Breaking News
dark_mode
Trending

Merayakan Agustusan Berakhlak: Menjaga Marwah Kemerdekaan RI

  • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BULAN Agustus selalu hadir membawa gelora kebangsaan yang luar biasa di seluruh pelosok Nusantara, tak terkecuali di bumi Kabupaten Probolinggo.

Aneka perlombaan, pawai budaya, panggung gembira, hingga karnaval riuh digelar warga sebagai bentuk luapan kegembiraan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebagaimana termaktub jelas dalam Pembukaan UUD 1945, kemerdekaan bangsa ini adalah “atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.” Oleh sebab itu, mengisi dan merayakannya sepatutnya menjadi manifestasi rasa syukur (syukur bin ni’mah) yang mendatangkan keberkahan.

Namun, di tengah gegap gempita peringatan HUT RI tersebut, kita sering kali menyaksikan fenomena yang cukup memprihatinkan di tengah masyarakat. Kegembiraan yang meluap kerap kali melampaui batas hingga melenceng dari nilai-nilai syariat dan norma kesopanan.

Tak jarang, dalam kemasan hiburan jalanan atau karnaval, aturan agama terabaikan: sebagian peserta—termasuk kalangan ibu-ibu—menanggalkan pakaian yang menutup aurat demi estetika penampilan, hiburan diwarnai joget-joget yang kurang pantas di ruang publik, hingga yang paling riskan adalah terabaikannya waktu shalat.

Jadwal acara yang molor sering kali menggilas waktu Dzuhur, Ashar, maupun Maghrib tanpa ada penghentian sementara.

Sebagai daerah yang kental dengan tradisi pesantren dan nilai-nilai keislaman, kegembiraan nasional di Kabupaten Probolinggo tidak seharusnya dipertentangkan dengan norma keagamaan.

Doktrin Hubbul Wathan minal Iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman) justru menuntut kita untuk mengekspresikan nasionalisme dengan cara-cara yang mulia dan terhormat, bukan dengan perbuatan yang berpotensi mengundang murka Allah SWT.

Hiburan dan kemeriahan tentu sangat dianjurkan untuk memupuk tali silaturahmi antarwarga, namun tetap ada batasan etika (akhlakul karimah) yang wajib dipatuhi bersama.

Berangkat dari realitas ini, kami mendorong adanya langkah konkret dari pihak regulator daerah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo tidak boleh tinggal diam dan harus hadir memberikan panduan yang tegas serta jelas.

Pemkab Probolinggo perlu menerbitkan instruksi atau imbauan resmi terkait tata cara pelaksanaan peringatan Agustusan dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga ke tingkatan desa dan RT/RW.

Instruksi resmi tersebut idealnya memuat panduan etis pelaksanaan kegiatan. Antara lain penetapan jeda waktu acara saat adzan berkumandang dan memasuki waktu shalat, agar hak ibadah warga tetap terjaga dan tidak terabaikan.

Kemudian imbauan berpakaian sopan dan menutup aurat bagi seluruh peserta kegiatan, khususnya dalam pawai dan karnaval jalanan.

Serta pengawasan terhadap jenis hiburan publik agar tetap menjunjung tinggi nilai kesantunan, kearifan lokal, serta tidak menonjolkan euforia yang melanggar norma agama.

Langkah preventif dari Pemkab Probolinggo ini sangat krusial agar semarak Kemerdekaan RI di wilayah kita tidak sekadar menjadi tontonan fisik semata, melainkan menjadi momentum lahirnya keberkahan bersama.

Kita tentu merindukan Probolinggo yang tidak hanya meriah secara lahiriah, tetapi juga anggun dan bermartabat secara spiritual.

Menjaga marwah kemerdekaan dengan kesantunan agama adalah cara terbaik kita menghormati jasa para pahlawan dan ulama yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raga bagi Indonesia.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing daerah kita menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. (*)

  • Penulis: Rais Syuriah PCNU Kab. Probolinggo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • F829579a 6406 4989 8f5d a652eae26ac1

    ISNU Probolinggo Ikuti FGD Santri Next Bersama PW ISNU Jawa Timur

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    SURABAYA – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Probolinggo turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Santri Next: Dari Pesantren Menjadi Game Changer Transformasi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PW ISNU Jawa Timur pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Hotel Mercure Surabaya. Mengusung tema besar “Gerbang Baru Nusantara: Dari Pesantren Menjadi Game Changer […]

  • 9c58be53 14c6 4e7d b290 c6636734651e

    Kenang Jasa Tokoh NU, MWCNU Sumberasih Gelar Ziarah Baqbaroh

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Malik
    • 0Komentar

    SUMBERASIH – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, menggelar ziarah baqbaroh atau ziarah makam para tokoh NU dari masa ke masa pada Minggu (18/10/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian kedua peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan oleh MWCNU Sumberasih. Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus MWCNU Sumberasih, pengurus Ranting NU se-Kecamatan Sumberasih, […]

  • WhatsApp Image 2026 01 26 at 10.04.31

    Menyatukan Frekuensi di Rumah Besar: Catatan dari Rakor dan Upgrading Kaderisasi IPNU IPPNU Probolinggo

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Suasana di Sekretariat PC NU Kabupaten Probolinggo tampak lebih dinamis pada Minggu pagi, 25 Januari 2026. Puluhan penggerak Departemen Kaderisasi berkumpul untuk satu tujuan besar: menyatukan langkah lewat agenda Rapat Koordinasi dan Upgrading. Mengusung tema besar “Sinkronisasi Gerak Kaderisasi”, acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat barisan di tengah tantangan zaman yang semakin […]

  • WhatsApp Image 2026 07 01 at 21.12.15

    Ini Daftar Lengkap Rois dan Ketua 13 PRNU Sumberasih Probolinggo

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Aswandi
    • 0Komentar

    SUMBERASIH – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama atau MWCNU Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, resmi merampungkan agenda Musyawarah Ranting (Musran) secara maraton di 13 Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan. Rangkaian konsolidasi dasar ini berlangsung sejak 3 Juni hingga berakhir pada 30 Juni 2026. Dimulai dari Musran NU Jangur, dan ditutup dengan Musran NU Pulau Gili Ketapang. […]

  • WhatsApp Image 2026 04 28 at 23.15.20

    Di Tengah Duka, IPNU Wonomerto Hadirkan Hangatnya Solidaritas Kader

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    WONOMERTO- Duka mendalam menyelimuti keluarga Rekanita Nabila, anggota PAC IPPNU Wonomerto, atas wafatnya sang ibunda, Hotimatul Husna, pada Selasa (28/4/2026), setelah kurang lebih sembilan tahun berjuang melawan sakit. Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas, jajaran PAC IPNU Wonomerto langsung hadir bertakziah ke rumah duka di Desa Pohsangit Ngisor. Kehadiran para kader IPNU menjadi penguat tersendiri bagi […]

  • 1000439898

    ASWAJA NU Center Probolinggo Jaga Ruh Kebersamaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar
expand_less