JQH Probolinggo Kenalkan Metode Tartila: Cara Asyik Santri Belajar Tajwid
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO— Menghadapi tantangan zaman modern, metode pengajaran mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dituntut untuk bertransformasi menjadi lebih sistematis, efektif, namun tetap menyenangkan bagi anak-anak tanpa mengabaikan kaidah ilmu tajwid.
Menjawab tantangan tersebut, JQH PCNU Kabupaten Probolinggo menggelar Diklat Guru Al-Qur’an Metode Tartila yang diikuti oleh sekitar 50 guru TPQ utusan dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.
Hadir sebagai narasumber teknis, Ustadz Mukarroman (Ketua JQH PCNU Probolinggo) bersama Ustadz Saiful Ulum yang merupakan kolaborasi instruktur dari JQH dan Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kabupaten Probolinggo.
Dalam paparannya, kedua narasumber membedah secara mendalam mengenai teknik pembelajaran Tartila, metode penguatan kualitas bacaan (makhorijul huruf), serta strategi makro agar santri di tingkat TPQ tidak merasa jenuh saat belajar.
“Pendekatan pembelajaran Al-Qur’an saat ini harus sistematis dan menyenangkan. Ketika metode yang digunakan tepat, santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid, tetapi juga tumbuh rasa cinta terhadap Al-Qur’an sejak usia dini,” urai tim instruktur dalam diklat tersebut.
Langkah inovasi metodologi ini didukung penuh oleh Kasi PD Pontren Kankemenag Kabupaten Probolinggo, Ansori. Ia menyatakan bahwa peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan seperti ini adalah kunci utama mendongkrak mutu lembaga pendidikan keagamaan.
Harapan besar juga disematkan oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid. Beliau berharap lewat Metode Tartila ini, lahir generasi Qur’ani yang profesional, kompeten, berakhlakul karimah, dan memiliki benteng spiritual yang kokoh di tengah perkembangan zaman. (*)
- Penulis: Ansori
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar