Inspirasi dari Probolinggo: Ahmad Faiz, Aktivis IPNU yang Berangkat Haji di Usia 21 Tahun
- calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PROBOLINGGO – 22/04/2026 Ibadah haji sering kali identik dengan usia senja, namun hal berbeda ditunjukkan oleh Mahasiswa berusia 21 tahun ini membuktikan bahwa persiapan spiritual bisa dimulai sejak dini. Faiz dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu tiga hari ke depan, membawa semangat muda dan dedikasi sebagai aktivis organisasi.
Perjalanan Faiz menuju Kakbah tidaklah instan. Ia telah terdaftar sebagai calon jemaah haji sejak tahun 2012. Melalui konsistensi menabung di BSI, Faiz berhasil melunasi biaya keberangkatan yang telah ia persiapkan selama belasan tahun. Bagi Faiz, berangkat haji di usia muda adalah pilihan strategis mengingat haji merupakan ibadah yang mengandalkan kekuatan fisik.
“Kesehatan adalah faktor utama. Ibadah haji adalah ibadah fisik,” ujar Faiz saat diwawancarai. Ia juga mengaku bahwa selama masa tunggu yang panjang, tidak pernah terlintas di pikirannya untuk menggunakan tabungan tersebut demi keperluan lain.
Menjelang keberangkatannya (H-3), Faiz mengaku sangat bahagia. Meski tidak membawa barang khusus dari daerah asalnya, Bantaran, ia membawa bekal doa dari keluarga dan kerabat. Satu doa utama yang akan ia panjatkan di depan Kakbah adalah agar warga NU Kabupaten Probolinggo dapat segera menyusul jejaknya ke Tanah Suci.
Keberangkatan Faiz mendapat apresiasi tinggi dari PC IPNU IPPNU Kabupaten Probolinggo. Ahmad Dwi Juharmanto Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo, menyatakan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian kadernya tersebut.
“Faiz berangkat haji di usia muda adalah rezeki dan panggilan luar biasa. Ini membuktikan bahwa di tengah kesibukan mengurus organisasi, baik sebagai Koordinator JSP maupun Ketua PAC, sisi spiritualitas tetap menjadi prioritas. Semoga ia membawa energi positif dan kedewasaan baru untuk seluruh kader,” ungkap Ahmad Dwi Juharmanto.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo, Siti Nurazizah, menilai sosok Faiz sebagai bukti nyata bahwa aktivis organisasi bisa tetap seimbang antara urusan duniawi dan ukhrawi.
“Faiz jadi bukti kalau jadi aktivis IPNU nggak cuma sibuk rapat, tapi urusan akhirat juga sat-set Semoga sepulangnya dari Tanah Suci, gebrakan untuk jaringan sekolah, madrasah, dan pesantren (JSP) di Probolinggo makin menyala,” tutur Nurazizah.
Harapan untuk Masa Depan
Sebagai kader yang aktif, Faiz berharap sepulangnya dari ibadah haji, dirinya bisa berkontribusi lebih besar bagi kemajuan PC IPNU IPPNU Kabupaten Probolinggo di segala bidang. Dukungan dan doa mengalir dari rekan-rekan seperjuangan agar Faiz menjadi haji yang mabrur dan membawa perubahan positif bagi organisasi dan masyarakat luas.
- Penulis: Siti Nurhaliza

Saat ini belum ada komentar