PCNU Probolinggo ke Pengurus Tongas: Jaga Soliditas, Hindari Seremoni
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONGAS– Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menegaskan agar kepengurusan NU di tingkat kecamatan maupun desa tidak berhenti pada seremoni pelantikan semata.
Pengurus Majelis Wakil Cabang maupun Pengurus Ranting diminta segera menyusun gerakan dan program kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Kiai Teguh saat memberikan arahan pada Pengukuhan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tongas dan Pengurus Ranting NU (PRNU) se-wilayah Tongas di Pendopo Agung Srinata, Desa Klampok, Sabtu (5/9/2026) malam.
“Kekuatan NU di tingkat bawah sangat bergantung pada soliditas pengurus dan kemampuan organisasi dalam menghadirkan manfaat nyata. Karena itu, setelah dilantik, seluruh pengurus harus segera bergerak menerjemahkan amanah ini ke dalam program kerja,” ujar Kiai Teguh.
Ia meminta jajaran pengurus MWC NU dan Ranting NU di Kecamatan Tongas membangun sinergi yang kokoh.
Menurutnya, konsolidasi vertikal antara kecamatan dan desa adalah kunci utama agar berbagai program keagamaan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin dapat berjalan efektif.
Pengukuhan Struktural Hingga Akar Rumput
Prosesi pelantikan serentak ini diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan MWC NU dan PRNU se-Kecamatan Tongas oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Muhammad Nawawi.
Selanjutnya, pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan bai’at yang dipimpin langsung oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Saiful Arif, dan diikuti secara khusyuk oleh seluruh jajaran pengurus yang dilantik.
Melalui pengukuhan struktural ini, PCNU Kabupaten Probolinggo berharap MWC NU Tongas beserta seluruh jajaran Ranting NU mampu menjalankan roda organisasi secara terarah, solid, dan berkesinambungan sebagai garda terdepan khidmah Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat. (*)
- Penulis: Ahmad Najib
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar