwa jeruji besi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk meningkatkan derajat ketakwaannya. Justru di masa pembinaan inilah, para warga binaan memiliki waktu luang yang luas untuk bermuhasabah dan memperdalam ilmu agama.
Kegiatan bimbingan rohani yang berlangsung pukul 08.00 hingga 09.00 WIB ini merupakan bagian dari program rutin BURHANI (Bimbingan Rohani Keislaman). Program ini memang difokuskan pada pembinaan iman, Islam, dan akhlakul karimah bagi warga binaan di Rutan Kraksaan.
Sinergi antara organisasi keagamaan ini diharapkan mampu memberikan sentuhan dakwah yang menyejukkan, sehingga saat kembali ke masyarakat nanti, para warga binaan memiliki bekal mental dan spiritual yang kokoh. (*)
- Penulis: adminnuprob

Saat ini belum ada komentar