Perkuat Tradisi Bahtsul Masail, LBM Dringu Rumuskan Langkah Strategis
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DRINGU – Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) MWCNU Dringu PCNU Kabupaten Probolinggo, Ustad Khusnan, terus mendorong penguatan tradisi keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama melalui perumusan berbagai hal penting yang berkaitan dengan pelaksanaan Bahtsul Masail.
Menurut Ustad Khusnan, Bahtsul Masail memiliki peran strategis sebagai forum ilmiah untuk membahas dan merumuskan jawaban atas persoalan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan berdasarkan rujukan kitab-kitab mu’tabarah dan metodologi yang telah menjadi pedoman ulama Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Ia menegaskan, hasil perumusan tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman bagi para pengurus, kiai, ustaz, serta warga Nahdliyin dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat tradisi intelektual di lingkungan NU.
“Bahtsul Masail bukan sekadar forum diskusi, tetapi wadah untuk melahirkan keputusan yang argumentatif, moderat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan,” ujar Ustad Khusnan, pada NU Probolinggo, Jum’at 26 Juni 2026.
Melalui berbagai rumusan yang disusun, LBM MWCNU Dringu berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi atas persoalan umat dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kemaslahatan, dan tetap berpegang teguh pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.
Ke depan, LBM MWCNU Dringu berharap tradisi Bahtsul Masail semakin berkembang di seluruh tingkatan kepengurusan NU sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan khazanah keilmuan Islam yang telah diwariskan para ulama. (*)

- Penulis: Saifullah

Saat ini belum ada komentar