Breaking News
dark_mode
Trending

Raperda Fasilitasi Pesantren Probolinggo Disepakati, Simak Serialnya di Sini!

  • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO– Sebuah langkah bersejarah yang menyejukkan hati kaum sarungan baru saja ditorehkan di Kabupaten Probolinggo. Senin (6/7/2026), DPRD bersama Pemkab Probolinggo secara resmi telah menetapkan kesepakatan bersama Raperda tentang Fasilitasi Pesantren.

Regulasi ini menjadi angin segar sekaligus payung hukum yang kokoh bagi urat nadi pendidikan Islam tradisional di daerah yang dikenal kaya dengan lembaga pesantren tersebut.

Bagi masyarakat Probolinggo, pesantren bukanlah menara gading yang asing. Berdasarkan data pemkab setempat, terdapat 326 pondok pesantren yang tegap berdiri dan tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Selama berabad-abad, dari rahim ratusan pesantren inilah lahir para kiai, santri, dan pejuang yang menjadi benteng moral serta penggerak ekonomi umat.

Hadirnya Raperda ini merupakan bentuk rekognisi (pengakuan), afirmasi (penegasan), dan fasilitasi nyata dari pemerintah daerah terhadap kiprah panjang lembaga pencetak ulama ini.

Dalam sidang paripurna kesepakatan bersama tersebut, Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ menegaskan, keberadaan pondok pesantren di Probolinggo telah memberikan kontribusi nyata yang sangat besar, terutama dalam membangun moralitas, karakter, dan sosial masyarakat.

Figur yang lahir dan besar di lingkungan pesantren itu menyampaikan, melalui regulasi ini, Pemkab Probolinggo kini memegang landasan hukum normatif yang kuat untuk memberikan perhatian dan fasilitasi secara berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, agar peran historis pesantren mendapat tempat yang layak dalam sistem pembangunan daerah.

Wakil Bupati juga berharap semangat kolaborasi dan komunikasi yang harmonis antara legislatif, eksekutif, dan elemen pesantren yang telah terbangun selama pembahasan draf ini dapat terus dipertahankan demi kemaslahatan masyarakat luas.

NUProbolinggo mencatat, kesepakatan ini mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah siap menyokong penuh tiga khittah (fungsi) utama pesantren, yaitu: fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat.

Dengan disahkannya aturan ini, koordinasi, pembinaan, hingga kran pendanaan bagi kemajuan murni 326 pesantren di Probolinggo kini memiliki khittah konstitusional yang jelas melalui APBD maupun sumber legal lainnya.

Membedah Aturan: Simak Liputan Berseri NUProbolinggo!

Raperda Fasilitasi Pesantren yang disepakati ini memuat banyak pasal strategis yang wajib dipahami oleh segenap pengasuh, asatidz, santri, maupun masyarakat luas di Kabupaten Probolinggo.

Berita ini merupakan laporan pembuka dari ulasan komprehensif kami. Mulai besok, redaksi NUProbolinggo akan mengupas tuntas poin-poin penting isi Raperda tersebut secara berseri—mulai dari asas jati diri pesantren, pilar fasilitasi, pembentukan tim khusus, hingga skema pendanaannya.

Pastikan Anda terus memperbarui informasi dan memantau perkembangan regulasi ini hanya di website resmi NUProbolinggo agar tidak ketinggalan ulasan seri berikutnya. (*)

  • Penulis: Tim Redaksi NUProbolinggo
  • Editor: Muhammad iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1000434644

    ASWAJA NU Center Probolinggo Jaga Ruh Kebersamaan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 1Komentar

    TONGAS – ASWAJA NU Center PCNU Kabupaten Probolinggo periode 2025 – 2030 menunjukkan gaya khasnya dalam merawat soliditas organisasi. Bukan dengan rapat kaku di ruang ber-AC, para pengurus justru memilih turba (turun ke bawah) langsung ke rumah para pengurus inti. Kali ini, rombongan ASWAJA NU Center menyambangi kediaman Bendahara ASWAJA NU Center, Junaidi, di Desa […]

  • Ffaef537 866a 4ef5 a1b1 e7e92cec26b5

    Peringati Harlah ke-76, Fatayat NU Wonomerto Teguhkan Peran Perempuan untuk Peradaban

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    WONOMERTO – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU yang dirangkai dengan halal bihalal berlangsung khidmat dan penuh kehangatan di Kantor MWCNU Wonomerto, Minggu (27/04/2026). Mengusung tema “Maju Bersama, Menguat Bersama, untuk Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia,” kegiatan ini diselenggarakan oleh PAC Fatayat NU Kecamatan Wonomerto bersama Ranting Fatayat NU Kareng Kidul, serta dihadiri berbagai […]

  • IMG

    Harlah PMII Ke-66, Gus Haris Ajak Kader Berkolaborasi Wujudkan Probolinggo SAE

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Agus Sholeh
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Probolinggo menjadi momentum konsolidasi kader dan alumni untuk memperkuat peran organisasi dalam pembangunan daerah. Puncak peringatan digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Senin (27/4/2026), mengusung tema “Merawat Gerakan, Menguatkan Peradaban.” Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris menegaskan pentingnya sinergi antara kader PMII dan pemerintah […]

  • Ngaji ok

    Menjaga Akidah: Kajian Sullam At-Taufiq di MWCNU Wonomerto

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    WONOMERTO – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Wonomerto, Kabupaten Probolinggo mengisi kegiatan rutin bulanan dengan kajian Kitab Sullam At-Taufiq, Ahad (28/6/2026). Berlangsung di Desa Jrebeng, kecamatan setempat, kajian kitab karya Habib Abdullah bin Husayn bin Thahir itu,dipimpin oleh KH Abdul Malik Damanhuri. Diikuti jajaran pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, Badan Otonom, dan PRNU se-Kecamatan Wonomerto. […]

  • 1778855966101 photo_camera 1

    14 Ranting NU di Dringu Siap Gelar Musran, Balai Desa Jadi Pusat Kegiatan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    DRINGU – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dringu, Kabupaten Probolinggo, terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) di 14 ranting yang ada di wilayah Kecamatan Dringu. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses regenerasi dan penguatan organisasi di tingkat ranting. Ketua MWCNU Dringu, Ustad Satimin, mengatakan persiapan pelaksanaan Musran sejauh ini berjalan lancar dengan […]

expand_less