ISNU Probolinggo Ikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal di Surabaya
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Surabaya – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Probolinggo turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang diselenggarakan oleh PW ISNU Jawa Timur pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Suites Hotel Surabaya dan diikuti oleh 35 peserta yang merupakan pengurus PW dan PC ISNU se-Jawa Timur.
Pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dari kalangan sarjana NU agar mampu terjun langsung dalam salah satu mata rantai penting industri halal, khususnya pada sektor penyembelihan hewan sesuai syariat dan standar teknis yang berlaku.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi seputar tata cara penyembelihan hewan yang sesuai dengan prinsip halal, serta melakukan praktik langsung di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pegirian Surabaya. Kegiatan ini juga diakhiri dengan uji kompetensi yang melibatkan asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dalam sambutannya, Sekretaris PW ISNU Jawa Timur, Dawud, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaring calon juru sembelih halal yang profesional dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
“Kami menjaring para peserta dari kabupaten dan kota se-Jawa Timur untuk keperluan mendapatkan juru sembelih halal yang profesional. Dan alhamdulillah, oleh para asesor BNSP para peserta dinyatakan kompeten,” ungkap Dawud, yang juga merupakan pengajar Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember.
Ia menambahkan, di tengah meningkatnya euforia sertifikasi produk halal, terdapat kesenjangan kritis di sektor hulu rantai pasok halal, yakni masih terbatasnya jumlah juru sembelih halal yang kompeten dan tersertifikasi. Berdasarkan data BPJPH dan Kementerian Pertanian, kebutuhan nasional terhadap juru sembelih halal tersertifikasi mencapai puluhan ribu orang, sementara jumlah yang tersedia saat ini masih sangat terbatas.
Padahal, kehalalan produk pangan hewani seperti daging, olahan susu, bakso, dan sosis sangat ditentukan pada proses penyembelihan. “Sehebat apapun proses produksi, jika penyembelihan tidak memenuhi syariat dan standar teknis, maka produk tersebut tidak dapat disertifikasi halal,” tegasnya.
Selain mencetak kader-kader NU yang memahami fikih secara mendalam, pelatihan ini juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang bagi NU untuk memiliki kompetensi internal (in-house competency) di bidang jaminan produk halal.
Melalui program ini, ISNU Jawa Timur diharapkan mampu menjangkau para juru sembelih hewan, baik sapi, kambing, maupun unggas yang belum memiliki sertifikasi, agar dapat berpartisipasi dalam menjamin kehalalan bahan konsumsi masyarakat.
Lebih jauh, ISNU juga berupaya menjangkau lapisan masyarakat bawah, yang mayoritas merupakan warga nahdliyin, sehingga mereka tidak lagi ragu terhadap kehalalan daging dan produk hewani yang beredar di pasaran.
ISNU kini dituntut untuk tidak hanya bergerak di bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga masuk secara profesional dan sistematis ke dalam rantai nilai industri halal. Dalam kegiatan ini, ISNU Kabupaten Probolinggo diwakili oleh Bapak Muslimin sebagai delegasi peserta.
- Penulis: Siti Nurhaliza

Saat ini belum ada komentar