Breaking News
dark_mode
Trending

LDNU Probolinggo Serukan Karnaval ‘Ojo Lali Sholat, Ojo Buka Aurat’

  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO- Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Probolinggo meluncurkan kampanye simpatik bertajuk “Karnaval Ojo Lali Sholat, Ojo Buka Aurat”.

Gerakan ini digaungkan untuk memastikan euforia kemeriahan pesta kemerdekaan di wilayah Probolinggo tetap berjalan selaras dengan nilai-nilai syariat Islam dan akhlakul karimah Ahlussunnah Wal Jamaah.

Ketua LDNU Kabupaten Probolinggo, Jamaluddin Al Ghozi, menegaskan bahwa perayaan karnaval merupakan ekspresi rasa syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus wujud cinta tanah air. Namun, euforia kebangsaan tersebut jangan sampai melalaikan kewajiban utama seorang Muslim.

“Empat kunci karnaval yang kami gaungkan: Islami, Jaga Ibadah, Tertib, dan Semangat Kebangsaan. Khususnya ojo lali sholat dan ojo buka aurat. Kita ingin mencetak generasi yang cinta NKRI sekaligus Muttaqin Tafaqquh Fiddin,” tegas Jamaluddin, Jumat (14/8/2026).

Dua Pesan Utama LDNU Probolinggo

Secara khusus, LDNU Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh panitia, peserta, dan penonton karnaval untuk memegang teguh dua hal pokok:

Sholat Tepat Waktu

Keramaian dan padatnya alur karnaval tidak boleh menjadi alasan menunda apalagi meninggalkan sholat lima waktu. Panitia diimbau menyiapkan fasilitas serta alokasi waktu ibadah yang memadai. “Panitia wes disiapno waktu & tempat sholat. Ojo sampai gara-gara karnaval, Allahu Akbar kalah sama sound karnaval,” ujar Jamaluddin mengingatkan agar volume sound system tidak mengalahkan gema azan.

Jaga Aurat dan Akhlak

Kreativitas dalam berkostum sangat diapresiasi, namun harus tetap berada dalam koridor kesopanan dan bebas dari unsur pornografi maupun pornoaksi. Kemerdekaan sejati, menurut LDNU, adalah ketika seseorang mampu merdeka dari perbuatan maksiat.

Menjadikan Karnaval Media Syiar dan Edukasi

Jamaluddin meluruskan bahwa LDNU sama sekali tidak bersikap anti terhadap gelaran karnaval. Sebaliknya, tradisi kemerdekaan ini dinilai sangat potensial sebagai media syiar Islam yang ramah dan memperkuat semangat kebangsaan.

Melalui himbauan ini, LDNU Kabupaten Probolinggo berharap peringatan HUT RI ke-81 tidak sekadar menjadi ajang seremoni yang hampa nilai, melainkan menjadi sarana transformasi iman dan perbaikan moral masyarakat secara menyeluruh.

“Jadikan HUT RI ini bukan hanya seremoni, tapi juga transformasi iman dan akhlak. Merdeka jasmani dan merdeka rohani,” pungkasnya. (*)

  • Penulis: Jamaluddin
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260728 WA0002

    Songsong Masa Khidmat Baru, MWCNU Sumberasih Gelar Pra-Musker

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Aswandi
    • 0Komentar

    ​SUMBERASIH — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sumberasih menggelar agenda Pra-Musyawarah Kerja (Pra-Musker) untuk merancang dan mematangkan program kerja strategis masa khidmat 2026–2031. ​Kegiatan yang berlangsung di Aula MWCNU Sumberasih ini dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru, serta dihadiri oleh jajaran pengurus MWC dan ranting se-Kecamatan Sumberasih. ​Mengusung tema […]

  • IPNU

    Konsolidasi di Kaki Bromo, IPNU-IPPNU Probolinggo Perkuat Akar Rumput Organisasi

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    SUKAPURA – Geliat pergerakan pelajar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo kian mantap. Ratusan kader memadati kawasan Gerbang Wisata Sukapura (GWS) dalam agenda Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II, Kamis-Jumat (5–6/6/2026). Mengusung tema besar “Probolinggo Berdaya: Kader Revolusioner, Aksi Nyata, Peradaban Berdaulat”, forum ini menjadi ajang konsolidasi strategis untuk memetakan arah gerak […]

  • Hsn

    PCNU Probolinggo Matangkan Persiapan HSN 2026, Pusatkan Apel di MPP Dringu

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmen penguatan organisasi dan gerakan kultural melalui Rapat Pleno 3 di Kantor PCNU setempat, Rabu (23/9/2026). Pertemuan strategis yang melibatkan jajaran syuriyah, tanfidziyah, banom, lembaga, hingga ketua-ketua MWCNU se-Kabupaten Probolinggo ini merumuskan langkah taktis, terutama dalam menyambut perhelatan akbar Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. […]

  • WhatsApp Image 2026 09 29 at 17.30.47

    Studi Komparasi KOIN NU, LAZISNU Probolinggo Gali Strategi Turen-Ngunut

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Dewi Puspa
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat melalui tata kelola filantropi terus digelorakan oleh Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 11 perwakilan pengurus MWC dan LAZISNU MWCNU dari berbagai wilayah kerja Kabupaten Probolinggo melakukan studi komparasi langsung ke LAZISNU MWCNU Turen, Kabupaten Malang, dan MWCNU Ngunut, Kabupaten Tulungagung, pada […]

  • Wabup

    Raperda Fasilitasi Pesantren Probolinggo Disepakati, Simak Serialnya di Sini!

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi NUProbolinggo
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Sebuah langkah bersejarah yang menyejukkan hati kaum sarungan baru saja ditorehkan di Kabupaten Probolinggo. Senin (6/7/2026), DPRD bersama Pemkab Probolinggo secara resmi telah menetapkan kesepakatan bersama Raperda tentang Fasilitasi Pesantren. Regulasi ini menjadi angin segar sekaligus payung hukum yang kokoh bagi urat nadi pendidikan Islam tradisional di daerah yang dikenal kaya dengan lembaga pesantren […]

  • IMG 20260212 WA0011

    Polemik Lima Hari Sekolah di Probolinggo, Bagaimana Nasib Madin dan Siswa SD?

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Rencana penerapan lima hari sekolah di Kabupaten Probolinggo, Jatim, memicu diskusi panjang antara kebijakan birokrasi dan pelestarian pendidikan keagamaan. Menanggapi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD pada Rabu (11/02/2026), berikut adalah rangkuman tanya-jawab untuk memperjelas duduk perkara bagi orang tua dan tenaga pendidik. Apakah benar ada kebijakan lima hari sekolah dari Dinas Pendidikan? […]

expand_less