Hari Buruh 2026: Sarbumusi Probolinggo Desak Perusahaan Rekrut 80 Persen Warga Lokal
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO– Momentum Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Kabupaten Probolinggo menjadi panggung bagi DPC Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) untuk menyuarakan hak-hak pekerja. Dalam tasyakuran di Alun-alun Kraksaan, Ahad (01/05/2026), banom NU ini melayangkan delapan tuntutan strategis kepada pemerintah dan pengusaha.
Ketua DPC K-Sarbumusi Kabupaten Probolinggo, Babul Arifandhie, menekankan bahwa salah satu poin paling krusial dalam peringatan Hari Buruh tahun ini adalah penyerapan tenaga kerja lokal. Ia mendesak agar perusahaan yang beroperasi di wilayah Probolinggo memberikan kuota minimal 80 persen bagi warga sekitar.
“Harapan kami, tuntutan ini dapat dipenuhi agar buruh di Kabupaten Probolinggo lebih sejahtera dan investasi terus tumbuh dalam situasi kondusif,” ujar Babul.
Delapan Tuntutan K-Sarbumusi
Selain isu tenaga kerja lokal, K-Sarbumusi merumuskan delapan sektor ketenagakerjaan yang harus segera diperbaiki demi meningkatkan taraf hidup buruh, di antaranya:
- Rekrutmen Lokal: Perusahaan wajib merekrut minimal 80 persen tenaga kerja lokal di sekitar tempat usaha.
- Pemberdayaan CSR: Program CSR harus menyasar pemberdayaan skill warga, bukan sekadar pembangunan fisik.
- Kepatuhan UMK: Memastikan upah pekerja sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) dengan sanksi tegas bagi pelanggar.
- Hak Dasar Buruh: Pemenuhan asuransi BPJS Kesehatan, Ketenagakerjaan, hak cuti, hingga THR.
- Hapus Outsourcing: Menghapus sistem alih daya kecuali pada enam bidang pekerjaan tertentu.
- Netralitas ASN: Tindak tegas ASN yang terindikasi membekingi perusahaan outsourcing.
- Revitalisasi BLK: Menghidupkan kembali Balai Latihan Kerja untuk mencetak tenaga kerja andal.
- Keamanan Dokumen: Melarang perusahaan menahan ijazah atau dokumen pribadi milik karyawan.
Respons Pemerintah Daerah
Menanggapi aspirasi pada peringatan Hari Buruh tersebut, Bupati Probolinggo, Mohammad Haris (Gus Haris), menyatakan dukungannya terhadap perjuangan serikat pekerja. Ia menilai serikat buruh harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memantau kesejahteraan pekerja.
“Kalau pabriknya berdiri di sini, yang bekerja juga harus orang sini. Aspirasi mengenai serapan tenaga kerja lokal sampai 80 persen itu tidak masalah, saya sangat setuju,” tegas Gus Haris.
Gus Haris juga menambahkan bahwa Pemkab Probolinggo terus berupaya menjaga iklim investasi tetap nyaman agar lapangan kerja baru terus terbuka, sembari memastikan hak-hak dasar para buruh tetap terlindungi dengan baik. (*)
- Penulis: adminnuprob

Saat ini belum ada komentar