Breaking News
dark_mode
Trending

Dai Muda dan Tantangannya

  • calendar_month 18 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

REFLEKSI SUMPAH PEMUDA 2026

Oleh: LDNU – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo

SETIAP 28 Oktober, kita tidak hanya memperingati ikrar, tapi memperbarui janji. Jika 98 tahun lalu (1928) para pemuda bersumpah dengan darah dan air mata untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, maka hari ini, Dai Muda harus bersumpah untuk satu perjuangan yang sama beratnya: menjaga persatuan umat di tengah badai perpecahan zaman.

Jika dulu musuh kita adalah penjajah yang terlihat, hari ini musuh kita adalah penjajah yang tidak terlihat: penjajah pikiran, penjajah akhlak, penjajah identitas.

Inilah 5 tantangan terbesar Dai Muda di era digital ini:

1. Tantangan Pertama: Dakwah di Tengah Algoritma, Bukan di Atas Mimbar.

Dulu Kiai cukup naik mimbar, jamaah datang. Hari ini, mimbar kita telah pindah ke HP. Jamaah kita scroll TikTok 7 jam sehari.

Tantangannya: Algoritma lebih suka joget-joget daripada ngaji. Lebih suka ghibah daripada hikmah.

Dai muda tidak boleh hanya jago kitab kuning, tapi harus melek digital. Jika dakwah kita tidak masuk ke TikTok, Instagram, dan WhatsApp, maka ruang itu akan diisi oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kita harus merebut kembali medan dakwah digital.

Dai muda harus menjadi influencer kebaikan, bukan follower keburukan.

2. Tantangan Kedua: Antara Viral dan Ikhlas.

Ini penyakit paling berbahaya. Dai muda mudah tergoda untuk mengejar viral daripada mengejar ridho Allah. Membuat judul yang bombastis, membuat konten yang kontroversial demi views.

Padahal, pesan Imam Al-Qurthubi sangat jelas: Dunia itu seperti air, jika berlebihan akan menenggelamkan. Popularitas adalah dunia. Jika berlebihan, ia akan menenggelamkan keikhlasan.

Tantangan kita adalah bagaimana tetap istiqomah berdakwah meski yang nonton hanya 10 orang. Karena Allah tidak menilai berapa banyak viewer, tapi seberapa tulus niat kita.

3. Tantangan Ketiga: Menjawab Keraguan, Bukan Menambah Kebencian.

Anak muda hari ini bukan butuh dai yang suka marah-marah, membid’ahkan, mengkafirkan. Mereka butuh dai yang merangkul, yang mendengarkan.

Mereka bertanya: “Kenapa harus ikut NU? Kenapa harus tahlilan? Kenapa Islam melarang ini dan itu?” Jika dai muda menjawabnya dengan emosi dan dalil yang kaku, mereka akan lari.

Dai muda harus seperti yang dipesankan Sayyidina Ibnu Mas’ud: عَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ – Bersamalah dengan Jamaah. Rangkul mereka, jangan pukul. Dekati mereka, jangan jauhi. Jadilah sahabat, bukan hakim.

4. Tantangan Keempat: Krisis Keteladanan.

Pemuda Sumpah Pemuda 1928 mengorbankan segalanya. Pemuda hari ini banyak yang mengorbankan segalanya demi konten.

Dai muda harus menjadi contoh bahwa menjadi santri itu keren, menjadi pejuang jamaah itu membanggakan.

Bagaimana kita mau mengajak jamaah Tahajjud dan Subuh berjamaah sebagai kunci kesuksesan, jika kita sendiri subuhnya kesiangan? Bagaimana mau mengajak hidup sederhana, jika di media sosial kita pamer kemewahan?

Keteladanan adalah dakwah paling mahal dan paling didengar.

5. Tantangan Kelima: Menjaga Persatuan di Tengah Perbedaan.

Inilah ruh Sumpah Pemuda. Di saat banyak pihak ingin memecah belah Indonesia dengan isu SARA, politik identitas, dan hoaks, Dai Muda NU harus berdiri di garda terdepan sebagai perekat.

Jangan mau diadu domba. Jangan mau memisahkan diri dari jamaah besar bangsa ini. Ingat dawuh: يَدُ اللهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ – Pertolongan Allah bersama Jamaah. Jika kita bersatu, Indonesia kuat. Jika kita pecah, kita akan tenggelam seperti air yang meluap.

Khatimah: Sumpah Dai Muda 2026

Maka di Hari Sumpah Pemuda ini, mari kita para Dai Muda LDNU bersumpah kembali:

Kami Dai Muda Nahdlatul Ulama, bersumpah:
Bertanah Air Satu, Tanah Air Dakwah Digital yang Ramah,
Berbangsa Satu, Bangsa yang Ber-Akhlakul Karimah,
Berbahasa Satu, Bahasa Persatuan dan Cinta Kasih.

Semoga dari mimbar-mimbar kecil di Probolinggo, dari status-status dakwah di HP kita, lahir kembali persatuan Indonesia yang kokoh.

Hidup Pemuda Indonesia! Hidup Dai Muda NU!

Wallahu A’lam.

Oleh: Panglima Dai Muda NU Kabupaten Probolinggo

  • Penulis: LDNU Kabupaten Probolinggo
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo 6215100376814391403 y

    PCNU Probolinggo-Pascasarjana UNUJA Komitmen Dongkrak Kualitas Guru

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO–PCNU Kabupaten Probolinggo bergerak cepat mematangkan implementasi kerja sama strategis dengan Pascasarjana Universitas Nurul Jadid atau UNUJA Probolinggo. Sinergi ini antara lain difokuskan untuk mendongkrak kualitas mutu kelembagaan serta kapasitas ratusan guru di wilayah khidmah PCNU Kabupaten Probolinggo. Langkah serius tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di […]

  • 9b64c9f4 8417 4feb 8968 64da873f3de3

    Konfercab GP Ansor Probolinggo Dimulai, 3 Calon Tarung Gagasan

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Agus Sholeh
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Pergantian kepemimpinan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo memasuki babak penting. Konferensi Cabang (Konfercab) V PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo digelar hari ini, Minggu (20/9/2026), dengan agenda utama menentukan kepemimpinan baru untuk masa khidmat 2026–2030. Tahapan menuju forum ini sebelumnya telah dimatangkan melalui Pra Konfercab yang membahas program organisasi dan materi persidangan. Seiring […]

  • IMG 20260726 WA0068

    Rais PCNU Probolinggo: Solidaritas dan Keikhlasan Jadi Fondasi Keberhasilan Organisasi

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    WONOMERTO– Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid, mengajak seluruh jajaran pengurus untuk memperkuat soliditas organisasi sebagai fondasi utama dalam mewujudkan keberhasilan pelaksanaan program kerja Nahdlatul Ulama. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak lahir dari kerja individu, melainkan dibangun melalui semangat kebersamaan, persatuan, dan komitmen kolektif seluruh elemen kepengurusan. Dalam arahannya pada Musyawarah Kerja Cabang […]

  • WhatsApp Image 2026 09 07 at 15.56.40

    Keutamaan Selawat dan Maulid: Alasan Doa Membutuhkan ‘Sopir’

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Moch Sulaiman
    • 0Komentar

    WONOMERTO— Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Leluhur bukan sekadar tradisi tahunan atau pengumpul massa. Lebih dari itu, majelis ilmu dan dzikir menjadi sarana menata kembali hubungan spiritual hamba dengan Baginda Rasulullah SAW serta mempererat tali silaturahmi antarsesama. Umat Islam diajak untuk tidak hanya melihat kemeriahan fisik sebuah majelis, melainkan menyelami hakikat penghormatan kepada […]

  • 1778855966101 photo_camera 1

    14 Ranting NU di Dringu Siap Gelar Musran, Balai Desa Jadi Pusat Kegiatan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    DRINGU – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dringu, Kabupaten Probolinggo, terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) di 14 ranting yang ada di wilayah Kecamatan Dringu. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses regenerasi dan penguatan organisasi di tingkat ranting. Ketua MWCNU Dringu, Ustad Satimin, mengatakan persiapan pelaksanaan Musran sejauh ini berjalan lancar dengan […]

  • IMG

    Harlah PMII Ke-66, Gus Haris Ajak Kader Berkolaborasi Wujudkan Probolinggo SAE

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Agus Sholeh
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Probolinggo menjadi momentum konsolidasi kader dan alumni untuk memperkuat peran organisasi dalam pembangunan daerah. Puncak peringatan digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Senin (27/4/2026), mengusung tema “Merawat Gerakan, Menguatkan Peradaban.” Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris menegaskan pentingnya sinergi antara kader PMII dan pemerintah […]

expand_less