Breaking News
dark_mode
Trending

Lantik MWCNU Wonomerto, PCNU Probolinggo Tekankan 4 Instruksi dan Isu Gen-Z

  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

WONOMERTO— Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wonomerto dan Pengurus Ranting NU (PRNU) se-Kecamatan Wonomerto Masa Khidmah 2026–2031 berlangsung khidmat dan penuh semangat di Yayasan Miftahul Ulum Nurul Hasan Tunggak Cerme, Sabtu (5/9/2026).

Dipadukan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, gelaran ini sekaligus menjadi titik awal (kick-off) dari rangkaian pelantikan MWCNU dan PRNU se-Kabupaten Probolinggo.

Dalam arahannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, memberikan pembekalan organisasi yang tegas dan menyejukkan.

Beliau menggarisbawahi pentingnya prinsip sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami taat) terhadap dawuh ulama dan keputusan Masyayikh, termasuk dalam menyikapi dinamika “iddah politik”.

Kiai Teguh mengingatkan agar pengurus NU menjaga marwah organisasi dengan tidak berpolemik di media sosial. Beliau juga memaparkan pembagian peran keorganisasian secara jernih: Syuriah bertindak mengarahkan dan mengendalikan (steering & controlling), sedangkan Tanfidziyah mengeksekusi program pergerakan.

“Jangan buat program yang mengawang-awang. Buatlah program konkret dan terukur melalui Musyawarah Kerja (Musker) untuk menjawab persoalan nyata masyarakat di Wonomerto,” tegas Kiai Teguh di hadapan ratusan pengurus yang dilantik.

4 Instruksi Wajib PCNU Probolinggo

Untuk memperkuat kemandirian dan soliditas organisasi hingga akar rumput, PCNU Kabupaten Probolinggo menetapkan 4 instruksi wajib bagi seluruh pengurus MWCNU Wonomerto dan PRNU.

  1. Istiqamah Lailatul Ijtima’: Menghidupkan majelis Lailatul Ijtima’ rutin setiap bulan sebagai sarana konsolidasi fikrah, amaliah, dan keharakahan Nahdliyin.
  2. Kaderisasi Tuntas: Mengikuti seluruh jenjang kaderisasi resmi NU secara tuntas demi melahirkan kadersasi yang berkualitas.
  3. Penguatan Koin NU Peduli: Menggerakkan dan memperkokoh program Koin NU Peduli di tingkat ranting sebagai pilar kemandirian ekonomi umat.
  4. Musker Berbasis Solusi: Segera menggelar Musyawarah Kerja untuk memetakan masalah sosial, khususnya penanganan stunting dan pencegahan pernikahan dini.

Menjawab Tantangan Gen-Z

Selain tata kelola organisasi, Kiai Teguh menyoroti tantangan krusial mengenai pola keberagamaan generasi muda.

Mengutip data riset terbaru, beliau mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen Gen-Z mengalami penurunan inisialisasi keterikatan pada organisasi formal Islam, meskipun mereka tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman.

“Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi jajaran pengurus baru. MWCNU dan Ranting harus hadir dengan pendekatan yang adaptif, ramah, dan relevan agar mampu merangkul anak-anak muda Gen-Z ke dalam jam’iyah NU,” tambahnya.

Bukti Cinta Muassis dan Sinergi Ulama-Umara

Sebelumnya, Ketua Panitia M. Syamsuli Akbar (Ustadz Syams) menegaskan bahwa penggabungan momen Maulid Nabi dan pelantikan ini merupakan manifestasi spiritual yang mendalam.

“Maulid Nabi adalah wujud cinta dan upaya meneladani perjuangan Rasulullah, sedangkan pelantikan ini adalah wadah nyata membuktikan cinta tersebut melalui pembaruan janji setia kepada muassis Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Ini garis start jembatan khidmah kita langsung ke tengah masyarakat,” ungkap Ustadz Syams.

Semangat kolaborasi juga disuarakan Camat Wonomerto, Rasyidi. Ia mengajak NU memperkuat sinergi ulama dan umara untuk memajukan Wonomerto, terutama dalam menekan angka stunting serta pernikahan anak demi terwujudnya Probolinggo yang lebih “SAE”.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Muchlis, mengutip kerendahan hati KH Mustofa Bisri (Gus Mus) saat menerima amanah. Ia mengingatkan bahwa jabatan di NU adalah sarana menjadi pelayan umat.

“NU adalah rumah besar bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang politik,” tuturnya.

Pesan penguatan akidah turut disampaikan Mustasyar MWC NU Wonomerto, KH Syuhada’ Nasrullah, yang mengajak seluruh pengurus untuk terus mendalami ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah.

Acara yang dipadati ratusan warga Nahdliyin, pimpinan Banom, serta jajaran Forkopimcam Wonomerto ini diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid.

Doa tersebut mengalir penuh khusyuk, menyimpulkan harapan baru bagi kemaslahatan dan kebangkitan umat di Wonomerto. (*)

  • Penulis: M. Syamsuli Akbar
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • C9b42370 c1d8 4bbb b869 459bda1a2b05

    Usai Diklat Pelatih di Kediri, Aan Bawa Misi Penguatan Kaderisasi CBP KPP Probolinggo

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Wakil DKC CBP KPP Kabupaten Probolinggo, Abdut Tawwabbur Rochman atau yang akrab disapa Aan, rampung mengikuti Diklat Pelatih CBP KPP yang digelar DKC CBP KPP Kabupaten Kediri pada 14–17 Mei 2026 di Purwotengah, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. Keikutsertaan Aan menjadi bagian dari langkah strategis DKC CBP KPP Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat kapasitas kader, […]

  • IMG 20260703 WA0008

    Dilema 2 Masjid dan Najis Mualaf Jadi Bahasan LBM PCNU Probolinggo

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo kembali bersiap menggelar forum kajian hukum Islam (Bahtsul Masail) berkala. Kali ini, forum tertinggi dalam merespons persoalan umat di lingkungan NU tersebut akan diselenggarakan di kawasan lereng, tepatnya di TPQ Nurul Islam (Nuris), Desa Rambaan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, Ahad (5/7/2026). Forum keilmuan […]

  • IMG 20260216 WA0025

    Perkuat Disiplin Organisasi, Banser Probolinggo Gelar Upgrading Corps Provost

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Turun ke Bawah (Turba) dan Upgrading Corps Provost pada Ahad (15/2/2026) di aula kantor PCNU setempat. Agenda ini difokuskan pada penyamaan persepsi materi pendidikan serta penguatan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guna mencetak kader yang lebih disiplin, profesional, dan satu komando. Kegiatan yang berlangsung khidmat […]

  • WhatsApp Image 2026 03 03 at 12.45.12

    Perkuat Spiritualitas dan Soliditas, PAC IPNU-IPPNU Leces Gelar Pesantren Kilat

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    LECES – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menggelar Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Sulamul Hidayah pada 28 Februari–1 Maret 2026. Agenda ini dirancang sebagai wadah penguatan spiritualitas sekaligus ajang pemantapan soliditas kader di tengah tantangan arus digitalisasi bagi pelajar Nahdlatul Ulama. Pesantren Kilat diikuti pengurus PAC, […]

  • IMG 20260728 WA0002

    Songsong Masa Khidmat Baru, MWCNU Sumberasih Gelar Pra-Musker

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Aswandi
    • 0Komentar

    ​SUMBERASIH — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sumberasih menggelar agenda Pra-Musyawarah Kerja (Pra-Musker) untuk merancang dan mematangkan program kerja strategis masa khidmat 2026–2031. ​Kegiatan yang berlangsung di Aula MWCNU Sumberasih ini dipimpin langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru, serta dihadiri oleh jajaran pengurus MWC dan ranting se-Kecamatan Sumberasih. ​Mengusung tema […]

  • Sij87qk6x9fsvvg

    Medsos Gempur Remaja dengan Konten LGBT, Orang Tua Harus Apa?

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Ruang digital hari ini menyuguhkan tantangan pengasuhan yang luar biasa berat bagi para orang tua. Salah satu fenomena yang kian mengkhawatirkan adalah maraknya tren dan masifnya eksposur konten terkait Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di berbagai platform media sosial. Konten terkait LGBT di berbagai platform media sosial itu, teridentifikasi menyasar kalangan anak-anak […]

expand_less