Breaking News
dark_mode
Trending

Dalam Haul KH. Utsman Husein, KH. Tuhfatul Ghani Ingatkan Besarnya Jasa Guru

  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO — Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Situbondo, KH. Tuhfatul Ghani Mufaddhal menyampaikan tausiah penuh hikmah dalam acara Haul ke-32 KH. Utsman Husein, Pendiri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kamis (21/5/2026).

Dalam tausiahnya, menantu KHR. Mohammad Kholil As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Walisongo Situbondo itu mengingatkan jamaah tentang besarnya hak dan jasa guru dalam kehidupan manusia.

Menurutnya, ada tiga sosok yang paling memiliki hak atas diri seseorang, yakni kedua orang tua, guru, dan Nabi Muhammad SAW.

“Orang yang paling punya hak kepada diri kita itu ada tiga. Pertama kedua orang tua, kedua guru, dan ketiga Nabi Muhammad SAW,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

Ia menjelaskan, seorang anak wajib berbakti kepada orang tua karena dari miliaran manusia di dunia, hanya dua orang yang dipilih Allah SWT untuk menjadi ayah dan ibu bagi setiap manusia.

“Dari miliaran manusia di dunia, tidak semuanya menjadi orang tua kita. Hanya dua yang dipilihkan Allah. Maka jangan sembarangan kepada orang tua dan balaslah jasa mereka dengan berbakti,” tuturnya.

Selain itu, KH. Tuhfatul Ghani juga menekankan betapa besar jasa seorang guru yang telah mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya. Bahkan, menurutnya, jasa guru tidak akan pernah bisa dibalas dengan materi.

Ia kemudian mengutip sebuah ungkapan dalam kitab:

“Laqod haqqo an yuhda ilaihi karomatan, li ta’liimi harfin waahidin alfu dirhami.”

Ungkapan tersebut menjelaskan bahwa seorang guru yang mengajarkan satu huruf saja sangat pantas diberikan penghormatan besar. Dengan gaya ceramah yang santai dan diselingi humor, ia mengibaratkan nilai seribu dirham pada masa sekarang mencapai puluhan juta rupiah.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa guru sejatinya tidak pernah mengharapkan imbalan materi dari muridnya. Namun, santri dan masyarakat tetap wajib menghormati serta tidak melupakan jasa para guru.

“Guru tidak mengharap balasan materi, tetapi kita tidak boleh melupakan jasa-jasa beliau. Jangan berani-berani kepada guru,” tegasnya.

Di akhir tausiah, KH. Tuhfatul Ghani juga mengajak jamaah untuk terus menyambung kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW hingga akhir hayat.

“Semoga kita dan anak cucu kita terus tersambung dengan Nabi Muhammad SAW sampai akhirat dan diakui sebagai umat beliau,” pungkasnya.

  • Penulis: Agus Sholeh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2026 09 13 at 18.02.10

    Cetak Generasi Qur’ani, JQHNU Probolinggo Wisuda 101 Santri Tartila

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • account_circle Mukarroman
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN— Tartila Center di bawah naungan Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Kabupaten Probolinggo kembali menggelar Wisuda Bersama Santri TPQ Metode Tartila, Ahad (13/9/2026). Agenda tahunan setiap momen bulan Maulid Nabi ini dipusatkan di Yayasan Pondok Pesantren Assyarbani, Desa Gunung Bekel, Kecamatan Tegalsiwalan, yang diasuh KH Mukhlis Karim. Sebanyak 101 santri […]

  • IMG 20260312

    PAC IPNU-IPPNU Bantaran Probolinggo Dorong Pelajar Berpikir Progresif

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Moch. Sulaiman
    • 0Komentar

    BANTARAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU–IPPNU Bantaran menggelar kegiatan talk show yang dikemas dalam buka puasa bersama (bukber) sebagai upaya memperkuat kaderisasi pelajar NU di Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Ahad (8/3/2026) di Kantor MWC NU Bantaran, Desa Tempuran. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari kader Bantaran serta anggota pimpinan komisariat dari […]

  • 2

    3 Ranting di Probolinggo Jadi Pilot Project KOIN NU LAZISNU Jatim

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    WONOMERTO– Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Korwil 1 Jawa Timur di Malang beberapa waktu lalu, LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo menetapkan tiga Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) sebagai pilot project (wilayah dampingan) Gerakan KOIN NU. Ketiga wilayah dampingan tersebut meliputi PRNU Kropak (Kecamatan Bantaran), PRNU Pohsangit Kidul (Kecamatan Wonomerto), dan PRNU Jorongan […]

  • 10fc6d19 0842 4ad1 a44b 8c0dcb621755

    Mengenal Ahmad Dwi Juharmanto, Ketua IPNU Terpilih Kabupaten Probolinggo

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    Konferensi cabang yang diselenggarakan pada Minggu, 02 Februari 2025 kemarin telah melahirkan pemimpin baru di Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Kabupaten Probolinggo. Ia adalah Ahmad Dwi Juharmanto atau yang kerap dipanggil Dwi. Latar belakang kenapa ia harus mencalonkan diri adalah karena melihat dinamika IPNU hari ini yang terlalu to late, to little […]

  • WhatsApp Image 2026 06 07 at 18.53.49

    Ketua PCNU Probolinggo: Pelantikan Jadi Momentum Penguatan Khidmat dan Sinergi

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle M Iqbal
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN – Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026-2031, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan, menyampaikan pesan penting dalam sambutannya saat pelantikan di Pondok Pesantren Darul Mukhlashin, Ahad (7/6/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan ritme organisasi untuk menjawab tantangan umat. Berikut adalah pokok-pokok pikiran dari sambutan lengkap Kiai Teguh: Pelantikan sebagai Momentum Kebersamaan Pertemuan hari […]

  • FB IMG

    PCNU Kabupaten Probolinggo Tegas Tolak Kebijakan Lima Hari Sekolah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle adminnuprob
    • 1Komentar

    PROBOLINGGO– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo secara resmi menyatakan penolakan terhadap rencana penerapan kebijakan lima hari sekolah bagi jenjang Sekolah Dasar (SD) di wilayah setempat. Langkah ini diambil sebagai ikhtiar menjaga eksistensi Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ yang menjadi benteng pertahanan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah bagi generasi muda. Luka Lama yang […]

expand_less