Breaking News
dark_mode
Trending

Medsos Gempur Remaja dengan Konten LGBT, Orang Tua Harus Apa?

  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO – Ruang digital hari ini menyuguhkan tantangan pengasuhan yang luar biasa berat bagi para orang tua. Salah satu fenomena yang kian mengkhawatirkan adalah maraknya tren dan masifnya eksposur konten terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di berbagai platform media sosial.

Konten terkait LGBT di berbagai platform media sosial itu, teridentifikasi menyasar kalangan anak-anak dan remaja secara agresif.

Fenomena serbuan konten siber inilah yang melatarbelakangi Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Probolinggo untuk menerbitkan pernyataan sikap resmi guna membentengi masa depan generasi muda.

Ketua LDNU Kabupaten Probolinggo, Jamaluddin Al Ghozi, mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam atas krisis identitas serta kerapihan pergaulan yang dialami remaja akibat paparan informasi digital yang tidak terfilter tersebut.

Ketika algoritma media sosial dengan mudah meloloskan konten yang bertentangan dengan fitrah manusia dan nilai kemaslahatan keluarga, maka institusi domestik atau rumahlah yang harus mengambil peran sebagai benteng pertahanan utama.

Remaja yang sedang mencari jati diri membutuhkan bimbingan dan kasih sayang yang utuh dari orang tua agar tidak mencari pelarian di ruang siber yang keliru.

Melalui dokumen resmi yang dirilis bertepatan pada 25 Muharram 1448 H atau 10 Juli 2026 ini, LDNU Probolinggo menegaskan bahwa cara terbaik menghadapi gempuran ideologi digital tersebut adalah dengan memperkuat peran keluarga sebagai madrasah pertama.

Manajemen rumah tangga Islami dituntut tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi fisik anak, tetapi juga pada pemenuhan “gizi mental” melalui literasi digital yang ketat serta pengawasan terhadap konsumsi media anak-anak.

Orang tua harus melek teknologi agar bisa mengontrol apa saja yang masuk ke gawai anak mereka.

Selain pengawasan, pendekatan dakwah dan komunikasi di dalam rumah juga harus diubah menjadi lebih inklusif dan ramah remaja.

LDNU Probolinggo mendorong agar edukasi mengenai keagamaan, akhlak, dan kesehatan reproduksi disampaikan secara dialogis, penuh hikmah, serta jauh dari ujaran kebencian maupun tindakan kekerasan.

Dengan menghadirkan lingkungan rumah yang aman, hangat, dan berbasis ilmu, anak-anak akan memiliki imunitas emosional dan spiritual yang kuat, sehingga mereka mampu memilah mana konten yang maslahat dan mana yang mudarat bagi masa depan mereka. (*)

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260711

    Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Dr. Samsur, Kepala Kantor Kemenag Kab. Probolinggo
    • 0Komentar

    KABUPATEN Probolinggo sejak lama telah mengakar kuat dalam kesadaran kolektif kita sebagai daerah religius yang ditopang oleh tradisi pesantren yang kokoh. Jati diri ini bukan sekadar warisan masa lalu yang statis, melainkan identitas dinamis yang harus terus dirawat di tengah derasnya arus modernitas dan disrupsi digital. Ketika hari ini kita diperhadapkan pada berbagai tantangan moral […]

  • WhatsApp Image 2026 05 04 at 12.33.46

    ISNU Probolinggo Ikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal di Surabaya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Surabaya – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Probolinggo turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang diselenggarakan oleh PW ISNU Jawa Timur pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Suites Hotel Surabaya dan diikuti oleh 35 peserta yang merupakan pengurus PW dan PC ISNU se-Jawa Timur. Pelatihan […]

  • Kuripan

    Target Rampung Akhir Tahun, Banom NU Kuripan Gotong Royong Tata Kantor MWC

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    KURIPAN– Suasana guyub dan semangat gotong royong menyelimuti area kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Kuripan, Minggu (19/4/2026) pagi. Sejumlah pengurus bersama jajaran Badan Otonom (Banom) NU tampak bahu-membahu dalam aksi kerja bakti untuk menata dan meratakan area depan teras kantor. Kegiatan yang dimulai sejak pagi buta ini tidak hanya sekadar bersih-bersih biasa. […]

  • WhatsApp Image 2026 04 27 at 04.46.56

    Peringati Harlah, Ansor Probolinggo Peringati Harlah Lewat Napak Tilas Ketua

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Probolinggo – Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-92, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan napak tilas perjuangan para ketua Ansor dari masa ke masa (26/4). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penghormatan atas jasa para tokoh yang telah mengabdikan diri untuk organisasi dan masyarakat. Napak tilas dimulai dengan […]

  • IMG 20260216 WA0025

    Perkuat Disiplin Organisasi, Banser Probolinggo Gelar Upgrading Corps Provost

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Turun ke Bawah (Turba) dan Upgrading Corps Provost pada Ahad (15/2/2026) di aula kantor PCNU setempat. Agenda ini difokuskan pada penyamaan persepsi materi pendidikan serta penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guna mencetak kader yang lebih disiplin, profesional, dan satu komando. Kegiatan yang berlangsung khidmat […]

  • IMG 20260207 WA0003

    GP Ansor Tegalsiwalan Sebut Full Day School Ancam Budaya Ngaji, Minta Dibatalkan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN – Gelombang penolakan terhadap kebijakan lima hari sekolah atau Full Day School (FDS) di Kabupaten Probolinggo terus meluas hingga ke tingkat anak cabang. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tegalsiwalan secara tegas menyatakan keberatannya karena kebijakan tersebut dinilai bakal menggerus budaya “ngaji” di madrasah. Ancam Eksistensi Madin dan TPQ Ketua PAC GP […]

expand_less