ISNU Probolinggo Ikuti FGD Santri Next Bersama PW ISNU Jawa Timur
- calendar_month 18 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURABAYA – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Probolinggo turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Santri Next: Dari Pesantren Menjadi Game Changer Transformasi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PW ISNU Jawa Timur pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Hotel Mercure Surabaya.
Mengusung tema besar “Gerbang Baru Nusantara: Dari Pesantren Menjadi Game Changer Transformasi Jawa Timur”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat peran santri dan pesantren dalam menghadapi tantangan zaman serta mendorong transformasi pembangunan di Jawa Timur.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan pengurus ISNU dari berbagai daerah di Jawa Timur. Forum ini menjadi momentum penting untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta membangun sinergi antarsarjana Nahdlatul Ulama dalam merumuskan kontribusi nyata bagi masyarakat.
FGD Santri Next menghadirkan tiga narasumber kompeten dari berbagai bidang. Narasumber pertama adalah Ir. Muhammad Yasin, M.Si., selaku Ketua BPKAD Jawa Timur, yang diharapkan memberikan perspektif mengenai Orkestrasi pembangunan ekonomi di Jawa Timur.
Narasumber kedua, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., selaku Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan, Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama Republik Indonesia, turut memberikan perspektif strategis mengenai pengembangan sumber daya manusia dan peran pendidikan keagamaan dalam menghadapi perubahan zaman.
Sementara itu, kehadiran Ning Khilma Anis, seorang penulis yang dikenal melalui karya-karya berlatar kehidupan pesantren, menjadi salah satu bagian menarik dalam forum tersebut. Perspektifnya sebagai penulis memberikan ruang refleksi mengenai kekuatan literasi, narasi, dan budaya pesantren dalam membangun pengaruh serta menjawab tantangan generasi masa kini.
Melalui diskusi ini, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama dan pembentukan karakter, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang adaptif, inovatif, menguasai teknologi, serta memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.
Partisipasi ISNU Probolinggo dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran sarjana Nahdlatul Ulama agar mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan profesionalisme dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Lebih dari sekadar forum diskusi, FGD Santri Next menjadi pengingat bahwa santri memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan. Dengan bekal ilmu, karakter, dan semangat pengabdian, santri diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan masa depan Jawa Timur yang lebih maju.
Santri tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi juga harus hadir sebagai penggerak inovasi dan pelaku transformasi. Dari pesantren, lahir gagasan. Dari ilmu, tumbuh perubahan. Dan dari pengabdian, terwujud kemajuan bagi masyarakat.
- Penulis: Siti Nurhaliza

Saat ini belum ada komentar