Breaking News
dark_mode
Trending

Adab dalam Menyadap: Jangan Jadikan HP Sebagai Alat Tajassus

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ERA digital hari ini menjadikan gawai sebagai ruang privat kedua bagi manusia, namun di sisi lain, kerentanan atas pelanggaran privasi kian menganga. Berbagai dalih—mulai dari rasa cemburu, rasa curiga, hingga kedok kepedulian—kerapkali dijadikan pembenaran untuk mengintip atau menyadap privasi sesama. Melalui ulasan Fiqih Kontemporer rubrik Kalamuna edisi kali ini, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) mengupas tuntas hukum dan batasan etika digital dalam memandang fenomena penyadapan gawai, serta menegaskan kembali larangan keras perbuatan tajassus berdasarkan dalil-dalil sahih dan kaidah fikih Aswaja.

1. Dalil Al-Qur’an: Larangan Tajassus

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat: 12:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus), dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.”

Penjelasan LDNU: Kata وَلَا تَجَسَّسُوا (Wa laa tajassasuu) adalah larangan mutlak. Ulama Aswaja menafsirkan, HP adalah rumah kedua manusia. Mengintip HP sama dengan mengintip rumah.

2. Dalil Hadits: Ancaman Bagi Pengintip / Penyadap

Hadits Pertama: Larangan Menguping Pembicaraan

مَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ، صُبَّ فِي أُذُنَيْهِ الْآنُكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Barangsiapa mendengarkan (menguping/menyadap) pembicaraan suatu kaum, padahal mereka tidak menyukainya, maka pada hari kiamat akan dituangkan timah panas ke dalam kedua telinganya.” (HR. Bukhari No. 7042)

Ini dalil paling tegas untuk penyadap HP. Jika menguping saja diancam timah panas, apalagi menyadap dengan aplikasi?

Hadits Kedua: Larangan Mencari Aib Muslim

يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ، لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ، وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya namun iman belum masuk ke hatinya, janganlah kalian menggunjing kaum Muslimin, dan janganlah kalian mencari-cari aurat (aib) mereka. Barangsiapa mencari-cari aib mereka, maka Allah akan mencari-cari aibnya, dan barangsiapa yang Allah cari aibnya, maka Allah akan membongkarnya walaupun di dalam rumahnya.” (HR. Abu Dawud No. 4880)

Hadits Ketiga: Perintah Menutup Aib

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Artinya: “Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim No. 2699)

3. Kaidah Fiqih Aswaja yang Dipakai LDNU

اَلْغَايَةُ لَا تُبَرِّرُ الْوَسِيلَةَ
Al-ghayah laa tubarrirul wasilah
Artinya: Tujuan yang baik tidak menghalalkan cara yang haram.

Maka, alasan “Saya sadap karena curiga suami selingkuh” atau “Saya sadap karena sayang anak” tidak bisa menghalalkan perbuatan tajassus.

Penutup Kalamuna:

Penyadap mencari aib. Penjaga menutup aib.

Mari kita amalkan QS. Al-Hujurat: 12 di era digital. Jangan jadikan kecurigaan sebagai alasan untuk menyadap. Jika curiga, tabayyun. Jika cemburu, doakan. Jika khawatir, nasihati dengan lembut.

Wallahu A’lam Bisshawab. (*)

  • Penulis: LDNU Kabupaten Probolinggo
  • Editor: Muhammad Iqbal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WhatsApp Image 2022 06 30 at 08.52.40

    Menyulut Kemandirian Ekonomi, Membuka Kran Partisipasi Publik, Majukan Pesantren

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO– Setelah menguliti dapur birokrasi dan ketatnya pengawasan APBD pada serial kedua, kini kita tiba pada muara paling krusial dari Perda tentang Fasilitasi Pesantren Kabupaten Probolinggo: bagaimana regulasi ini menyulut kemandirian ekonomi pondok dan sejauh mana masyarakat sipil bisa ikut terlibat? Merujuk pada draf hukum yang disahkan, payung hukum ini mengombinasikan jaminan bantuan finansial serta […]

  • IMG 20260611 WA0021

    Haflah PP Miftahul Khoir Probolinggo: Stop Nikah Dini dan Stunting

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Agus Budi Cahyono
    • 1Komentar

    KURIPAN– Momentum kelulusan santri tidak boleh menjadi akhir dari perjalanan menuntut ilmu. Sebaliknya, pesantren harus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai pernikahan anak di bawah umur yang memicu tingginya angka stunting di tengah masyarakat. Pesan kuat inilah yang menggema dalam acara Haflatul Imtihan madrasah formal di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Desa Menyono, […]

  • WhatsApp Image 2026 10 26 at 08.15.06

    Pesan Rektor di Wisuda UNUJA: Sarjana Pesantren Wajib Bermanfaat untuk Umat

    • calendar_month Senin, 26 Okt 2026
    • account_circle Farhan
    • 0Komentar

    PAITON, nuprobolinggo.or.id — Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton melepas 1.195 lulusan Program Diploma, Sarjana, dan Magister dalam gelaran Dies Maulidiyah IX dan Wisuda ke-9 di halaman Kampus UNUJA, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Minggu (25/10/2026). Momentum kelulusan ini ditegaskan sebagai ruang refleksi untuk menghidupkan kembali nilai perjuangan pendiri pesantren. Mengusung tema “Berdampak, Menebar Manfaat untuk Umat”, UNUJA […]

  • IMG 20260309 WA0013

    Ansor dan Pelajar NU Tegalsiwalan Gelar Santunan di Momen Nuzulul Qur’an

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Abdul Karim
    • 0Komentar

    TEGALSIWALAN – Mengisi kemuliaan malam Nuzulul Qur’an, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, menggelar aksi sosial dan keagamaan yang dipusatkan di Kantor MWC NU Tegalsiwalan, Ahad (08/03/2026). Acara yang dikemas dengan Khotmil Qur’an, bagi-bagi takjil, hingga buka puasa bersama ini menjadi istimewa karena melibatkan kolaborasi solid dengan rekan-rekan Pelajar NU (IPNU-IPPNU) Tegalsiwalan […]

  • IMG 20260703 WA0035

    PCNU Probolinggo Dorong Pengurus Muda Bangun Ranting NU Mandiri

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle Moch Sulaiman
    • 0Komentar

    WONOMERTO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Probolinggo mendorong seluruh pengurus ranting agar mampu berdaya dan mandiri dalam menjalankan roda organisasi. Harapan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Ranting (Musran) Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, masa khidmat 2026-2031, Jumat (3/7/2026). Kegiatan yang digelar di kediaman Ustaz Sulaiman, Desa Tunggak Cerme, […]

  • Ok

    Kenalkan NU Sejak Dini, Banom NU Sumberasih Gelar Lomba Mewarnai HSN

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Muhammad Malik
    • 0Komentar

    SUMBERASIH, nuprobolinggo.or.id — Sebanyak 162 anak memadati Kantor MWCNU Sumberasih untuk mengikuti Lomba Mewarnai Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Rabu (21/10/2026). Ajang kreatif yang diinisiasi lintas Badan Otonom (Banom) NU ini digelar sebagai langkah konkret mengenalkan nilai-nilai Nahdlatul Ulama sejak dini kepada generasi penerus. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan ini […]

expand_less