Breaking News
dark_mode
Trending

Tetap Istiqomah Saat Kebenaran Dianggap Aneh

  • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Hilman Mufidi

KHUTBAH I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْغُرَبَاءَ هُمُ الْفَائِزُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْغُرَبَاءِ وَإِمَامُ الْأَتْقِيَاءِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

(بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيْبًا وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْبًا، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ. ﴿رواه مسلم

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Pernahkah kita merasa aneh menjadi orang baik hari ini?

Saat kita jujur dalam dagang, kita dibilang bodoh. Saat kita menolak korupsi, kita dibilang tidak pandai bersyukur. Saat anak muda kita menolak pacaran dan judi online, ia dibilang kuper dan tidak gaul. Saat seorang istri menutup aurat dengan sempurna, ia dibilang tidak modern.

Jika panjenengan merasakan itu, berbahagialah. Itu tandanya panjenengan sedang masuk dalam golongan yang Rasulullah sebut sebagai GHUROBA – Orang-orang asing yang beruntung.

Rasulullah SAW bersabda:

“Islam datang dalam keadaan asing, dan akan kembali menjadi asing sebagaimana awalnya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)

Siapakah ghuroba itu? Dalam riwayat lain Rasulullah menjelaskan:

هُمُ الَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ

“Mereka adalah orang-orang yang memperbaiki keadaan ketika manusia telah rusak.”

Hadirin rahimakumullah,

Inilah dekadensi moral yang kita hadapi hari ini. Kerusakan itu sekarang tidak sembunyi-sembunyi, tapi dirayakan:

Pertama, Dosa di Ujung Jari. Judi online dikemas dengan nama game online. Zina dikemas dengan istilah open BO dan check-in, diumbar di media sosial. Riba dikemas dengan paylater dan pinjaman online yang mencekik.

Kedua, Kebenaran yang Terbalik. Kejujuran dianggap aib. Kesetiaan dianggap beban. Rasa malu dianggap kuno. Yang viral justru yang pamer aurat, pamer harta hasil haram, dan pamer kemaksiatan. Inilah yang disebut Rasulullah sebagai zaman fitnah, dimana yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.

Lalu, bagaimana agar kita bisa tetap istiqomah dan menjadi ghuroba yang beruntung itu?

Allah memberikan rumusnya dalam Al-Qur’an:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ. ﴿فصلت: ٣٠

Mereka yang mengatakan “Tuhan kami Allah” lalu ISTIQOMAH, maka malaikat akan turun menenangkannya saat semua orang ketakutan di sakaratul maut.

Ada 3 kunci agar kita bisa istiqomah menjadi ghuroba di era ini:

1. Jadilah Orang Yang Memperbaiki, Bukan Yang Ikut Rusak.

Jangan hanya berkata “zaman memang sudah rusak”. Ghuroba adalah mushlih, bukan hanya shalih. Shalih itu baik untuk diri sendiri, tapi mushlih itu baiknya menular. Mulai dari rumah kita. Matikan judi online dari HP anak kita. Hidupkan kembali rasa malu di keluarga kita.

2. Pegang Bara Api, Jangan Lepaskan.

Rasulullah bersabda, orang yang berpegang pada agamanya di akhir zaman seperti memegang bara api. ﴿رواه الترمذي﴾. Panas, perih, ingin dilepas. Shalat subuh berjamaah itu panas. Menolak suap itu panas. Menutup aurat di tengah gempuran tren itu panas. Tapi barangsiapa sabar memegangnya, cahayanya akan menerangi hingga surga.

3. Cari Komunitas Orang Asing.

Ghuroba tidak bisa sendirian. Ia butuh jamaah ghuroba lainnya. Carilah masjid, carilah majelis, carilah teman yang ketika kita futur, dia menarik kita kembali ke jalan Allah. Karena istiqomah itu berat jika sendirian, tapi ringan jika berjamaah.

إِنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling istiqomah meski sedikit. (HR. Bukhari Muslim)

Jangan pernah bosan menjadi orang asing yang baik. Di saat orang lain bangga dengan dosanya, kita bangga dengan istiqomah kita. Karena di akhirat nanti, keanehan kita hari ini akan berbuah keberuntungan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْتَقِيْمُوْا كَمَا أُمِرْتُمْ

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ

اَللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، وَيَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الشُّبُهَاتِ وَالشَّهَوَاتِ

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْغُرَبَاءِ الَّذِيْنَ طُوْبَى لَهُمْ، اَلَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ

اَللَّهُمَّ احْفَظْ أَبْنَاءَنَا وَبَنَاتِنَا مِنْ فِتْنَةِ الْإِنْتَرْنَتِ وَالْقِمَارِ الْإِلِكْتُرُوْنِيِّ وَالزِّنَا وَالرِّبَا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

*) Muhammad Hilman Mufidi (Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB)

  • Penulis: Muhammad Hilman Mufidi
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • E346578b 5ad2 4c38 b38a cdcaf46e6708

    Lantik Pengurus Baru, MWCNU Sumberasih Usung Visi Mandiri dan 5 Pilar Strategis

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    SUMBERASIH — Suasana khidmat dan penuh rasa optimisme mewarnai Pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumberasih masa khidmat 2026–2031 pada Rabu malam (9/9/2026). Bertempat di Kantor MWCNU Sumberasih, prosesi ini dihadiri langsung oleh jajaran PCNU Kabupaten Probolinggo, pimpinan Badan Otonom (Banom), Lembaga NU, serta jajaran Forkopimcam dan tokoh masyarakat setempat. Rangkaian Acara […]

  • Suasana Rapat MWCNU Dringu PCNU Kabupaten Probolinggo. photo_camera 1

    MWCNU Dringu Matangkan Persiapan Musyawarah Ranting

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Saifullah
    • 0Komentar

    DRINGU – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Dringu PCNU Kabupaten Probolinggo menggelar rapat persiapan pelaksanaan Musyawarah Ranting yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah konsolidasi organisasi guna memastikan pelaksanaan musyawarah berjalan tertib, lancar, dan sesuai mekanisme organisasi. Rapat dihadiri jajaran pengurus harian, serta sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama di wilayah Kecamatan […]

  • WhatsApp Image 2025 03 29 at 16.57.01

    Akhir Ramadhan, PAC Ansor Kuripan Tebar Kebahagiaan dengan Berbagi

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    nuprobolinggo.or.idMenjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berbagi kebahagiaan Dan Senyuman Dengan Kaum Duafa. Sabtu (29/03/2025) Berbagi Zakat fitrah tepatnya. Zakat Fitrah adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik laki-laki dan perempuan muslim yang dilakukan dibulan Ramadhan dari awal bulan […]

  • WhatsApp Image 2026 03 03 at 12.45.12

    Perkuat Spiritualitas dan Soliditas, PAC IPNU-IPPNU Leces Gelar Pesantren Kilat

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    LECES – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menggelar Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Sulamul Hidayah pada 28 Februari–1 Maret 2026. Agenda ini dirancang sebagai wadah penguatan spiritualitas sekaligus ajang pemantapan soliditas kader di tengah tantangan arus digitalisasi bagi pelajar Nahdlatul Ulama. Pesantren Kilat diikuti pengurus PAC, […]

  • Madinah

    Madinah dan Tangis yang Tak Pernah Usai: Sebuah Catatan Perpisahan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle H. Ahmad Zaini
    • 0Komentar

    Oleh: H. Ahmad Zaini MADINAH – Setelah menjalani rangkaian Ibadah Arbain, langkah kaki jemaah haji kloter awal asal Probolinggo kini telah meninggalkan pelataran Masjid Nabawi, Jumat lalu. Rombongan bergeser dari Madinah menuju Makkah untuk menunaikan tahapan ibadah haji selanjutnya. Namun, meski fisik telah bergerak menjauh, ada getaran batin yang masih tertinggal di sudut-sudut kota Nabi. […]

  • Abu

    Menjaga Ruh Pembelajaran di Era Algoritma: Redefinisi Digitalisasi Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Abu Tholib, M.Kom* Di tengah masifnya wacana transformasi digital di dunia pendidikan, kita kerap disuguhkan pemandangan yang sekilas tampak modern namun pada hakikatnya masih rapuh: seorang guru menyalakan proyektor LCD, membuka dokumen PDF dari buku teks, lalu meminta para siswa menyalin tulisan dari layar proyektor ke buku tulis masing-masing. Pertanyaannya, apakah interaksi semacam […]

expand_less