Breaking News
dark_mode
Trending

Meneladani Resolusi Jihad: Kiprah Santri Membangun Probolinggo

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DELAPAN puluh satu tahun yang lalu, pada 22 Oktober 1945, sebuah ikhtiar kebangsaan dicetuskan oleh para ulama dan santri dari berbagai penjuru Nusantara.

Mbah Kiai Hasyim Asy’ari bersama para masyayikh menetapkan Resolusi Jihad—sebuah fatwa sejarah yang mewajibkan setiap muslim mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari ancaman invasi sekutu.

Berkat dorongan spiritual dan patriotisme itulah, peristiwa heroik 10 November meletus dan menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia berdiri di atas pilar doa serta pengorbanan kaum santri.

Tujuh dekade kemudian, pemerintah Indonesia meresmikan tanggal keramat tersebut sebagai Hari Santri Nasional (HSN) melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

Kepres ini bukan sekadar legitimasi sejarah, melainkan penanda bahwa negara mengakui peran vital santri dan ulama—tidak hanya dalam membela kedaulatan, tetapi juga dalam “berkontribusi dalam pembangunan bangsa.”

Momentum HSN yang jatuh pada 22 Oktober ini berkelindan secara indah dengan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, yang ditetapkan melalui Kepres Nomor 316 Tahun 1959.

Jika Sumpah Pemuda 1928 menyatukan elemen kebangsaan dalam ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, maka Resolusi Jihad 1945 memberikan ruh spritual dan keberanian moral untuk mempertahankannya.

Menerjemahkan Jihad di Era Modern

Hari ini, tantangan yang dihadapi bangsa bukan lagi desingan peluru penjajah. Medan jihad kita telah bergeser ke gelanggang ketahanan ekonomi, penguasaan sains dan teknologi, dinamika politik-kebijakan publik, hingga penjagaan lingkungan dan harmoni sosial.

Di manakah posisi santri dalam bentang zaman yang terus berubah cepat ini?

Jawabannya terhampar nyata di bumi Kabupaten Probolinggo—khususnya di 11 kecamatan yang menjadi benteng khidmah PCNU Kabupaten Probolinggo: Tongas, Lumbang, Sumberasih, Sukapura, Sumber, Kuripan, Bantaran, Wonomerto, Tegalsiwalan, Leces, dan Dringu.

Dari pesisir pantai Dringu dan Sumberasih, kawasan agropolitan Tegalsiwalan dan Bantaran, hingga lereng pegunungan Bromo di Sukapura dan Sumber, kaum santri tidak pernah absen. Mereka hadir bukan lagi sekadar penjaga benteng tradisi keagamaan di surau dan pesantren, melainkan tampil sebagai aktor pembawa perubahan (agent of change).

Mengangkat Jejak, Menginspirasi Langkah

Menyambut dua momentum besar kebangsaan ini, Redaksi nuprobolinggo.or.id mempersembahkan Liputan Khusus Berseri bertajuk: Dari Pesantren untuk Negeri: Jejak Pengabdian Santri Kabupaten Probolinggo.

Mulai 22 hingga 28 Oktober 2026, kami menghadirkan profil-profil inspiratif kaum santri yang menetap dan mengabdikan hidupnya di wilayah PCNU Kabupaten Probolinggo.

Pembaca akan diajak menyelami antara lain kisah santri hafidz Al-Qur’an dan akademisi sains yang menyelami rimba Artificial Intelligence (AI) dan rekayasa teknologi digital tanpa kehilangan akar keislamannya.

Ada juga kisah santri Politisi dan Anggota Parlemen yang merintis perjuangan dari ikatan pelajar (IPNU/IPPNU) dan badan otonom (Ansor), mengawal kebijakan publik demi kemaslahatan warga.

Kemudian kisah santri pengasuh pesantren dan pendidik yang mengabdi di pelosok desa, merawat inklusivitas, dan membimbing generasi masa depan.

Harapan Redaksi

Melalui serial liputan khusus ini, kami tidak hanya ingin mencatat rekam jejak sukses individual. Lebih dari itu, kami ingin menegaskan bahwa jiwa kesantrian adalah modal sosial dan intelektual terbesar dalam membangun Kabupaten Probolinggo.

Resolusi Jihad 1945 mengajarkan kita tentang keteguhan prinsip dan keberanian mengambil peran. Sumpah Pemuda 1928 mengajarkan kita tentang persatuan dan cita-cita masa depan. Integrasi kedua spirit inilah yang hidup dalam dada kaum santri di 11 kecamatan kita.

Selamat membaca dan merayakan Hari Santri Nasional 2026 serta Hari Sumpah Pemuda 2026.

Semoga deretan profil ini memantik inspirasi, memperkuat ikatan khidmah, dan memacu kita semua untuk terus berkontribusi bagi kebangkitan umat dan kemajuan daerah.

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026!
Menyambung Juang, Merawat Peradaban. (*)

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan

    Usung Semangat Kemandirian, PCNU Kabupaten Probolinggo Siap Dilantik

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031 akan dilantik Ahad (7/6/2026) di Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Kecamatan Tegalsiwalan. Kabupaten setempat. Pelantikan ini bukan sekadar seremoni administratif. Ia adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang. Mengusung tema besar “Menguatkan Barisan, Menumbuhkan Kaderisasi, Menegaskan Kemandirian Jam’iyah,” kepengurusan ini hadir sebagai lanjutan dari semangat Konfercab X tahun […]

  • 8cede275 3117 4982 8383 c342aaee0159

    PERTIN Fatayat Wonomerto, Merawat Ukhuwah Menguatkan Khidmat

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Moch Sulaiman
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terus menjaga konsolidasi dan kebersamaan kader melalui Pertemuan Rutin (PERTIN) yang digelar setiap bulan. PERTIN bulan September 2026 berlangsung di kediaman Heni, salah satu anggota Fatayat NU, di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Minggu (13/9/2026). Ketua PAC Fatayat NU Wonomerto, Badriya Lailatul […]

  • Bd839f8d cdd2 46ae ba78 ad90470217da

    Balita Probolinggo Hilang Misterius, Ansor Tongas Bantu Pencarian di Pesisir Sungai

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Tongas- ProbolinggoSeorang balita berusia dua tahun di Desa Sumendi Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo dilaporkan hilang pada Selasa (03/02/2026) sore. Bocah berinisial AR itu diduga terseret arus kali bayeman setelah sempat ditinggal ibunya beberapa saat berada di rumah. Ansor Tongas spontan langsung bergabung dengan Tim Gabungan untuk melakukan penyisiran ke berbagai titik lokasi jatuhnya korban. Termasuk […]

  • PAMEX

    Khidmah Abadi Pak M: Dari Meja TU hingga Mimbar Akademik UNUJA

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 3Komentar

    SIANG itu, Jum’at Legi, 13 Februari 2026, aspal jalan raya Probolinggo tampak memantulkan panas yang samar. Saya memacu kendaraan meninggalkan Dringu dengan Karimun, bergerak ke arah timur menyisir jalur Pantura. Perjalanan ini bukanlah perjalanan biasa. Di kursi samping, seolah ada tumpukan kenangan tahun 2006/2007 yang ikut serta. Tujuan saya satu: Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton. Sebuah […]

  • IMG 20260201 WA0041

    Dilema Qashar Shalat Haji hingga Sengketa Wakaf Keluarga Jadi Bahasan Hangat Bahtsul Masail PCNU Probolinggo

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    BANTARAN – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU Kabupaten Probolinggo menggelar musyawarah keagamaan intensif di Pondok Pesantren Salafiyah Miftahul Ulum An-Nur, Kropak, Bantaran, Ahad (1/2/2026). Agenda ini mempertemukan para kiai, asatid, dan utusan pesantren se-Kabupaten Probolinggo untuk membedah dua persoalan kontemporer yang tengah menjadi sorotan publik. Bolehkah Jamak Qashar Jamaah Haji di Arafah? Persoalan pertama yang […]

expand_less