Breaking News
dark_mode
Trending

Studi Komparasi KOIN NU, LAZISNU Probolinggo Gali Strategi Turen-Ngunut

  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui tata kelola filantropi terus digelorakan oleh Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Probolinggo.

Sebanyak 11 perwakilan pengurus MWC dan LAZISNU MWCNU dari berbagai wilayah kerja Kabupaten Probolinggo melakukan studi komparasi langsung ke LAZISNU MWCNU Turen, Kabupaten Malang, dan MWCNU Ngunut, Kabupaten Tulungagung, pada Ahad (27/9/2026).

Kunjungan strategis ini dirancang sebagai ruang coaching clinic untuk mendalami dinamika pengelolaan Kotak Infaq (KOIN) NU langsung dari basisnya.

Dalam sesi diskusi, perwakilan dari Probolinggo secara terbuka mengutarakan berbagai tantangan di lapangan, termasuk hambatan psikologis seperti rasa kurang percaya diri saat mengajak masyarakat bersedekah.

Melalui forum tersebut, rombongan mendapatkan suntikan optimisme bahwa potensi populasi warga Nahdliyin yang besar, ditopang pijakan dalil Al-Qur’an dan Hadis yang kuat, menjadi modal utama yang tidak perlu diragukan untuk terus disuarakan kepada umat.

Studi tiru ini juga membuka wawasan baru mengenai luasnya jangkauan dan inovasi gerakan KOIN.

Di MWCNU Ngunut, gerakan filantropi ini bahkan mampu merangkul partisipasi warga non-Muslim setelah tim meyakinkan bahwa gerakan tersebut merepresentasikan nilai-nilai kemanusiaan ala Gus Dur.

Selain itu, terobosan kreatif berupa sedekah non-uang seperti sedekah sampah dan sedekah hasil bumi turut menjadi inspirasi segar yang dinilai aplikatif dan siap dikembangkan secara bertahap di Kabupaten Probolinggo.

Melalui pengalaman empiris dari dua daerah tersebut, pengurus di tingkat MWC menyadari bahwa kesuksesan tidak diraih tanpa hambatan, melainkan melalui konsistensi, strategi yang matang, serta sinergi yang kuat bersama seluruh badan otonom.

Berbekal tata niat yang lurus semata-mata untuk beribadah dan menggapai kemandirian organisasi, hasil studi komparasi ini diharapkan mampu membakar semangat pengurus LAZISNU di Kabupaten Probolinggo untuk terus menggerakkan kepedulian umat secara profesional dan berkelanjutan. (*)

  • Penulis: Dewi Puspa
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • E346578b 5ad2 4c38 b38a cdcaf46e6708

    Lantik Pengurus Baru, MWCNU Sumberasih Usung Visi Mandiri dan 5 Pilar Strategis

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    SUMBERASIH — Suasana khidmat dan penuh rasa optimisme mewarnai Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumberasih masa khidmat 2026–2031 pada Rabu malam (9/9/2026). Bertempat di Kantor MWCNU Sumberasih, prosesi ini dihadiri langsung oleh jajaran PCNU Kabupaten Probolinggo, pimpinan Badan Otonom (Banom), Lembaga NU, serta jajaran Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat. Rangkaian Acara […]

  • IMG 20260821 WA0000

    Peduli Gempa NTT, LAZISNU Probolinggo Galang Dana di Pasar Leces

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Dewi Puspa
    • 0Komentar

    LECES– Gelombang empati untuk korban bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 terus mengalir dari berbagai daerah. Sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, NU CARE-LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo bersama jajaran Banser, CBP IPNU, hingga Majelis Alumni IPNU Kecamatan Leces menggelar aksi penggalangan dana di kawasan Pasar Leces, […]

  • WhatsApp Image 2026 01 13 at 09.27.41 fdc78163

    PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Latihan Kader Dasar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo menggelar Latihan Kader Dasar (LKD) sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (10–11/01/2026), di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo. Latihan Kader Dasar ini mengusung tema “Mencetak Kader Fatayat NU yang Berdaya sebagai Agen Perubahan di Masyarakat”, […]

  • Photo 6136620161696470140 y

    Awal Baru IPNU Bantaran: Tanam Akar Kaderisasi di Sekolah Negeri

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Sofyan Sauri
    • 0Komentar

    BANTARAN– Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo mendorong pembentukan Pimpinan Komisariat di SMAN 1 Bantaran. Langkah penembusan basis sekolah negeri ini ditekankan sebagai momentum untuk membangkitkan kembali eksistensi dan memperluas jangkauan kaderisasi pelajar NU di Kecamatan Bantaran. Hal itu mengemuka dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) XIII di Aula SMAN 1 Bantaran, […]

  • WhatsApp Image 2026 04 25 at 16.34.04

    Harlah Fatayat NU Ke-76, Sofia Dorong Peran Perempuan Berdaya dan Berdampak Nyata di Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Dalam momentum peringatan Harlah Fatayat NU, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menghadirkan gerakan perempuan yang tidak hanya berdaya, tetapi juga berdampak nyata di tengah masyarakat. Semangat “Fatayat NU Berdaya dan Berdampak” diwujudkan melalui berbagai program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Salah satu program unggulan […]

  • IMG 20260711

    Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Dr. Samsur, Kepala Kantor Kemenag Kab. Probolinggo
    • 0Komentar

    KABUPATEN Probolinggo sejak lama telah mengakar kuat dalam kesadaran kolektif kita sebagai daerah religius yang ditopang oleh tradisi pesantren yang kokoh. Jati diri ini bukan sekadar warisan masa lalu yang statis, melainkan identitas dinamis yang harus terus dirawat di tengah derasnya arus modernitas dan disrupsi digital. Ketika hari ini kita diperhadapkan pada berbagai tantangan moral […]

expand_less