Breaking News
dark_mode
Trending

Menyulut Kemandirian Ekonomi, Membuka Kran Partisipasi Publik, Majukan Pesantren

  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO– Setelah menguliti dapur birokrasi dan ketatnya pengawasan APBD pada serial kedua, kini kita tiba pada muara paling krusial dari Perda tentang Fasilitasi Pesantren Kabupaten Probolinggo: bagaimana regulasi ini menyulut kemandirian ekonomi pondok dan sejauh mana masyarakat sipil bisa ikut terlibat?

Merujuk pada draf hukum yang disahkan, payung hukum ini mengombinasikan jaminan bantuan finansial serta teknologi dari pemerintah dengan ruang kontribusi aktif bagi publik.

Semua dirancang demi memastikan fungsi pemberdayaan masyarakat berjalan optimal tanpa mengikis kedaulatan pesantren.

Salah satu titik krusial keberpihakan Pemkab Probolinggo tertuang dalam Bab II Bagian Keempat Pasal 7.

Pasal ini mengunci komitmen daerah dalam memfasilitasi fungsi pemberdayaan masyarakat melalui empat intervensi nyata. Meliputi bantuan keuangan sebagai skema modal langsung untuk menyuntik unit usaha internal pesantren, serta bantuan sarana dan prasarana penunjang infrastruktur fisik perekonomian.

Selain itu, terdapat pula bantuan teknologi berupa upaya digitalisasi ekosistem pondok agar produk santri mampu bersaing di pasar modern, yang dilengkapi dengan pelatihan keterampilan vokasional berkelanjutan demi melahirkan santripreneur yang siap menggerakkan ekonomi umat.

Ditegaskan pula dalam aturan tersebut bahwa pemenuhan fasilitasi ini diberikan dengan tetap mengukur kemampuan keuangan daerah serta dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pesantren tidak lahir di ruang hampa melainkan tumbuh dari, oleh, dan untuk masyarakat, sehingga kesadaran sosiologis inilah yang melandasi lahirnya Bab VI Pasal 11 mengenai Partisipasi Masyarakat.

Regulasi ini menegaskan bahwa publik memiliki hak untuk ikut serta mendorong mutu dan standar pesantren melalui berbagai jalan.

Berdasarkan ketentuan tersebut, bentuk partisipasi masyarakat dapat berupa tindakan memberikan bantuan program atau pembiayaan secara mandiri kepada pesantren, memberikan masukan strategis kepada Pemerintah Daerah terkait pelaksanaan Fasilitasi Pesantren, serta mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan pesantren.

Masyarakat juga didorong untuk ikut mengembangkan standar mutu internal pondok, memperkuat kemandirian ekonomi secara gotong royong, hingga membentuk wahana pendidikan karakter dan pembinaan moral di lingkungan sekitar pesantren.

Fleksibilitas gerakan ini dijamin penuh oleh undang-undang karena partisipasi publik dapat dilakukan baik secara perseorangan, kelompok, badan usaha, hingga organisasi kemasyarakatan.

Artinya, sinergi ini membuka pintu seluas-luasnya bagi para alumni, wali santri, maupun korporasi untuk ikut berinvestasi moral dan materiil secara sah demi masa depan menara syiar Islam ini.

Dengan tuntasnya bedah pasal mengenai kemandirian ekonomi dan partisipasi masyarakat ini, jelas sudah bahwa Perda Fasilitasi Pesantren Kabupaten Probolinggo meletakkan pesantren bukan sebagai objek pasif penerima bantuan, melainkan sebagai subjek penggerak peradaban.

Kemandirian ekonomi akan menjaga harga diri pesantren, sedangkan partisipasi publik menjadi energi yang memastikan pondok tidak berjuang sendirian.

Kini, seluruh draf fundamental mulai dari asas jati diri, tiga pilar, tata kerja tim birokrasi, hingga pemberdayaan ekonomi telah kita bedah bersama.

Tugas besar berikutnya berada di pundak kita semua untuk menjadi mata penilai yang kritis agar setiap lembar aturan ini benar-benar mewujud menjadi kemaslahatan yang nyata di bumi Probolinggo. (*)

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 7a226ee9 77a9 463d ba29 797baca4a199

    Bangkitkan Semangat Kompetisi Pelajar, MA Progresif Ummul Quro Gelar Festival Pelajar 2026

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Guna membangkitkan semangat berkompetisi dalam mengukir prestasi di kalangan generasi muda, MA Progresif Ummul Quro tengah sukses menyelenggarakan perhelatan akbar bertajuk “Festival Pelajar 2026”. Kegiatan yang berlangsung dinamis sejak tanggal 1 Juni lalu hingga puncaknya pada Sabtu, 6 Juni 2026 mendatang ini, dipusatkan di area kampus MA Progresif Ummul Quro, Desa Tempuran, Kecamatan […]

  • Abu

    Menjaga Ruh Pembelajaran di Era Algoritma: Redefinisi Digitalisasi Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Abu Tholib, M.Kom* Di tengah masifnya wacana transformasi digital di dunia pendidikan, kita kerap disuguhkan pemandangan yang sekilas tampak modern namun pada hakikatnya masih rapuh: seorang guru menyalakan proyektor LCD, membuka dokumen PDF dari buku teks, lalu meminta para siswa menyalin tulisan dari layar proyektor ke buku tulis masing-masing. Pertanyaannya, apakah interaksi semacam […]

  • IMG 20260306 WA0002

    LAZISNU Probolinggo Ajak Warga Berzakat Fitrah Melalui Jalur Resmi Organisasi

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Menyongsong hari kemenangan, NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah melalui lembaga amil zakat resmi milik organisasi. Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran zakat lebih terukur, transparan, dan sesuai dengan kaidah syariat. Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo, Dewi Puspa menegaskan, warga dapat memilih menunaikan zakat dalam bentuk […]

  • 48447c59 698c 480f 9d6e dc46b132607a

    Pikat Pelajar dan Santri Bantaran, PAC IPNU IPPNU Gelar Makesta di Ponpes Nahdlatul Muta’alimin

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    BANTARAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bantaran sukses menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada Jumat hingga Sabtu, 29–30 Mei 2026. Kegiatan yang bertempat di Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’alimin, Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo ini menjadi langkah strategis dalam membentengi moral generasi […]

  • LDNU

    LDNU Probolinggo Tolak Normalisasi LGBT, Larang Kekerasan dan Diskriminasi

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama atau LDNU Kabupaten Probolinggo menerbitkan surat pernyataan sikap terkait maraknya tren dan eksposur konten bermuatan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di media sosial yang menyasar kalangan remaja. Dalam dokumen bernomor 17/PC.05/A.L.01.49/1638/07/2026 tersebut, LDNU Probolinggo mengambil posisi tegas untuk menolak normalisasi perilaku tersebut di ruang publik. Namun di saat […]

  • IMG 20260312 WA0010

    Ramadan Harmoni, Cara Pelajar NU Sumberasih Probolinggo Perkuat Aswaja

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    SUMBERASIH – Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Sumberasih mengikuti kegiatan Ramadan Harmoni yang digelar di Kantor NU Sumberasih, Desa Sumurmati, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Ahad (8/3/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Kecamatan Sumberasih, di antaranya SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 4 Sumberasih, SMA Negeri 1 Sumberasih, serta SMK Negeri […]

expand_less