Breaking News
dark_mode
Trending

Kemaru Panjang, Saatnya Muhasabah dan Ikhtiar

  • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِعَفْوِهِ تُغْفَرُ الذُّنُوْبُ وَالسَّيِّئَاتُ، وَبِكَرَمِهِ تُقْبَلُ الْعَطَايَا وَالْعِبَادَاتُ. الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيِّيْنَ، الْمَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ، الْمُرْسَلِ إِلَى كَافَّةِ الْمَخْلُوْقِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ وَذُرِّيَتِهِ الْأَطْهَارِ، وَصَحَابَتِهِ الْأَخْيَارِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِالْاِبْتِعَادِ مِنَ الْأَشْرَارِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْنِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، قَالَ اللهُ تَعَالَى: وَمَنْ يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ.

Ma’asyiral muslimin, hafizhakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Di antara bentuk untuk meningkatkan ketakwaan adalah membangun kesadaran atas ketidakberdayaan kita terhadap fenomena alam, sedangkan pada saat yang sama kita sangat membutuhkan salah satu komponen yang terkena dampaknya, yaitu air. Fenomena alam yang dimaksud adalah musim kemarau yang kita hadapi saat ini.

Beberapa waktu terakhir, kemarau panjang mulai dirasakan di berbagai daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa sekitar 81 persen Zona Musim di Indonesia masih memasuki musim kemarau. Bahkan, terdapat lebih dari 1.600 lokasi yang mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari. Kondisi ini juga disertai peringatan kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Indonesia.

Kemarau bukan hanya persoalan panasnya cuaca. Di baliknya ada persoalan yang jauh lebih mendasar, yaitu ketersediaan air sebagai hajat seluruh makhluk. Ketika sumber air mulai mengering, yang terdampak bukan hanya tanaman dan sawah, tetapi juga rumah tangga, peternakan, kesehatan, dan berbagai aktivitas masyarakat.

Air adalah kebutuhan primer bagi manusia dan seluruh makhluk hidup. Dalam keadaan seperti ini, Islam mengajarkan kepada kita dua hal yang harus berjalan bersama: muhasabah dan ikhtiar. Muhasabah membuat kita bertanya kepada diri sendiri, sedangkan ikhtiar mengharuskan kita bergerak mencari jalan keluar.

Ma’asyiral muslimin, hafizhakumullah,

Di dalam Al-Qur’an, Allah menceritakan kepada umat Nabi Hud, yaitu kaum ‘Ad, untuk bertauhid dan menyembah-Nya. Bahkan, secara khusus Nabi Hud diperintahkan untuk menyeru kaumnya sebagaimana firman Allah berikut:

 وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

Artinya: “Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang lebat kepadamu dan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu. Janganlah kamu berpaling menjadi orang-orang yang berdosa.” (QS Hud: 52)

Syekh Wahbah al-Zuhaili di dalam Al-Tafsir al-Munir (Dimasyq: Dar al-Fikr, 1418), juz 12, hlm. 91, menjelaskan bahwa ajakan Nabi Hud tersebut bertujuan membangun kesadaran umatnya yang sangat membutuhkan air. Sebab, pada umumnya mereka bercocok tanam, air sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan dan perekonomian mereka.

Meski ayat ini mengisahkan Nabi Hud dan umatnya, pesan yang terkandung di dalamnya tetap relevan dengan kondisi kita hari ini. Ayat ini mengajarkan bahwa ketika menghadapi kesulitan, manusia perlu kembali kepada Allah. Istighfar dan taubat bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi juga kesediaan untuk memperbaiki diri dan perilaku.  

Ma’asyiral muslimin, hafizhakumullah,

Hanya saja, ayat ini jangan sampai dipahami secara sederhana bahwa setiap kemarau pasti merupakan hukuman karena dosa tertentu. Kemarau juga merupakan bagian dari fenomena alam yang memiliki sebab-sebab klimatologis. Karena itu, sikap seorang Muslim bukanlah menuduh orang lain sebagai penyebab musibah, melainkan melakukan introspeksi sekaligus mencari solusi.

Islam tidak mengajarkan manusia hanya berdoa lalu menunggu keadaan berubah. Doa adalah permohonan kepada Allah, sedangkan ikhtiar adalah kesungguhan manusia menggunakan kemampuan yang telah Allah berikan.

Karena itu, di dalam sejarah disebutkan bahwa ketika Umar bin Khattab batal memasuki wilayah yang sedang terkena wabah, ia kemudian ditanya,

“Apakah Anda hendak lari dari takdir Allah?”

Umar menjawab: نَعَمْ، نَفِرُّ مِنْ قَدَرِ اللهِ إِلَى قَدَرِ اللهِ

Artinya: “Iya, kita lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain.”

Dengan kata lain, ketika kekeringan datang, memilih menghemat air, mencari sumber air alternatif, memperbaiki saluran yang bocor, menampung air hujan, dan menjaga daerah resapan bukan berarti melawan takdir Allah.  

Ma’asyiral muslimin, hafizhakumullah,

Nabi Muhammad SAW sendiri juga telah memberikan contoh dalam berikhtiar, termasuk dalam menyikapi masalah krisis air. Salah satu ikhtiar tersebut bersifat ibadah, yaitu melaksanakan shalat istisqa’ untuk memohon turunnya hujan.

Sebagaimana diriwayatkan Aisyah di dalam Sunan Abu Dawud, suatu ketika banyak orang mengadu kepada Nabi SAW mengenai musim kemarau yang panjang. Nabi SAW pun mengajak mereka berkumpul, lalu berkhutbah dan melaksanakan shalat yang dalam fikih dikenal dengan shalat istisqa’.

Syekh al-‘Azhim Abadi di dalam ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud juz 4, hlm. 36, menjelaskan bahwa hikmah Nabi SAW berbalik arah saat berkhutbah, dari menghadap umatnya ke arah kiblat, adalah doa simbolis agar keadaan berubah dari paceklik menjadi subur. Apa yang dicontohkan Nabi SAW tersebut juga merupakan bentuk ikhtiar, bahkan sekaligus menggabungkan sikap introspeksi diri atas keterbatasan dan kebutuhan manusia terhadap alam.

Melalui shalat istisqa’, kita memohon kepada Allah, Zat Yang Maha Mengendalikan alam semesta, agar menurunkan hujan. Dengan demikian, ketika menghadapi kekeringan, seorang Muslim menggabungkan doa dan tindakan. Ada istighfar, ada shalat dan doa meminta hujan, tetapi juga ada tanggung jawab manusia untuk menghadapi persoalan yang sedang terjadi.  

Ma’asyiral muslimin, hafizhakumullah,

Karena itu, menghadapi kemarau panjang tidak cukup hanya dengan mengatakan, “Semoga segera turun hujan.” Kita juga harus bertanya, apa yang sudah kita lakukan agar air yang masih tersedia tidak terbuang sia-sia?

Jika di rumah terdapat kebocoran keran, segera perbaiki. Jika penggunaan air dapat dikurangi tanpa mengabaikan kebersihan dan kesehatan, maka hematlah. Jangan menggunakan air secara berlebihan hanya karena merasa air masih tersedia.

Sebab, ketika air sulit diperoleh, kita baru menyadari bahwa sesuatu yang selama ini dianggap biasa ternyata merupakan nikmat yang sangat berharga. Kita juga perlu mengingatkan orang-orang di sekitar kita agar menjaga sumber-sumber air.

Mata air, sungai, dan daerah resapan tidak boleh diperlakukan sembarangan. Menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan ekologis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Membiarkan sumber air tercemar berarti ikut mempersempit jalan kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.

Bagi kalangan tertentu, seperti petani, ikhtiar dapat dilakukan dengan menyesuaikan pola tanam, memilih tanaman yang sesuai dengan kondisi ketersediaan air, menggunakan teknik pengairan yang lebih efisien, serta memanfaatkan informasi cuaca.

Bagi pemerintah dan pengelola fasilitas umum, ikhtiar dapat diwujudkan melalui pengelolaan sumber air, perbaikan jaringan distribusi, penyediaan air bagi wilayah terdampak, pembangunan dan pemeliharaan sarana penampungan air, serta langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Sementara bagi masyarakat yang memiliki kemampuan lebih, ikhtiar dapat diwujudkan dengan membantu mereka yang kesulitan memperoleh air. Ketika ada tetangga yang harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih, jangan sampai kita hanya berkata, “Semoga dimudahkan.” Bantuan air, sedekah, penyediaan tandon, atau gotong royong mencari sumber air merupakan bentuk nyata kepedulian yang sangat berarti.

Ma’asyiral muslimin, hafizhakumullah,

Inilah wajah Islam yang sesungguhnya: berdoa kepada Allah sebagai bentuk kesadaran kita sebagai makhluk yang tidak berdaya, tetapi pada saat yang sama tidak meninggalkan usaha untuk mengubah keadaan menuju kemaslahatan.

Maka, kemarau panjang hendaknya menjadi kesempatan bagi kita untuk melakukan dua pekerjaan sekaligus: memperbaiki hati dan memperbaiki ikhtiar. Kita memohon kepada Allah agar menurunkan hujan yang bermanfaat, tetapi pada saat yang sama kita juga berusaha menjaga setiap tetes air yang masih ada.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, memperbaiki keadaan kita, mencukupi kebutuhan air bagi manusia dan seluruh makhluk-Nya, serta menurunkan kepada kita hujan yang membawa manfaat dan keberkahan.

 بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، وَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ. إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Oleh: M. Syarofuddin Firdaus (Dikutip dari islam.nu.or.id)

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260918 WA0020

    Jumat Berkah, GP Ansor Kuripan Bagikan Telur Gratis untuk Dhuafa

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    KURIPAN — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kuripan menggelar kegiatan pembagian telur gratis kepada masyarakat Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Jumat (18/9/2026). Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kuripan dan dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Probolinggo, Dinas Pertanian Kecamatan […]

  • Sij87qk6x9fsvvg

    Medsos Gempur Remaja dengan Konten LGBT, Orang Tua Harus Apa?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Ruang digital hari ini menyuguhkan tantangan pengasuhan yang luar biasa berat bagi para orang tua. Salah satu fenomena yang kian mengkhawatirkan adalah maraknya tren dan masifnya eksposur konten terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di berbagai platform media sosial. Konten terkait LGBT di berbagai platform media sosial itu, teridentifikasi menyasar kalangan anak-anak […]

  • 2A0161BD DF60 4054 9721 9133D4167436

    Jelang Konferancab VII, PAC IPNU-IPPNU Wonomerto Gelar Khotmil Qur’an dan Matangkan Persiapan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Agus Sholeh
    • 0Komentar

    WONOMERTO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wonomerto menggelar kegiatan Khotmil Qur’an sekaligus pematangan konsep Konferensi Anak Cabang (Konferancab) VII pada Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di MWC NU Kecamatan Wonomerto mulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian program kerja kepengurusan periode 2024–2026, sekaligus momentum spiritual untuk memohon kelancaran pelaksanaan […]

  • WhatsApp Image 2026 06 07 at 17.58.36

    Arahan Lengkap Ketum PBNU pada Pelantikan PCNU Probolinggo

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN– Pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 dilaksanakan Ahad (7/6/2026) di Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, bersama Wakil Ketua Umum PBNU, KH Amin Said Husni. Dalam forum tersebut, Gus Yahya—sapaan akrab KH Yahya Cholil Staquf—menyampaikan arahan strategis mengenai masa […]

  • 10fc6d19 0842 4ad1 a44b 8c0dcb621755

    Mengenal Ahmad Dwi Juharmanto, Ketua IPNU Terpilih Kabupaten Probolinggo

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Konferensi cabang yang diselenggarakan pada Minggu, 02 Februari 2025 kemarin telah melahirkan pemimpin baru di Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo. Ia adalah Ahmad Dwi Juharmanto atau yang kerap dipanggil Dwi. Latar belakang kenapa ia harus mencalonkan diri adalah karena melihat dinamika IPNU hari ini yang terlalu to late, to little […]

  • WhatsApp Image 2025 06 16 at 17.04.24 f6bf6799

    Jalan Sehat 1000 Sahabat Fatayat NU Probolinggo: Aksi Nyata untuk Kesehatan dan Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    = Probolinggo, nuprobolinggo.or.id Sebagai wujud komitmen dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo menggelar acara Jalan Sehat 1000 Sahabat Fatayat NU yang sukses diikuti oleh lebih dari 1200 peserta. Acara yang diadakan pada 15 Juni 2025 ini merupakan hasil kerja sama antara PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, PW Fatayat NU […]

expand_less