ASWAJA NU Center Probolinggo Jaga Ruh Kebersamaan
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TONGAS – ASWAJA NU Center PCNU Kabupaten Probolinggo periode 2025 – 2030 menunjukkan gaya khasnya dalam merawat soliditas organisasi. Bukan dengan rapat kaku di ruang ber-AC, para pengurus justru memilih turba (turun ke bawah) langsung ke rumah para pengurus inti.
Kali ini, rombongan ASWAJA NU Center menyambangi kediaman Bendahara ASWAJA NU Center, Junaidi, di Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Suasana berlangsung santai, penuh canda, namun sarat makna kebersamaan.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilakukan ke rumah Wakil Sekretaris ASWAJA NU Center PCNU Kabupaten Probolinggo, Saifullah.
Dari rumah ke rumah, pengurus menegaskan bahwa organisasi ini tidak hanya hidup di atas kertas administrasi, tetapi juga di ruang-ruang silaturahmi.
Ketua ASWAJA NU Center PCNU Kabupaten Probolinggo, Arfam Sudada, mengatakan bahwa kegiatan turba ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga ruh organisasi agar tetap hangat dan solid.
“ASWAJA NU Center ini bukan hanya soal program dan agenda, tapi soal kebersamaan. Dengan turba seperti ini, kami ingin memastikan bahwa pengurus tetap saling terhubung, saling menguatkan, dan tetap satu frekuensi,” ujar Arfam.
Menurutnya, silaturahmi langsung ke rumah pengurus menjadi cara efektif untuk menyerap aspirasi sekaligus mempererat hubungan emosional antarpengurus.
“Kadang ide besar justru lahir dari obrolan santai sambil ngopi di rumah pengurus,” tambahnya sambil tersenyum.
Melalui kegiatan turba ini, ASWAJA NU Center PCNU Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan, kekompakan, dan khidmah kepada Nahdlatul Ulama, dengan cara yang sederhana namun bermakna. *
- Penulis: M Iqbal

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami atas nama Sekretariat ASNUTER PCNU Kabupaten Probolinggo mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas rilis tulisan tersebut. Narasi ini secara jujur memotret wajah organisasi kita yang humanis dan mengedepankan nilai ukhuwah.
Sebagai Sekretaris, saya ingin menggarisbawahi beberapa poin penting dari kegiatan Turba di Tongas ini:
Administrasi yang Bernyawa: Kami berkeyakinan bahwa tata kelola organisasi yang baik tidak boleh kering dari nilai silaturahmi. Turba ke kediaman Bendahara, Saudaraku bpk. Junaidi, dan Wakil Sekretaris, Sahabat Saifullah, adalah bukti bahwa struktur kita bukan sekadar angka dan jabatan, melainkan ikatan keluarga.
Diplomasi “Cangkrukan”: Sebagaimana disampaikan oleh Ketua ASNUTER, Bapak Arfam Sudada, obrolan santai sambil ngopi adalah laboratorium ide yang sangat efektif. Di ASNUTER, kita menghargai setiap aspirasi yang lahir dari suasana gayeng dan penuh keberkahan doa di rumah-rumah pengurus.
Soliditas Tanpa Batas: Kegiatan ini mempertegas bahwa ASNUTER masa khidmat 2025-2030 hadir untuk meruntuhkan sekat-sekat formalitas yang kaku. Kita bergerak satu frekuensi, demi membentengi ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah di Kabupaten Probolinggo.
Semoga semangat kebersamaan ini menjadi energi tambahan bagi kita semua dalam menjalankan Pancaprogram ASNUTER. Mari terus merapatkan barisan, karena kekuatan kita ada pada kekompakan dan ketulusan dalam berkhidmat.
“ASNUTER: Kokohkan Sanad, Luaskan Maslahat!”
Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq
Sekretaris ASNUTER PCNU Kabupaten Probolinggo
7 Januari 2026 10:40