Breaking News
dark_mode
Trending

Haflah PP Miftahul Khoir Probolinggo: Stop Nikah Dini dan Stunting

  • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KURIPAN– Momentum kelulusan santri tidak boleh menjadi akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Sebaliknya, pesantren harus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai pernikahan anak di bawah umur yang memicu tingginya angka stunting di tengah masyarakat.

Pesan kuat inilah yang menggema dalam acara Haflatul Imtihan madrasah formal di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/6/2026). Acara pelepasan santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) tahun ajaran 2025/2026 tersebut berlangsung khidmat dan dipadati ratusan wali santri serta masyarakat umum.

Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimcam Kuripan, Kapolsek, Danramil, tokoh agama, pengurus struktural MWCNU Kuripan, serta anggota DPRD Kabupaten Probolinggo. Puncak acara kian berkah dengan hadirnya Nun Hassan Ahsan Malik, S.Sy, M.Pd (Nun Alex), pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, yang memberikan ceramah agama (mauidzah hasanah).

Jihad Melawan Stunting Lewat Jalur Pendidikan

Ketua Komite MTs/MA Miftahul Khoir, Wawan Ali Zuhudi, dalam sambutannya mengingatkan tantangan berat yang dihadapi wilayah geografis Kecamatan Kuripan. Pasalnya, wilayah ini tercatat memiliki angka kasus stunting tertinggi di Kabupaten Probolinggo.

Oleh karena itu, pria yang akrab disapa Pak Wawan ini mengimbau dengan tegas agar para alumnus MTs dan MA Miftahul Khoir tidak buru-buru menikah, melainkan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami menghimbau siswa-siswi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menghindari pernikahan dini. Pernikahan dini menjadi salah satu faktor utama tingginya angka stunting di daerah kita,” tegas Wawan.

Senada dengan Komite, Camat Kuripan, Oon Hartono, memberikan apresiasi penuh terhadap komitmen pesantren dalam mengedukasi masyarakat. Ia meminta kerja sama yang konkret dari para orang tua santri untuk berani menolak lamaran pernikahan anak yang belum cukup umur.

“Tolong para wali murid, jika ada yang ingin melamar putrinya yang masih usia sekolah, mohon untuk ditolak. Menikah dini berisiko tinggi menyebabkan stunting pada keturunan nanti. Kita harus bekerja sama mencetak generasi yang sehat dan berpendidikan,” ujar Oon Hartono.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para asatidz/asatidzah yang telah berdedikasi mengamalkan ilmunya membimbing para santri selama tiga tahun terakhir.

Dukungan Legislatif dan Nuansa Khidmah Pesantren

Kepedulian terhadap masa depan pendidikan santri Kuripan juga datang dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis, S.Pd., yang turut hadir, mengaku bangga dengan gelaran haflah ini. Ia menyebut, Kyai Sholehuddin (pengasuh Ponpes Miftahul Khoir) sebagai guru ideologisnya.

“Kyai Sholehudin yang merupakan guru ideologis saya. Semangat beliau dalam memperjuangkan pendidikan harus kita lanjutkan,” sebut Muchlis.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Muchlis menyatakan kesiapannya untuk mengawal kemajuan sarana prasarana lembaga melalui pengajuan proposal kegiatan pendidikan. Tak hanya itu, ia juga berjanji akan memberikan bantuan berupa pembelian seragam bagi para siswa baru pada tahun ajaran mendatang sebagai wujud kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan di Miftahul Khoir.

Semarak Seni Santri dan Info Penerimaan Murid Baru

Suasana haflah kian semarak dengan unjuk bakat para santri yang menampilkan beragam seni islami dan kebudayaan. Mulai dari harmoni suara tim paduan suara “Harmoni Santri”, keindahan Tari Nusantara dan Tari Maraghab, nasyid syahdu dari grup Nasyidatus Sholeha, hingga atraksi pencak silat Pagar Nusa yang memukau penonton dengan jurus-jurus andalannya.

Di penghujung acara, Kepala MTs Miftahul Khoir, Hj. Zakiyatul Imam, S.Pd.I, mengingatkan masyarakat bahwa proses kaderisasi generasi muda Nahdliyin yang berakhlakul karimah harus terus berjalan. Ia mengumumkan bahwa pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) gelombang terakhir untuk tahun ajaran baru akan ditutup pada 13 Juli 2026.

“Kami berharap seluruh siswa-siswi lulusan MTs/MA untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi masa depan yang lebih baik,” pungkas Hj. Zakiyatul Imam.

Tampak hadir menyaksikan jalannya acara hingga selesai, Rois Syuriah MWC NU Kuripan, Ketua Tanfidziah MWC NU Kuripan, serta para tokoh masyarakat yang kompak mengawal masa depan generasi muda NU yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (*)

  • Penulis: Agus Budi Cahyono
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana Proses Pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo.

    Anggota DPRD Probolinggo Junaedi, Dilantik Jadi Pengurus ASWAJA NU Center PCNU

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN– Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Junaedi dari Fraksi PPP, resmi dilantik sebagai Bendahara ASWAJA NU Center dalam pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo periode 2026–2031. Pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo digelar di Halaman Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Kecamatan Tegalsiwalan, pada Minggu, 7 Juni 2026. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, dan […]

  • Photo 6136620161696470140 y

    Awal Baru IPNU Bantaran: Tanam Akar Kaderisasi di Sekolah Negeri

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle Sofyan Sauri
    • 0Komentar

    BANTARAN– Pengurus Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo mendorong pembentukan Pimpinan Komisariat di SMAN 1 Bantaran. Langkah penembusan basis sekolah negeri ini ditekankan sebagai momentum untuk membangkitkan kembali eksistensi dan memperluas jangkauan kaderisasi pelajar NU di Kecamatan Bantaran. Hal itu mengemuka dalam Konferensi Anak Cabang (Konferancab) XIII di Aula SMAN 1 Bantaran, […]

  • WhatsApp Image 2025 03 29 at 16.57.01

    Akhir Ramadhan, PAC Ansor Kuripan Tebar Kebahagiaan dengan Berbagi

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    nuprobolinggo.or.idMenjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berbagi kebahagiaan Dan Senyuman Dengan Kaum Duafa. Sabtu (29/03/2025) Berbagi Zakat fitrah tepatnya. Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik laki-laki dan perempuan muslim yang dilakukan dibulan Ramadhan dari awal bulan […]

  • PCNU

    PCNU Probolinggo Pacu Musyawarah Ranting dan Kemandirian Ekonomi Umat

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Ansori
    • 0Komentar

    WONOMERTO– Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menginstruksikan seluruh jajaran pengurus untuk menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) hingga tingkat Anak Ranting sebelum Juli 2026. Penegasan tersebut disampaikan Kiai Teguh ini saat menghadiri kegiatan rutin Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Wonomerto, di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Ahad (17/5/2026). Menurutnya, […]

  • 1000439921

    Solidaritas Nahdliyyin Dringu Mengalir untuk Korban Banjir Sumatera dan Aceh

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 1Komentar

    DRINGU– Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, melakukan aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir di Sumatera dan Aceh. Aksi kemanusiaan ini digelar di sejumlah pasar di Kecamatan Dringu, termasuk Pasar Dringu, Pasar Keldhuk, dan Pasar Bawang pada Rabu 7 Januari 2026. Pantauan di lokasi, para kiai, ustad, serta warga […]

  • IMG 20261028 WA0049

    Dai Muda dan Tantangannya

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle LDNU Kabupaten Probolinggo
    • 0Komentar

    REFLEKSI SUMPAH PEMUDA 2026 Oleh: LDNU – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo SETIAP 28 Oktober, kita tidak hanya memperingati ikrar, tapi memperbarui janji. Jika 98 tahun lalu (1928) para pemuda bersumpah dengan darah dan air mata untuk satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, maka hari ini, Dai Muda harus bersumpah untuk satu […]

expand_less