Breaking News
dark_mode
Trending

Kisah Dr. Babussalam: Santri Gunung Tugel yang Menembus Gelar Doktor

  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO, nuprobolinggo.or.id — Perjalanan hidup dan pendidikan seseorang sering kali menjadi cermin dari ketekunan, integritas, dan semangat pengabdian.

Hal itulah yang digambarkan oleh sosok Dr. Babussalam, M.Pd.—seorang tokoh muda Nahdlatul Ulama asal Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, yang baru saja menyelesaikan studi doktornya dengan prestasi yang sangat membanggakan.

Dr. Babussalam resmi menyelesaikan Program Doktor (S-3) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri Kyai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember pada tahun 2026.

Tak sekadar lulus dalam waktu relatif singkat—yakni 2 tahun 10 bulan dengan IPK 3,88 (Predikat Cumlaude)—beliau juga dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik.

Dalam riset disertasinya yang berjudul “Kepemimpinan Kharismatik Kiai dalam Mewujudkan Kemandirian Pondok Pesantren”, ia menyoroti secara mendalam bagaimana peran strategis kiai dan pesantren dalam membangun fondasi kemandirian lembaga berbasis nilai-nilai keumatan.

Melampaui Batas Pelosok Desa Gunung Tugel

Capaian akademik Dr. Babussalam terasa makin inspiratif jika ditarik ke dalam konteks latar belakang daerah asalnya. Ia lahir dan tumbuh di Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran—sebuah kawasan pelosok yang berjarak sekitar 42 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Probolinggo, di mana lebih dari 200 hektar wilayahnya merupakan kawasan Perhutani.

Jika merujuk pada data statistik daerah, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk di Kabupaten Probolinggo tercatat hanya 6,43 tahun—atau setara lulus Sekolah Dasar (SD). Namun, lahir dan berproses di tengah keterbatasan sarana desa tak menyurutkan langkah Babussalam. Ia berhasil menembus batas geografis dan sosial tersebut hingga meraih gelar pendidikan tertinggi di perguruan tinggi.

Kawah Candradimuka IPNU: 9 Tahun Menempa Diri

Keberhasilan akademis dan predikat wisudawan terbaik yang diraih Dr. Babussalam bukanlah proses instan. Rekam jejak keorganisasiannya dibangun dari tingkatan paling bawah di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) selama kurang lebih sembilan tahun beruntun.

Perjalanan tersebut ia mulai dari tingkat komisariat di PK IPNU MA Darul Mukhlasin, Kecamatan Tegalsiwalan pada tahun 2009, lalu berlanjut menjadi pengurus PAC IPNU Kecamatan Tegalsiwalan periode 2010–2011.

Karier organisasinya di tingkat daerah terus melonjak saat ia dipercaya menjadi Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo (2011–2013), Sekretaris Cabang (2014–2016), hingga puncaknya mengemban amanah sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo periode 2016–2018.

Pengabdiannya di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama terus berlanjut secara matang. Selepas purna di IPNU, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua PC LAZISNU Kabupaten Probolinggo, hingga saat ini diamanahi tanggung jawab strategis sebagai Wakil Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo.

Bagi Dr. Babussalam, IPNU adalah kawah candradimuka yang membentuk karakter, kedisiplinan, serta keterampilan sosialnya hingga mampu mencetak prestasi puncak di dunia perkuliahan.

“Di IPNU, kami terbiasa dengan diskusi terarah, public speaking, dan mentalitas berjuang. Meskipun saya berangkat dari keluarga ekonomi menengah ke bawah dan harus kuliah secara mandiri sambil bekerja tanpa kenal lelah, semangat untuk berpendidikan tidak pernah luntur. Keaktifan berorganisasi inilah yang menjadi modal dasar dan kunci utama hingga bisa menjadi lulusan terbaik,” ungkapnya lugas.

Pergeseran Makna Perjuangan: Menuju Keikhlasan Sejati

Menjelaskan perbedaan peran saat masih berproses sebagai kader pelajar hingga kini menyandang gelar Doktor, Dr. Babussalam menyoroti adanya pergeseran sudut pandang dan perenungan spiritual dalam berkhidmah.

“Kalau di IPNU, perjuangannya adalah semangat tanpa batas. Namun, setelah meraih gelar Doktor, perjuangan harus dilakukan dengan jauh lebih ikhlas—semata-mata hanya mencari ridha dan kasih sayang Allah SWT,” tuturnya penuh kerendahan hati.

Pesan Integritas untuk Generasi Muda NU

Menutup refleksinya di momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026, Dr. Babussalam menyampaikan pesan mendalam bagi para pelajar, mahasiswa, dan seluruh kader muda Nahdlatul Ulama yang tengah menempuh pendidikan tinggi:

“Kejarlah ilmu melalui pendidikan tinggi. Meskipun kualitas diri kita merasa belum cukup menjadi ahlul ilmi, hal itu harus diimbangi dengan integritas diri yang kuat. Jangan mengandalkan nasab atau lobi-lobi politik untuk menduduki jabatan tinggi, tetapi tunjukkanlah lewat prestasi nyata dan ridha Ilahi,” tegasnya. (*)

  • Penulis: Agus Budi Cahyono
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1710077244 (1)

    Jati Diri dan Tiga Pilar Fasilitasi dalam Perda Pesantren Probolinggo

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pasca kesepakatan antara DPRD dan Pemkab Probolinggo mengenai Perda tentang Fasilitasi Pesantren pada Senin (6/7/2026), muncul pertanyaan mendasar di tengah umat: apa sebenarnya isi dari regulasi ini? Bagaimana aturan ini memandang jati diri pesantren, dan dalam bentuk apa saja komitmen nyata yang akan diberikan oleh pemerintah daerah? Melalui ulasan serial perdana ini, redaksi […]

  • IMG 20260212 WA0011

    Polemik Lima Hari Sekolah di Probolinggo, Bagaimana Nasib Madin dan Siswa SD?

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Rencana penerapan lima hari sekolah di Kabupaten Probolinggo, Jatim, memicu diskusi panjang antara kebijakan birokrasi dan pelestarian pendidikan keagamaan. Menanggapi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD pada Rabu (11/02/2026), berikut adalah rangkuman tanya-jawab untuk memperjelas duduk perkara bagi orang tua dan tenaga pendidik. Apakah benar ada kebijakan lima hari sekolah dari Dinas Pendidikan? […]

  • IMG 20260524 WA0029

    Usai Lakmud, IPNU IPPNU Leces Charge Spiritual Lewat Ziarah Aulia

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    LECES – Suasana khidmat menyelimuti rombongan pelajar Nahdlatul Ulama Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, saat bersimpuh di maqbarah para wali. Setelah berhari-hari ditempa secara fisik dan mental dalam forum kaderisasi formal Latihan Kader Muda (Lakmud) III, mereka memilih “jeda sejenak” untuk menundukkan hati dan menimba berkah spiritual. Perjalanan religi yang berlangsung sepanjang Kamis hingga Jumat (21–22 […]

  • WhatsApp Image 2026 04 27 at 07.08.10 (1)

    Tancap Gas di Sumberkare, IPNU-IPPNU Wonomerto Sasar Desa Terluas di Zona Barat

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    WONOMERTO-Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) VII di MTs Ainul Yaqin, Desa Sumberkare, Ahad (26/04/2026). Forum tertinggi tingkat kecamatan ini bukan sekadar pergantian nakhoda, melainkan sebuah langkah strategis untuk mengekspansi sayap kaderisasi ke wilayah zona barat. Pemilihan Desa Sumberkare sebagai lokasi kegiatan dilakukan bukan tanpa alasan. Secara […]

  • IMG 20260601 WA0024

    Menuju Muskercab, PCNU Probolinggo “Cuci Gudang” Potensi untuk Kemandirian Jam’iyah

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Menjelang pelantikan pengurus pada 7 Juni mendatang, PCNU Kabupaten Probolinggo tidak ingin membuang waktu. Dalam sebuah sesi Workshop Strategic Planning intensif di Sukapura, Ahad (31/05/2026), para pengurus “cuci gudang” potensi organisasi untuk merumuskan arah gerak masa depan. Dipandu oleh akademisi Nahdliyin dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. Muhammad Ilyas Rolis, PCNU Kabupaten Probolinggo […]

  • IMG 20260906 WA0048 photo_camera 1

    Satukan Barisan Nahdliyyin, MWCNU dan 14 Ranting NU Dringu Resmi Dilantik

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    DRINGU – Kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dringu bersama 14 Ranting NU se-Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, resmi dilantik oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo. Prosesi pelantikan berlangsung di Pondok Pesantren Zahrotul Islam, Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Pelantikan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat soliditas warga Nahdliyyin di wilayah […]

expand_less