Pesan Rektor di Wisuda UNUJA: Sarjana Pesantren Wajib Bermanfaat untuk Umat
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PAITON, nuprobolinggo.or.id — Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton melepas 1.195 lulusan Program Diploma, Sarjana, dan Magister dalam gelaran Dies Maulidiyah IX dan Wisuda ke-9 di halaman Kampus UNUJA, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (25/10/2026). Momentum kelulusan ini ditegaskan sebagai ruang refleksi untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan pendiri pesantren.
Mengusung tema “Berdampak, Menebar Manfaat untuk Umat”, UNUJA meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang mengintegrasikan keunggulan akademik, keluhuran akhlak, dan kepedulian sosial.
Dalam pidatonya, Rektor UNUJA KH Dr. Najiburrohman Wahid mengingatkan seluruh wisudawan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada pencapaian gelar atau kebanggaan akademis semata. Sebaliknya, ilmu pengetahuan harus bermuara pada pengabdian nyata di tengah masyarakat.
Untuk memperkuat pesan tersebut, Rektor mengutip langsung dawuh dan amanah berharga dari Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Zaini Mun’im, tentang kewajiban moral seorang terpelajar dalam memikirkan nasib rakyat banyak.
“Orang yang hidup di Indonesia, kemudian tidak melakukan perjuangan, dia telah berbuat maksiat. Orang yang hanya memikirkan masalah ekonominya saja dan pendidikannya sendiri, maka orang itu telah berbuat maksiat. Kita semua harus memikirkan perjuangan rakyat banyak,” ujar Rektor menirukan pesan almarhum KH Zaini Mun’im.
Nilai-nilai kepesantrenan tersebut diinternalisasikan melalui fondasi Trilogi Santri (Al-Ihtimam bil Furudh al-‘Ainiyyah, Al-Ihtimam bi Tark al-Kaba’ir, dan Husn al-Adab ma‘a Allah wa ma‘a al-Khalq) serta Panca Kesadaran Santri, yang mencakup kesadaran beragama, berilmu, bermasyarakat, berbangsa-bernegara, dan berorganisasi.
Menurut Rektor, penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) di era modern harus senantiasa diimbangi dengan kesadaran moral, berpikir kritis, serta kepekaan sosial agar ilmu yang dimiliki tidak kehilangan arah kemanusiaannya.
Pada wisuda tahun ini, UNUJA melepas 1.195 lulusan dari lima fakultas dan Pascasarjana. Rinciannya meliputi Fakultas Agama Islam (FAI) sebanyak 453 orang, Fakultas Teknik (FT) 351 orang, Fakultas Sosial dan Humaniora (FSosHum) 196 orang, Pascasarjana 107 orang, serta Fakultas Kesehatan (FKes) 88 orang.
Selain itu, UNUJA mencatatkan lonjakan mutu akademik dengan memiliki delapan program studi berpredikat Unggul pada 2026, pengembangan kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education/OBE), hingga penguatan pengabdian masyarakat internasional melalui program MBKM Santri Mengabdi di berbagai penjuru Nusantara hingga Malaysia dan Thailand.
Melalui wisuda ini, para sarjana dan magister lulusan pesantren diharapkan dapat membawa karakter santri yang berintegritas, mandiri, dan siap menjadi solusi atas berbagai dinamika di tengah umat dan bangsa. (*)
- Penulis: Farhan

Saat ini belum ada komentar