Breaking News
dark_mode
Trending

Usai Lakmud, IPNU IPPNU Leces Charge Spiritual Lewat Ziarah Aulia

  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LECES – Suasana khidmat menyelimuti rombongan pelajar Nahdlatul Ulama Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, saat bersimpuh di maqbarah para wali. Setelah berhari-hari ditempa secara fisik dan mental dalam forum kaderisasi formal Latihan Kader Muda (Lakmud) III, mereka memilih “jeda sejenak” untuk menundukkan hati dan menimba berkah spiritual.

Perjalanan religi yang berlangsung sepanjang Kamis hingga Jumat (21–22 Mei 2026) ini diinisiasi oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Leces. Memilih kediaman Ketua PAC IPPNU Leces, Rekanita Nurul Ilmiah, sebagai titik tolak keberangkatan, ziarah ini diikuti oleh jajaran pengurus harian serta para alumni Lakmud yang baru saja dinyatakan lulus.

Ketua PAC IPNU Leces, Rekan Andi, mengungkapkan bahwa agenda ini dirancang melampaui sekadar tradisi seremonial atau wisata religi biasa. Baginya, ziarah kubur adalah jangkar moral sekaligus ruang refleksi yang krusial di tengah derasnya kesibukan mengurus organisasi.

“Pada intinya, ziarah ini adalah momen refleksi diri bagi kami semua. Di tengah dinamisnya organisasi, kami ingin mengingat kembali bahwa hidup ini sementara. Melalui ziarah, kita belajar menghormati pendahulu, merenungi kematian, dan memantik kembali semangat untuk terus berbuat kebaikan,” ujar Rekan Andi dengan nada khidmat.

Di antara untaian kalimat tahlil dan doa yang mengangkasa di makam aulia, terselip harapan besar bagi masa depan organisasi di Kecamatan Leces. Pengurus dan kader secara khusus mengetuk pintu langit agar PAC IPNU IPPNU Leces tumbuh lebih solid, adaptif, dan melahirkan inovasi-inovasi segar.

Restu dan doa terbaik juga dialirkan bagi para alumni Lakmud III yang memegang estafet perjuangan ke depan.

“Kami mendoakan dengan tulus agar para kader yang telah lulus Lakmud kemarin bisa membawa keberkahan dan kebermanfaatan nyata. Bukan hanya untuk agama dan bangsa, tetapi juga memberi dampak signifikan untuk kemajuan internal IPNU IPPNU sendiri,” imbuh Andi penuh harap.

Langkah menyejukkan para pelajar NU ini rupanya memanen respons hangat dari masyarakat, terutama para orang tua kader. Di tengah gempuran disrupsi moral era digital, konsistensi anak-anak muda ini dalam merawat tradisi spiritual dipandang sebagai oase yang menenangkan.

Menurut Andi, para orang tua sangat mendukung penuh dan berharap IPNU IPPNU Leces tidak pernah lelah mengudara dengan karya-karya positifnya.

“Alhamdulillah, bapak dan ibu dari rekan-rekan sangat mendukung. Mereka melihat ini sebagai wadah yang sangat baik agar anak-anaknya merefleksikan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Dengan bekal spiritual yang kian tebal dan ikatan emosional yang semakin rekat pasca-ziarah, para pelajar NU Leces ini kini siap melangkah lebih mantap. Mereka kembali ke tengah masyarakat, membawa mandat baru sebagai benteng ideologi Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan generasi muda Leces. (*)

  • Penulis: Agus Budi Cahyono
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260519 WA0014

    Ketua PCNU di Musran Kropak: Program NU Harus Hidup di Akar Rumput

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    KROPAK – Musyawarah Ranting (Musran) Nahdlatul Ulama (NU) Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo yang digelar pada Senin (28/5/2026) malam, resmi menetapkan nahkoda baru untuk masa khidmah 2026-2031. Dalam musyawarah yang berlangsung khidmat di Musala Al-Barokah, Dusun Pasar Sambek tersebut, Kiai Bakir Kholil terpilih sebagai Rais Syuriah, sementara Ustadz Syahid secara aklamasi mandat amanah sebagai […]

  • WhatsApp Image 2026 01 13 at 09.27.41 fdc78163

    PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Latihan Kader Dasar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo menggelar Latihan Kader Dasar (LKD) sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (10–11/01/2026), di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo. Latihan Kader Dasar ini mengusung tema “Mencetak Kader Fatayat NU yang Berdaya sebagai Agen Perubahan di Masyarakat”, […]

  • IMG 20260611 WA0021

    Haflah PP Miftahul Khoir Probolinggo: Stop Nikah Dini dan Stunting

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 1Komentar

    KURIPAN– Momentum kelulusan santri tidak boleh menjadi akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Sebaliknya, pesantren harus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai pernikahan anak di bawah umur yang memicu tingginya angka stunting di tengah masyarakat. Pesan kuat inilah yang menggema dalam acara Haflatul Imtihan madrasah formal di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Desa Menyono, […]

  • IMG 20260216 WA0029

    SMK NU Bantaran: Mencetak Teknisi Multimedia Berkarakter Khaira Ummah

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – LP Ma’arif NU Kabupaten Probolinggo terus memperkuat sektor pendidikan vokasi melalui SMK NU Bantaran yang memfokuskan diri pada pencetakan generasi muslim Khaira Ummah. Sekolah yang berlokasi di wilayah strategis Bantaran ini, memadukan keahlian teknologi multimedia dengan fondasi karakter santri guna menjawab tantangan dunia kerja global. Institusi ini mematok visi besar untuk menjadi pusat […]

  • IMG 20260711

    Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Dr. Samsur, Kepala Kantor Kemenag Kab. Probolinggo
    • 0Komentar

    KABUPATEN Probolinggo sejak lama telah mengakar kuat dalam kesadaran kolektif kita sebagai daerah religius yang ditopang oleh tradisi pesantren yang kokoh. Jati diri ini bukan sekadar warisan masa lalu yang statis, melainkan identitas dinamis yang harus terus dirawat di tengah derasnya arus modernitas dan disrupsi digital. Ketika hari ini kita diperhadapkan pada berbagai tantangan moral […]

expand_less