Breaking News
dark_mode
Trending

Harlah 1 Abad NU Wonomerto Probolinggo: Dari ‘Narek Urunan’ ke ‘Nurok Urunan’

  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO- Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, mengajak seluruh jajaran pengurus dan kader untuk mengubah paradigma berorganisasi dari “Narek Urunan” (Menarik Iuran) menjadi “Nurok Urunan” (Kesadaran Berkontribusi).

Pesan ini menjadi salah satu poin utama dalam peringatan Isra’ Mikraj sekaligus tasyakuran Harlah 1 Abad NU di Desa Kareng Kidul, kecamatan setempat pada Sabtu (24/1/2026) malam.

Mengangkat tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia,”

kegiatan dihadiri jajaran syuriyah dan tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, jajaran MWCNU Wonomerto, Pengurus Ranting, badan otonom (Banom), tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimca Wonomerto.

Ketua MWCNU Wonomerto, Muhammad Muhsin, M.Pd., menegaskan bahwa peradaban mulia yang dicita-citakan jam’iyah hanya bisa terwujud jika rasa memiliki terhadap organisasi muncul dari simpati dan kesadaran, bukan paksaan.

Pergeseran Paradigma: Dari ‘Narek Urunan’ Menjadi ‘Nurok Urunan’

Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Wonomerto, Muhammad Muhsin, M.Pd., menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam berorganisasi di tingkat akar rumput. Ia menyinggung seloroh yang sering terdengar di masyarakat bahwa NU kerap diplesetkan menjadi “Narek Urunan” (Menarik Iuran).

“Kesan itu harus kita ubah dengan paradigma baru. NU itu sejatinya ‘Nurok Urunan’, artinya kesadaran untuk berkontribusi secara sukarela dengan segenap simpati tanpa tekanan. Jika kesadaran pengurus sudah terbangun, maka warga jam’iyah akan mengikuti,” tegas Muhsin.

Ia juga menambahkan istilah ‘Nurok Ulama’, yakni komitmen untuk meneladani akhlakul karimah para masyayikh. Menurutnya, peradaban mulia hanya bisa dicapai jika kesadaran berorganisasi dan keteladanan ulama sudah tertanam kuat.

Penguatan Peran dan Kajian Ilmiah

Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, dalam arahannya memberikan apresiasi tinggi, termasuk penampilan hadrah santri putri yang memeriahkan suasana.

Beliau mengingatkan bahwa keunikan NU yang mampu mengumpulkan massa dalam jumlah besar harus dibarengi dengan kualitas keilmuan.

“NU punya keunikan dalam mobilisasi jamaah. Namun, hendaknya setiap kegiatan rutin tidak sekadar seremonial, tapi disisipi kajian-kajian ilmiah keagamaan. Ini penting untuk memperkokoh persatuan dan menjaga umat,” pesan Kiai Teguh.

Pesan Aswaja An-Nahdliyah dan Toleransi

Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah oleh KH. Syuhada’ Nashrullah. Beliau menekankan pentingnya membentengi keluarga dengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Mengingat banyaknya pihak yang mengklaim sebagai Aswaja, beliau menegaskan pentingnya identitas An-Nahdliyah.

“Supaya tidak kabur pemahamannya, kita pakai Aswaja An-Nahdliyah yang menjadi ciri khas jam’iyah kita,” tuturnya.

Kiai Syuhada’ juga menyoroti fenomena sosial di mana masyarakat sering terjebak dalam perdebatan furu’iyah (cabang agama) yang tidak prinsipil.

“Kita kadang ribut urusan pakai qunut atau tidak, tapi sering luput memikirkan tetangga sekitar yang justru tidak shalat. Padahal, shalat adalah perintah inti dari peristiwa Isra’ Mikraj. Mari jadikan Harlah ini momentum meneguhkan semangat khidmah dan kebersamaan Nahdliyyah,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung hingga larut malam ini ditutup dengan doa bersama, membawa harapan besar agar NU terus menjadi pilar penjaga peradaban di usia seabadnya. (*)

  • Penulis: M Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260212 WA0011

    Polemik Lima Hari Sekolah di Probolinggo, Bagaimana Nasib Madin dan Siswa SD?

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Rencana penerapan lima hari sekolah di Kabupaten Probolinggo, Jatim, memicu diskusi panjang antara kebijakan birokrasi dan pelestarian pendidikan keagamaan. Menanggapi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD pada Rabu (11/02/2026), berikut adalah rangkuman tanya-jawab untuk memperjelas duduk perkara bagi orang tua dan tenaga pendidik. Apakah benar ada kebijakan lima hari sekolah dari Dinas Pendidikan? […]

  • IMG 20260302 WA0008

    Jadwal Lengkap SAUM LDNU Probolinggo, Sapa Ummat di Masjid dan Musholla

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kabupaten Probolinggo mulai menjalankan program SAUM (Sapa Ummat) sebagai tindak lanjut dari peluncuran Sentra Syiar Ramadan yang telah diresmikan di Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin, Kropak, Kecamatan Bantaran, Selasa (17/2/2026) lalu. Program ini menempatkan masjid dan musholla sebagai pusat kegiatan dakwah yang tersebar di 11 kecamatan sepanjang pekan pertama […]

  • WhatsApp Image 2026 01 13 at 09.27.41 fdc78163

    PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Dorong Pemberdayaan Perempuan melalui Latihan Kader Dasar

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Probolinggo menggelar Latihan Kader Dasar (LKD) sebagai bagian dari penguatan kaderisasi dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, Sabtu–Minggu (10–11/01/2026), di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo. Latihan Kader Dasar ini mengusung tema “Mencetak Kader Fatayat NU yang Berdaya sebagai Agen Perubahan di Masyarakat”, […]

  • IMG 20250815 WA0059.jpg

    Fatayat NU: Begal Kini Mengancam Rasa Aman Perempuan di Probolinggo

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus begal yang belakangan terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo dan mulai menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya perempuan.Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia, menilai meningkatnya aksi kriminalitas jalanan tidak hanya menjadi persoalan keamanan umum, tetapi juga berkaitan erat dengan perlindungan perempuan di ruang publik. […]

  • IMG 20260513 WA0014

    Sinergi Dakwah LD PCNU-MUI di Lapas Kraksaan: Menebar Syiar di Balik Jeruji

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    KRAKSAAN – Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taubah Rutan Kelas IIA Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (13/5/2026) pagi. Sebanyak 300 warga binaan tampak larut dalam lantunan sholawat nabi yang dibawakan oleh grup hadroh DKM setempat, mengawali kegiatan syiar dakwah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LD PCNU) Kabupaten Probolinggo bersama […]

  • IMG 20260201

    Hasil Gotong Royong, LPBI NU Probolinggo Kirim 1.500 Sak Atasi Abrasi Pulau Gili Ketapang

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    GILI KETAPANG – Wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong Nahdlatul Ulama (NU) kembali dibuktikan dalam penanganan bencana alam di Kabupaten Probolinggo. Melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU, sebanyak 1.500 sak disalurkan untuk menahan laju abrasi yang kian mengkhawatirkan di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih. Aksi tanggap darurat ini difokuskan untuk memperbaiki […]

expand_less