Hadiri Silatnas Sedunia, LAZISNU Probolinggo Kawal Gerakan Filantropi NU
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JOMBANG— Momentum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama menjadi ajang konsolidasi akbar bagi penggerak zakat, infak, dan sedekah (ZIS) Nahdlatul Ulama dari seluruh penjuru dunia.
Sebanyak 400 amil perwakilan LAZISNU tingkat PCNU, PWNU, hingga PCINU luar negeri berkumpul dalam ajang Silaturahmi Nasional (Silatnas) LAZISNU Sedunia di Aula Kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo, Dewi Puspa, turut hadir secara langsung dalam ajang internasional tersebut guna memperkuat jalinan sinergi dan membawa semangat pergerakan filantropi daerah ke tingkat global.
Kegiatan bertema “Menguatkan Konsolidasi Gerakan Filantropi NU untuk Kemandirian Ummat dan Khidmat untuk Bangsa” ini dibuka secara simbolis oleh Ketua PBNU, Habib Ali Hasan Al-Bahar.
Dalam sambutannya, Habib Ali menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh amil dan penggerak LAZISNU atas kerja keras serta dedikasinya mengelola dana keumatan.
“Dakwah di LAZISNU mencakup tiga dimensi utama, yaitu dakwah bil mal (harta), bil maqol (ucapan), dan bil hal (perbuatan nyata),” tegas Habib Ali.
Ia menambahkan, capaian positif LAZISNU selama ini tidak terlepas dari kolaborasi lintas lembaga, termasuk apresiasi khusus kepada tim media NU—seperti TVNU dan NU Online—yang menjadi penyambung informasi terdepan kepada masyarakat.
Hasil kinerja LAZISNU yang tertuang dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua PBNU pun diterima secara bulat oleh seluruh muktamirin Muktamar ke-35 NU.
Habib Ali berharap LAZISNU semakin berdampak dan menebar kemanfaatan luas di masa depan.
Deklarasi Palestina Fonds 2.0 dan Penguatan ZIS
Salah satu momen krusial dalam Silatnas ini adalah deklarasi dukungan berkelanjutan untuk kemerdekaan Palestina melalui program Palestina Fonds 2.0.
Direktur Eksekutif LAZISNU PBNU, Riri Khariroh menegaskan, komitmen ini merupakan estafet amanah sejarah yang dicetuskan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah pada Muktamar NU di Menes tahun 1938.
“Hingga saat ini, bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang terhimpun melalui LAZISNU telah mencapai Rp70 miliar dan terus disalurkan secara bertahap untuk membantu warga terdampak konflik,” jelas Riri.
Selain deklarasi kemanusiaan, agenda Silatnas diisi dengan pemaparan riset dan diskusi panel terkait perilaku ZIS serta persepsi publik terhadap brand LAZISNU yang disampaikan oleh Alvara Research Center.
Forum ini juga dirangkaikan dengan peluncuran modul pemberdayaan UMKM (Warnusa), modul Kampung Nusantara, serta penayangan video profil kelembagaan sebagai bekal peningkatan kapasitas para amil.
Sambutan hangat juga disampaikan oleh pihak Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Pihak pesantren menyatakan kesiapannya untuk senantiasa menjadi tuan rumah agenda-agenda LAZISNU di masa mendatang, seraya memohon doa dan kiriman Fatihah dari para peserta untuk keberkahan pesantren.
Keikutsertaan PCNU Kabupaten Probolinggo dalam forum global ini diharapkan semakin memantapkan tata kelola kelembagaan dan program karitatif-empowerment LAZISNU di tingkat daerah agar kian profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (*)
- Penulis: Dewi Puspa
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar