Gandeng SMKNU Bantaran, LDNU Probolinggo Siapkan Dai Ramadlan ke Pelosok
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BANTARAN– Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat mematangkan persiapan Program Dai Ramadlan NU 1448 H. Sebagai langkah awal, LDNU mengajak Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, salah satunya SMKNU Bantaran, untuk berpartisipasi menerjunkan para muridnya sebagai dai dan daiyah di wilayah pelosok.
Kesiapan tersebut dimatangkan dalam kunjungan silaturahmi Ketua LDNU Kabupaten Probolinggo, Jamaluddin Al-Ghozi, ke SMKNU Bantaran pada Rabu (7/10/2026). Kedatangan jajaran pengurus LDNU ini disambut langsung oleh Kepala SMKNU Bantaran Abu Tholib serta Kepala SMPU Bantaran H. Taufiq.
Ketua LDNU Kabupaten Probolinggo, Jamaluddin Al-Ghozi, menyampaikan bahwa Program Dai Ramadlan NU diproyeksikan menyasar empat kecamatan di wilayah pegunungan dan terpencil, yakni Kecamatan Sukapura, Kuripan, Lumbang, dan Sumber.
“Para dai dan daiyah yang diterjunkan bakal bertugas selama 30 hari penuh di bulan suci Ramadan. Mereka akan ditempatkan di masjid dan musala untuk mengawal pemantapan ubudiah harian serta penguatan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah bagi masyarakat setempat,” ujar Jamaluddin.
Ia menambahkan, utusan dai tidak hanya berasal dari pondok pesantren, tetapi juga membuka ruang luas bagi delegasi sekolah/madrasah dan organisasi kepemudaan NU.
Rangkaian program ini dirancang melalui beberapa tahapan sistematis. Tahap rekrutmen calon dai dan daiyah dari berbagai basis lembaga dan pesantren dibuka mulai Oktober hingga November 2026. Selanjutnya pada Desember 2026, panitia akan melangsungkan proses skrining dan pemetaan lokasi penugasan. Calon dai yang lolos bakal menerima pembekalan intensif pada Januari 2027, sebelum akhirnya diterjunkan secara resmi pada Februari 2027.
Program ini menjadi keberlanjutan dari kesuksesan agenda serupa pada Ramadan tahun lalu melalui Sentra Syiar Ramadan. Saat itu, LDNU Kabupaten Probolinggo sukses menerjunkan para santri ke kawasan terpencil, seperti Desa Rambaan di Kecamatan Sumber dan Desa Lambang Kuning di Kecamatan Lumbang.
Selama sebulan penuh, keberadaan para utusan tersebut terbukti mampu menghidupkan syiar keagamaan dan memakmurkan masjid serta musala di kawasan lereng pegunungan Kabupaten Probolinggo. (*)
- Penulis: Jamaluddin
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar