Breaking News
dark_mode
Trending

KUA Wonomerto Ajak NU Bersinergi Cegah Pernikahan Dini

  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WONOMERTO– Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Wonomerto, Wawan Ali Suhudi, mengajak seluruh elemen Nahdlatul Ulama atau NU Kabupaten Probolinggo bersinergi menekan angka pernikahan dini dan mendongkrak kualitas pendidikan generasi muda.

Hal itu ditegaskan Wawan saat menghadiri kegiatan rutin Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Ahad (17/5/2026).

Dalam sambutannya, Wawan menyebut perkembangan masyarakat Wonomerto sejak 2010 hingga saat ini cukup signifikan. Namun demikian, masih banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan bersama, terutama dalam membangun kualitas SDM masyarakat.

Menurutnya, upaya tersebut harus melibatkan seluruh elemen organisasi. Mulai dari PCNU Kabupaten Probolinggo, MWCNU, hingga ranting karena persoalan sosial masyarakat lahir langsung dari realitas di lingkungan warga.

“Masih banyak hal yang harus dilakukan bersama. Persoalan sosial itu berasal dari masyarakat langsung, sehingga penyelesaiannya juga harus melibatkan masyarakat melalui PCNU, MWCNU, dan ranting,” ujarnya.

Pernikahan Dini dan Peran Strategis Banom

Dalam kesempatan tersebut, Wawan menyoroti tiga persoalan sosial yang saling berkelindan di masyarakat, yakni pernikahan dini, pernikahan siri (tidak tercatat), hingga tingginya kasus kematian ibu dan anak.

Ia menaruh harapan besar kepada Badan Otonom (Banom) perempuan NU, khususnya Fatayat NU dan Muslimat NU, untuk mengambil peran strategis di garda depan. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan mengintegrasikan gerakan pendampingan menggunakan data sosial masyarakat, termasuk data posyandu.

Darurat Angka Putus Sekolah Tingkat Atas

Lebih lanjut, Wawan yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jawa Timur ini memaparkan, rendahnya tingkat pendidikan menjadi salah satu akar masalah maraknya pernikahan anak di bawah umur.

Berdasarkan data yang dikantonginya, angka partisipasi pendidikan dasar di wilayah Wonomerto sebenarnya relatif tinggi, namun merosot tajam saat memasuki jenjang pendidikan menengah atas.

“Angka pendidikan SD/MI mencapai sekitar 97 persen, SMP/MTs sekitar 92 persen, tetapi saat menginjak SMA/MA anjlok menjadi sekitar 57 persen. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” urai Wawan.

Melihat realitas ini, ia mengajak seluruh kader NU untuk kembali membangun idealisme pendidikan dan memotivasi generasi muda agar tidak putus sekolah di tengah jalan.

“Mari kita bangun SDM putra-putri kita untuk mempersiapkan generasi yang siap menghadapi masa depan,” pesannya.

Meneladani Perjuangan Hadratussyaikh

Di akhir arahannya, Wawan mengajak jamaah yang hadir untuk merefleksikan kembali sejarah perjuangan para ulama NU dalam membangun sistem pendidikan dan tertib administrasi perkawinan sejak zaman kolonial.

Ia menceritakan bahwa pada masa penjajahan Belanda, aturan pencatatan sipil perkawinan cenderung diskriminatif dan belum mengakomodasi masyarakat pribumi Muslim secara luas. Kondisi pelik inilah yang kemudian menggerakkan para ulama pendiri NU bergerak.

“Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sangat perhatian terhadap pendidikan umat dan kehati-hatian dalam urusan perkawinan. Beliau membangun institusi pendidikan agar masyarakat pribumi Muslim memiliki ilmu, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” terangnya.

Semangat pergerakan Hadratussyaikh itulah, tegas Wawan, yang harus diilmiahkan kembali oleh pengurus NU masa kini melalui penguatan karakter, pendampingan sosial, serta advokasi masyarakat hingga tingkat anak ranting. (*)

  • Penulis: Ansori
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FB IMG

    PCNU Kabupaten Probolinggo Tegas Tolak Kebijakan Lima Hari Sekolah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 1Komentar

    PROBOLINGGO– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana penerapan kebijakan lima hari sekolah bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) di wilayah setempat. Langkah ini diambil sebagai ikhtiar menjaga eksistensi Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ yang menjadi benteng pertahanan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah bagi generasi muda. Luka Lama yang […]

  • 1a832fe0 db27 4c4b 879c 808896cd5c38

    Sofia Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Kaderisasi PC Fatayat NU Probolinggo

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo, Sofia, menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai instrumen utama dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan penguatan peran sosial di masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD) PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (10–11/01/2026), di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten […]

  • IMG 20260306 WA0002

    LAZISNU Probolinggo Ajak Warga Berzakat Fitrah Melalui Jalur Resmi Organisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Menyongsong hari kemenangan, NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah melalui lembaga amil zakat resmi milik organisasi. Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran zakat lebih terukur, transparan, dan sesuai dengan kaidah syariat. Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo, Dewi Puspa menegaskan, warga dapat memilih menunaikan zakat dalam bentuk […]

  • IMG 20260124 WA0038

    Tiga PCNU Probolinggo Ziarah Muassis dan Muharrik NU, Sambut Satu Abad NU

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 1Komentar

    PROBOLINGGO- Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (1926–2026) di Probolinggo, Jatim, diperingati dengan Ziarah Muassis & Muharrik NU, Sabtu (24/1/2026). Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kraksaan, PCNU Kabupaten Probolinggo, dan PCNU Kota Probolinggo, berziarah ke maqbaroh KH Moh Hasan Sepuh Genggong, KH Moh Hasan Saifouridzall, KH Zaini Mun’im, dan KH Hasan Abdul Wafie. Kegiatan ini […]

  • IMG 20260318 WA0011

    Memperkuat Poros Pelajar: Menakar Dampak “Kurma Korsa” CBP-KPP Tapal Kuda di Paiton

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO- Solidaritas kader Corps Brigade Pelajar (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) di wilayah Tapal Kuda memasuki babak baru. Pertemuan bertajuk “Kurma Korsa: Kuatkan Rasa Makin Kompak, Optimalkan Raga Semangat Anggota” yang digelar di Villa Saka 9 Pondok Pesantren Nurul Qodim, Paiton beberapa waktu lalu, bukan sekadar seremoni buka puasa bersama, melainkan peletakan batu pertama […]

  • Ab7a3c32 37ae 4a56 861c 56cf8b6f322b

    Pra Inaugurasi Ansor Sumberasih Salurkan Puluhan Paket Sembako untuk Para Janda

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Sumberasih, Probolinggo – Dalam rangka pra inaugurasi kepengurusan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Sumberasih menggelar kegiatan sosial berupa penyaluran puluhan paket sembako kepada para janda. Kegiatan tersebut dipusatkan di Ranting GP Ansor Mentor, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Ahad, 11 Januari 2025. Puluhan paket sembako yang disalurkan berisi beras […]

expand_less