Hikmah di Balik Ujian Kesusahan
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SAYYIDINA Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah:
عِنْدَ الشَّدَائِدِ تَذْهَبُ الْأَحْقَادُ، وَعِنْدَ الشَّدَائِدِ تَظْهَرُ مَعَادِنُ الرِّجَالِ
Artinya:
“Ketika datang kesulitan, maka hilanglah segala dendam. Dan ketika datang kesulitan, tampaklah keaslian watak seseorang.”
Ada dua pelajaran indah dari kalam ini:
1. Kesulitan Itu Obat Pendamai Hati
Terkadang Allah hadirkan kesulitan dalam keluarga atau bertetangga agar kita lupa pada rasa benci dan dendam yang kecil. Kenapa? Karena di hadapan ujian yang besar, masalah pribadi terasa kecil sekali.
Kalau ada tetangga atau saudara yang masih berselisih, jangan diingatkan lagi sakit hatinya. Ajak duduk bersama menghadapi kesulitan yang sama. InsyaAllah hati akan lunak kembali.
2. Ujian Adalah Cermin Asli Sifat Kita
Waktu senang, lapang rezeki, sehat semua, semua orang terlihat baik dan mengaku saudara.
Tapi saat Allah uji dengan kesusahan:
– Saat ekonomi sempit
– Saat sakit menimpa
– Saat difitnah orang
Disitulah terlihat, siapa yang benar-benar tulus menjadi saudara. Dan disitulah Allah tunjukkan kepada kita, apakah hati kita ini terbuat dari emas yang tetap berkilau meski dibakar, atau hanya kaleng yang mudah berkarat.
Muhasabah untuk kita bersama:
Mari kita jadi pribadi berhati emas. Yang tetap mendoakan, tetap membantu, tetap menemani saudara kita meski dalam keadaan susah.
Semoga majelis taklim kita menjadi tempat berkumpulnya hati-hati yang berhati emas, yang saling menguatkan sampai ke Surga.
Aamiin ya Rabbal Alamin.
والله أعلم بالصواب
- Penulis: LDNU Kabupaten Probolinggo
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar