Breaking News
dark_mode
Trending

LAZISNU Probolinggo Ajak Warga Berzakat Fitrah Melalui Jalur Resmi Organisasi

  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PROBOLINGGO– Menyongsong hari kemenangan, NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menunaikan kewajiban zakat fitrah melalui lembaga amil zakat resmi milik organisasi.

Langkah ini diambil untuk memastikan penyaluran zakat lebih terukur, transparan, dan sesuai dengan kaidah syariat.

Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Probolinggo, Dewi Puspa menegaskan, warga dapat memilih menunaikan zakat dalam bentuk beras seberat 3 kg atau berupa uang tunai sebesar Rp 45.000.

Pilihan ini diharapkan memudahkan warga dalam menjalankan rukun Islam keempat tersebut dengan praktis namun tetap afdal.

Akses Layanan yang Luas dan Digital

Untuk menjangkau masyarakat lebih luas, LAZISNU telah menyediakan berbagai kanal pembayaran. Warga bisa datang langsung ke Posko Zakat di Sekretariat LAZISNU Kabupaten Probolinggo atau menyetorkannya melalui kantor MWC NU dan JPZIS (Jaringan Pengumpul Zakat, Infaq, dan Shodaqoh) terdekat.

Bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu, LAZISNU juga menyediakan layanan jemput zakat melalui WhatsApp di nomor 0853-3610-0785 atau melalui transfer rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan nomor 7312222226 atas nama NU CARE LAZISNU Kab. Probolinggo.

Penguatan Amil Syar’i melalui JPZIS

Salah satu poin krusial dalam pengelolaan zakat tahun ini adalah penataan legalitas amil di tingkat akar rumput. LAZISNU Kabupaten Probolinggo mengimbau para panitia pengumpul zakat di masjid, mushala, hingga lembaga pendidikan untuk segera melegalkan diri.

“Agar status pengumpul zakat sah menjadi amil syar’i, panitia bisa mengajukan permohonan ke LAZISNU PCNU untuk kemudian diterbitkan SK resminya oleh LAZISNU PWNU,” jelas Dewi.

Langkah ini selaras dengan visi besar LAZISNU Kabupaten Probolinggo ke depan yang mengupayakan agar seluruh titik pengumpulan zakat di lingkungan NU, mulai dari masjid hingga sekolah, bertransformasi menjadi unit JPZIS resmi.

Dengan menjadi JPZIS, tata kelola zakat warga NU akan semakin solid, akuntabel, dan memberikan dampak kemaslahatan yang lebih nyata bagi umat.

Zakat bukan sekadar kewajiban, tapi adalah instrumen penguat martabat umat. Mari tunaikan zakat Anda melalui lembaga yang tepercaya dan terstruktur secara organisasi. (*)

  • Penulis: adminnuprob

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20260523 WA0026

    Konsisten! GP Ansor Kuripan Rawat Tradisi Lewat Rijalul Ansor

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO- Konsistensi merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah terus ditunjukkan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Melalui MDS Rijalul Ansor yang digelar rutin di Kantor MWCNU setempat, mereka menyatukan visi para tokoh agama dan pemerintah demi membangun daerah yang maslahat. “Kami ingin menyatukan visi untuk Kuripan yang ‘Adem’ (aman, damai, tenteram) dan sejahtera. Kolaborasi […]

  • WhatsApp Image 2024 12 18 at 12.43.07

    PC JRA ProbolinggoTEAM Bayuangga Semarakkan Ruqyah Terapi Qur’ani dan Tibbun Nabawi

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle adminnuprob
    • 0Komentar

    nuprobolinggo.or.id– Suasana di halaman rumah Abd Malik rt 03 rw 05 blok Songai Tenga di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ramai dengan hadirnya pasien (Mar’qiy) Ruqyah Massal yang berlangsung Selasa (17/12). Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama pengurus Jam’iyyah Ruqyah Aswaja Probolinggo Team Bayuangga dan LDNU Probolinggo.Pada acara yang dikemas dengan pengobatan […]

  • IMG

    Harlah PMII Ke-66, Gus Haris Ajak Kader Berkolaborasi Wujudkan Probolinggo SAE

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Agus Sholeh
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Probolinggo menjadi momentum konsolidasi kader dan alumni untuk memperkuat peran organisasi dalam pembangunan daerah. Puncak peringatan digelar di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Senin (27/4/2026), mengusung tema “Merawat Gerakan, Menguatkan Peradaban.” Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris menegaskan pentingnya sinergi antara kader PMII dan pemerintah […]

  • IMG 20250815 WA0059.jpg

    Fatayat NU: Begal Kini Mengancam Rasa Aman Perempuan di Probolinggo

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Siti Nurhaliza
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO — PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus begal yang belakangan terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo dan mulai menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya perempuan.Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo, Sofia, menilai meningkatnya aksi kriminalitas jalanan tidak hanya menjadi persoalan keamanan umum, tetapi juga berkaitan erat dengan perlindungan perempuan di ruang publik. […]

  • IMG 20260428 WA0001

    Istiqamah 5 Tahun, Rutinan Ranting NU Jorongan Jadi Inspirasi di Leces

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Saiful Rijal
    • 0Komentar

    LECES– Ranting NU 01 Desa Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, membuktikan kekuatan istiqamah dengan menjaga tradisi pengajian rutin setiap malam Selasa selama lima tahun tanpa terputus. Di bawah kepemimpinan KH Fathur Rosi, rutinan ini menjadi denyut nadi kegiatan tingkat ranting di wilayah tersebut yang konsisten merawat ukhuwah dan soliditas warga Nahdliyin. Seperti yang terlihat pada […]

  • IMG 20260611 WA0021

    Haflah PP Miftahul Khoir Probolinggo: Stop Nikah Dini dan Stunting

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 0Komentar

    KURIPAN– Momentum kelulusan santri tidak boleh menjadi akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Sebaliknya, pesantren harus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai pernikahan anak di bawah umur yang memicu tingginya angka stunting di tengah masyarakat. Pesan kuat inilah yang menggema dalam acara Haflatul Imtihan madrasah formal di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Desa Menyono, […]

expand_less