Usai Lakmud, IPNU IPPNU Leces Charge Spiritual Lewat Ziarah Aulia
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LECES – Suasana khidmat menyelimuti rombongan pelajar Nahdlatul Ulama Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, saat bersimpuh di maqbarah para wali. Setelah berhari-hari ditempa secara fisik dan mental dalam forum kaderisasi formal Latihan Kader Muda (Lakmud) III, mereka memilih “jeda sejenak” untuk menundukkan hati dan menimba berkah spiritual.
Perjalanan religi yang berlangsung sepanjang Kamis hingga Jumat (21–22 Mei 2026) ini diinisiasi oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Leces. Memilih kediaman Ketua PAC IPPNU Leces, Rekanita Nurul Ilmiah, sebagai titik tolak keberangkatan, ziarah ini diikuti oleh jajaran pengurus harian serta para alumni Lakmud yang baru saja dinyatakan lulus.
Ketua PAC IPNU Leces, Rekan Andi, mengungkapkan bahwa agenda ini dirancang melampaui sekadar tradisi seremonial atau wisata religi biasa. Baginya, ziarah kubur adalah jangkar moral sekaligus ruang refleksi yang krusial di tengah derasnya kesibukan mengurus organisasi.
“Pada intinya, ziarah ini adalah momen refleksi diri bagi kami semua. Di tengah dinamisnya organisasi, kami ingin mengingat kembali bahwa hidup ini sementara. Melalui ziarah, kita belajar menghormati pendahulu, merenungi kematian, dan memantik kembali semangat untuk terus berbuat kebaikan,” ujar Rekan Andi dengan nada khidmat.
Di antara untaian kalimat tahlil dan doa yang mengangkasa di makam aulia, terselip harapan besar bagi masa depan organisasi di Kecamatan Leces. Pengurus dan kader secara khusus mengetuk pintu langit agar PAC IPNU IPPNU Leces tumbuh lebih solid, adaptif, dan melahirkan inovasi-inovasi segar.
Restu dan doa terbaik juga dialirkan bagi para alumni Lakmud III yang memegang estafet perjuangan ke depan.
“Kami mendoakan dengan tulus agar para kader yang telah lulus Lakmud kemarin bisa membawa keberkahan dan kebermanfaatan nyata. Bukan hanya untuk agama dan bangsa, tetapi juga memberi dampak signifikan untuk kemajuan internal IPNU IPPNU sendiri,” imbuh Andi penuh harap.
Langkah menyejukkan para pelajar NU ini rupanya memanen respons hangat dari masyarakat, terutama para orang tua kader. Di tengah gempuran disrupsi moral era digital, konsistensi anak-anak muda ini dalam merawat tradisi spiritual dipandang sebagai oase yang menenangkan.
Menurut Andi, para orang tua sangat mendukung penuh dan berharap IPNU IPPNU Leces tidak pernah lelah mengudara dengan karya-karya positifnya.
“Alhamdulillah, bapak dan ibu dari rekan-rekan sangat mendukung. Mereka melihat ini sebagai wadah yang sangat baik agar anak-anaknya merefleksikan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan bekal spiritual yang kian tebal dan ikatan emosional yang semakin rekat pasca-ziarah, para pelajar NU Leces ini kini siap melangkah lebih mantap. Mereka kembali ke tengah masyarakat, membawa mandat baru sebagai benteng ideologi Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan generasi muda Leces. (*)
- Penulis: Agus Budi Cahyono
- Editor: Muhammad Iqbal

Saat ini belum ada komentar