Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Ikuti Pelatihan Teknis Produksi dan Keamanan Pangan Frozen Food, Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO – Komitmen dalam meningkatkan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi perempuan terus diwujudkan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam kegiatan Pelatihan Teknis Produksi serta Keamanan Pangan Industri Kecil Frozen Food yang diselenggarakan selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2026, bertempat di Kanaya Ballroom, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi para peserta untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sekaligus kemampuan dalam mengembangkan usaha di bidang industri olahan pangan, khususnya produk makanan beku atau frozen food.
Pelatihan yang menghadirkan materi seputar teknis produksi, pengolahan bahan pangan, hingga keamanan pangan tersebut tidak hanya memberikan pembekalan secara teoritis. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti praktik langsung pembuatan berbagai produk olahan makanan yang memiliki potensi pasar cukup menjanjikan.
Dalam sesi praktik, peserta diajak mempelajari proses pembuatan aneka produk frozen food, di antaranya empek-empek, dimsum, dan udang keju. Mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pengolahan, proses pembentukan produk, hingga memperhatikan kualitas dan kebersihan selama proses produksi.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan instruktur, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan produk. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata, baik untuk kebutuhan pengembangan usaha maupun sebagai peluang merintis usaha baru.
Salah satu peserta dari Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Yayuk Hasanah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan banyak manfaat, terutama bagi perempuan yang ingin meningkatkan keterampilan dalam bidang pengolahan pangan dan membuka peluang usaha mandiri.
Yayuk secara khusus menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Bapak Haji Faisol Riza, yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan pelatihan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wakil Menteri Perindustrian, Bapak Haji Faisol Riza, atas perhatian dan fasilitas yang telah diberikan melalui kegiatan ini. Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga bisa langsung mempraktikkan cara membuat produk frozen food. Ini menjadi pengalaman dan ilmu baru yang sangat berharga untuk dikembangkan ke depannya,” ungkap Yayuk Hasanah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kaum perempuan yang memiliki semangat untuk belajar, berwirausaha, dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Menurutnya, keterampilan dalam mengolah makanan merupakan salah satu peluang usaha yang cukup potensial. Terlebih, produk frozen food saat ini semakin diminati masyarakat karena praktis, mudah disimpan, dan dapat menjadi alternatif makanan siap olah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Lebih dari sekadar belajar membuat makanan, pelatihan ini juga memberikan pemahaman bahwa keamanan pangan merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam menjalankan usaha kuliner. Produk yang berkualitas bukan hanya dinilai dari cita rasa dan tampilannya, tetapi juga dari kebersihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, serta standar keamanan pangan yang diterapkan.
Bagi Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, keikutsertaan dalam kegiatan ini sejalan dengan semangat organisasi untuk terus mendorong perempuan agar berdaya, mandiri, produktif, dan mampu memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Fatayat tidak hanya menjadi ruang bagi perempuan untuk berorganisasi dan mengembangkan kapasitas sosial, tetapi juga menjadi wadah untuk meningkatkan keterampilan serta membuka akses terhadap berbagai peluang pemberdayaan ekonomi.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader Fatayat dapat menjadi bagian dari perempuan yang tidak hanya memiliki semangat berorganisasi, tetapi juga mempunyai keterampilan praktis yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha produktif.
Ilmu yang diperoleh selama tiga hari pelatihan diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama mengikuti kegiatan. Lebih dari itu, pengetahuan dan keterampilan tersebut dapat ditularkan kepada kader lainnya, lingkungan keluarga, serta masyarakat sekitar.
Semangat pemberdayaan ini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk ikut berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian. Dengan keterampilan, pendampingan, dan kesempatan yang tepat, perempuan dapat menciptakan peluang usaha sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
- Penulis: Siti Nurhaliza

Saat ini belum ada komentar